oleh

Tragis Nasib Pekerja PMKS PT KMSA Mampang Diduga SPSInya Mandul

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Sudah setahun lebih nasib Datuk Muda Amran Siregar terkatung-katung atau belum mendapat juga keputusan dari pihak Manajemen PT Kuala Mas Sawit Abadi (KMSA) Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.

Anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) ini, berharap penuh di usianya yang ke 58 bisa mendapatkan advokasi atau pembelaan terhadap pihak pengusaha yang diduga telah merugikan dirinya.

“Sudah setahun lebih saya mengurus ke Ketua PUK SP. PPP SPSI juga ke Disnaker Labusel agar saya dipensiunkan oleh pihak manajemen PT KMSA PMKS Mampang. Bahkan hal ini sudah saya pertanyakan kemana-mana, namun yang saya harapkan belum juga dapat,” keluh Amran, Senin (24/9/2018).

Baca juga:  Tafsir Mimpi Menjadi Guru Pembimbing

Beliau mengatakan padahal permasalahan ini sudah mendapat anjuran dari Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu Selatan anjuran pemutusan kerja karena usia pensiun dan uang pesangon sesuai pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) tahun kali ketentuan pasal 156 ayat (4). Dan meminta PUK SP. PPP SPSI PT KMSA PMKS Mampang agar berunding dengan pihak perusahaan.

“Saya tidak kuat lagi bekerja pak, mau berhenti tidak mungkin karena pesangon itulah saya harapkan untuk hari senja saya pak,” ungkapnya dengan haru.

Sementara, Syahrul AR Ketua PUK SP. PPP SPSI mengatakan bahwa Datuk Muda Amran Siregar tidak mau dipensiunkan,”Sekarang bapak lihatkan dia masih bekerja,” katanya.

Baca juga:  Menguak Arti Mimpi Menyantap Makanan

Kata Syahrul, sudah berulang kali diminta persyarataannya yaitu photokofi surat anjuran dari Disnaker, KTP, BPJS, namun Amran tidak memberikannya.

“Itu aja diminta tidak pernah dikasihnya, klo penyelesaian ini tidak dipungutnya semua diurus SPSI dan tidak perlu dia ke Medan, ini pun akan diselesaikan secepatnya,”
katanya lagi.

Untuk cek dan ricek PAMARTANUSANTARA.CO.ID mengkonfirmasikan kembali kepada Datuk Amran Siregar, beliau mengatakan hal itu tidak benar, “Kalau aku tidak mau berhenti, untuk apa aku mengurus ini, dan bahkan hal ini sudah dimediasi oleh Disnaker Labusel juga sebelumnya sudah saya surati terlebih dahulu kepada manajer PT KMSA Mampang permohonan agar dipensiunkan. Pa pandai-pandaikan dia, sikit-sikit diajaknya ke Medan, percumalah saya punya serikat kerja yang tiap bulan saya membayar,” pungkasnya.

Baca juga:  Bayar Pakai Uang Rakyat, Listrik Dinas Perdagangan Labusel Nyala Terus

Kata Amran, hal ini akan selesai apabila beliau rela memberikan 10 % (sepuluh persen) hasil dari pesangonnya kepada Ketua PUK SP. PPP SPSI dan waktunya dibawa ke Medan. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed