oleh

Waoo…Oknum Polres Cilacap Beraksi Layaknya Bak Preman

CILACAP, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Lagi-Lagi diskriminasi terhadap insan pers terulang lagi dan lagi, kali ini dialami oleh Mochamad Rosidin. salah satu wartawan dari media online “Sigap88 news.co.id” aksi diskriminasi ini terjadi pada saat awak media, lagi investigasi terkait pengambilan paksa terhadap Remaja (19 Tahun) yang tanpa surat pemberitahuan (Seprint) bahkan orang tua Remaja tersebut tidak diberi tahu.

Mohamad Rosidin Korwil Jawa Tengah media sigap88news.co.id. menceritakan kronologis kejadian berikut ceritanya; “Aksi diskriminasi yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum dari polres Cilacap, Kamis 25 Oktober 2018 pukul 22:30 WIB. Rumah saya didatangi sekitar 10 (sepuluh) orang yang berbadan tegap dan berpakaian preman, Karena saya, sebagian mengenal dengan jelas mereka adalah polisi aktif berdinas di Polres Cilacap (Jawa Tengah) dan dua orang lagi salah satunya kepala desa dan anggotanya.

Baca juga:  Tafsir Mimpi Berjalan di Kegelapan

Sebut saja : Hadi Nugroho jabatan; kanit 1 Reskrim Cilacap, dan Dua anggotanya beserta Primariani, Jabatan; kanit polsek Bantarsari dan dua lagi oknum Kepala Desa Bulupayung. sebut saja Sudir dan temanya.

“Sedangkan yang lainya diluar rumah untuk berjaga yang tidak diketahui jumlahnya anggota-Anggotanya. Kedatangan mereka menggunakan kendaraan dinas Polsek Bantarsari dan yang sebagian lagi menggunakan kendaraan roda dua.” terang Mohamad (korban)

Lanjut Mohamad.” Peristiwa tersebut dilakukan oleh oknum polisi cilacap berdalih sebut saja Kasat reskim menyuruh anak buahnya jemput bola di malam hari pada pukul 22:30, hari kamis 25/10/2018.

Mereka menanyakan sejauh mana penelusuran saya terkait temuan saya! Yang dikaitkan dengan Edi Purwanto Remaja 19 tahun. Baca: edisi sebelumnya dengan judul Diduga Oknum Polres Cilacap Culik Remaja

Baca juga:  Persiapan Launching dan Pengukuhan RPI di Yogyakarta

Mereka (oknum polisi red), dengan nada tinggi, hendak merampas seluler saya, ketika mereka menyadari kalau semua aktivitas mereka malam itu saya rekam, dan Alhamdulillah data Vidionya jelas dan suaranya juga sangat jelas dalam rekaman video tersebut terdengar, saya..! diancam dengan kata – kata layaknya seorang yang tidak beretika (preman) oknum tersebut berujar sangat lantang (Apa spean mau kayak Ratna Sarumpaet) dengan sorot mata melotot pada saya.” tegas Ahmad.

Mohamad menambahkan, “Atas kejadian di malam itu membuat keluarga saya shock berat dan ketakutan sampai-sampai istri saya tidak berani pulang kerumah bahkan istri saya pilih minggat ke rumah mertua, mas terang Ahmad.

Baca juga:  Cegah Virus Corona, Kodim 1402/Polmas Himbau Pasang Tempat Cuci Tangan di Tempat Umum

Dengan adanya kejadian ini saya akan menempuh jalur hukum, harapan saya Kapolres Cilacap meminta maaf secara terbuka mas, dan mengganti kerugian saya baik Materi dan Nonmateri.” pungkas Mohamad dengan nada kesal.

Ketika dikonfirmasi, Kamis (1/11) Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui via telephon, tidak dapat dimintai keterangannya. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed