oleh

ZIS Adalah Konsep Islam Mengelolah Kemiskinan

TAPSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Ketua Komisi VII DPR-RI H. Gus Irawan Pasaribu, S.E, Ak, M.M, C.A. secara resmi menutup seminar dengan tema, “Peningkatan Kemandirian Lembaga-Lembaga Umat Untuk Meningkatkan Kesejahtetaan Masyarakat Islam demi Mencapai Sumut Bermartabat” yang diikuti oleh 200 orang Nazir Masjid dan 50 pimpinan pondok pesantren se-Tapanuli bahagian Selatan ditambah utusan dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Tapanuli Tengah, Senin (7/1).

“Bahwa agama Islam merupakan konsep terbaik dalam mengelola kemiskinan melalui Zakat Infaq dan Shadaqoh. Sebanyak 85% penduduk Indonesia yang beragama Islam memiliki potensi zakat sebesar 217 Triliun yang apabila terdata, ter-input dan terkelola dengan baik maka persoalan kemiskinan akan segera teratasi,” Kata H. Gus Irawan Pasaribu dihadapan seluruh peserta seminar yang digelar di Pesantern Darul Mursyid Desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan.

Baca juga:  Kecamatan Batang Angkola Masuk Enam Besar Kecamatan Terbaik Tingkat Provsu

“Saya berharap dengan seminar yang dilakukan oleh Darul Mursyid ini bisa menjadi motivasi dan dilakukan lembaga lainnya seperti Badan Kenaziran Masjid dan Pondok Pesantren yang hadir,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Irawan sangat berbahagia dan bangga hadir di Darul Mursyid dengan berbagai prestasi yang didapat oleh siswa/i nya. Selain sekolah dengan segudang prestasi anak didiknya, Pondok Pesantern Darul Mursyid juga sudah memiliki pabrik kopi sendiri. Untuk itu Gus, Komisi VII DPR-RI yang dipimpinnya bermitra dengan riset dan teknologi akan mendukung sepenuhnya untuk teknologi pengolahan kopi di daerah ini.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Tapanuli Selatan Ir. Aswin Efendi Siregar, M.M. saat membacakan sambutan pidatonya, Bupati Tapanuli H. Syahrul M Pasaribu, S.H. mengapresiasi Pondok Pesantern Darul Mursyid yang telah melaksanakan kegiatan seminar tersebut dan ini juga menjadi bukti semakin berkembangnya pesantren dengan lahirnya peraturan Presiden RI no. 22 tahun 2015 yang menetapkan tanggal 22 Oktober menjadi hari Santri Nasional.

Baca juga:  Kapoldasu Lepas 1.100 Rider Peserta MAX II 2019 Jelajah Bumi Asahan

Lebih jauh Syahrul mengatakan bagi umat Islam, masjid dan pondok pesantern tidak hanya menjadi tempat ibadah dan sekolah semata namun memiliki memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan peradaban umat Islam, salah satunya dalam perekonomian.

“Sejarah telah mencatat masjid Nabawi oleh Rasulullah SAW difungsikan sebagai pusat ibadah, pusat pendidikan dan pengajaran, pusat penyelesaian problematika umat dalam aspek hukum (peradilan), pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui Baitul Mal (Ziswaf), pusat informasi Islam, hingga sebagai pusat pelatihan militer dan urusan-urusan pemerintahan Rasulullah, serta fungsi lainnya sehingga kesimpulannya, pada zaman Rasulullah, masjid dan pondok pesantren bisa dijadikan sebagai pusat peradaban Islam,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut Gus Irawan Pasaribu juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung serba guna Pondok Pesantern Darul Mursyid yang turut didampingi dan disaksikan oleh wakil Bupati Tapsel, Kepala BNNK Tapsel, Wakapolres Tapsel, Ketua Umum MUI Sumut Prof. Dr. H. Abdullahsyah, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Sumut, Drs. H. Sotar Nasution, Direktur Pondok Pesantern Darul Mursyid Jafar Syahbuddin Ritonga, Wakil Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang dan Sekretaris KNPI Tapsel Dolly Putra. P. (Martin)

Baca juga:  Industri Manufaktur Berperan Penting Genjot Investasi dan Ekspor

Editor : Arni Wahyu Ningsih, S.Pd.

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed