oleh

Untuk Apa Berteman Kalau Akhirnya Bertengkar Terus.

Untuk Apa Berteman Kalau Akhirnya Bertengkar Terus.
Untuk Apa Berteman Kalau Akhirnya Bertengkar Terus.

PAMARTANUSANTARA.CO.ID| Ibnu Qudamah melalui kitabnya. Mengutip Mukhtasar Minhajul Qashidin, beliau berkata: Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut : orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid’ah, dan bukan orang yang rakus dengan dunia”.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. artinya seorang manusia butuh kehadiran manusia lain sehingga manusia itu sendiri bukan hanya harus berteman tapi memang membutuhkan berteman.

Harus kita sadari bahwa sebenarnya ada sisi positif dari berteman. Kita bisa merasa lebih bahagia karena keberadaan orang lain, terlebih tatkala kita dalam keadaan bersedih.

Kemampuan sosial kita dapat teruji karena kehadiran orang lain. bisa berempati, bertoleransi, Bersosialisasi karena keberadaan orang lain, suksesnya kita tidak terlepas karena keberadaan orang lain juga.

Baca juga:  Wakil Bupati Asahan Monitoring Pelipatan Kertas Suara

Namun, tidak semua orang bisa berteman dengan orang lain dengan akrab apalagi dalam hal-hal tertentu. Mungkin saja karena beberapa alasan yang bermacam-macam, tergantung pada selera pribadi masing-masing individu.

Dalam kisah pertemanan tak jarang di dapati orang yang bermuka dua dan menyembunyikan maksud tertentu dalam seiap perbuatannya demi kepentingan pribadi dan kelompoknya, maka bersyukurlah ketika ada seseorang yang tulus dalam pertemanan dan apa adanya dalam menjalani hidup.

Dalam kehidupan pertemanan kita akan bertemu dengan orang- orang dengan berbagai karakter yang berbeda-beda. Ada yang tulus, ada pula yang modus. Jika kita memiliki teman-teman palsu, maka pertemanan tidak akan berumur lama. Meski demikian, seiring waktu berjalan, kita akan mulai mengenali mana teman sejati dan mana teman palsu yang hanya mengambil keuntungan pribadi saja.

Baca juga:  DBH Pajak Desa Belum Dicairkan, Kabid Pemdes : Tidak Bisa Komentar

Dalam pertemanan, perbedaan pendapat dan pandangan merupakan sesuatu yang lumrah terjadi. Ketika hal tersebut terjadi, bertengkar bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikannya. ketika terjadi pertengkaran karena sudut pandang yang berbeda dengan teman, atau mungkin karena beda porsi pembagian, maka cara pertama adalah mencari mediator.

Persoalan hanya akan dapat terselesaikan dengan kepala dingin. mediator diharapkan mampu menurunkan ego kedua belah pihak sehingga pertengkaran pun tidak terjadi, sebab pertengkaran yang terjadi antara kedua teman maupun sahabat akan merugikan diri sendiri dan tidak menutup kemungkinan menguntungkan bagi orang lain yang menginginkan pertengkaran tersebut.

Merawat pertemanan harus, meski sungguh berat rintangannya. Sungguh rugi seseorang yang telah memiliki teman sejak lama namun kandas begitu saja di karenakan hal sedikit yang mungkin perlu di diskusikan ulang. Teman baru belum tentu seperti teman lama. tidak ada yang bisa menjamin jikalau teman baru lebih baik dari teman lama, dan tidak ada jaminan pula kalau teman baru tidak berbuat kesalahan yang sama seperti teman lama.

Baca juga:  Pabrik Karbon Hitam di Cilegon Bakal Tekan Impor Rp 1,5 Triliun

Orang-orang yang saling bersahabat di atas maksiat kepada Allah di dunia, di hari kiamat akan saling bermusuhan satu sama lain dan saling berlepas diri, kecuali mereka yang saling bersahabat di atas takwa kepada Allah.” (Tafsir At-Thabari).

 

(Anas Harahap)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed