oleh

Terparah, Pesisir Labuhanbatu Terendam Pasang Rob

Sejumlah Rumah di Kecamatan Panai Tengah Tergenang Banjir Rob atau Pasang Air Laut, Genangan Air yang Dikenal Dengan Sebutan Pasang Keling Menggenang sejak Beberapa Hari Belakangan.
Sejumlah Rumah di Kecamatan Panai Tengah Tergenang Banjir Rob atau Pasang Air Laut, Genangan Air yang Dikenal Dengan Sebutan Pasang Keling Menggenang sejak Beberapa Hari Belakangan.

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Fenomena air laut pasang kembali melanda pesisir Labuhanbatu, Sumatera Utara ( Sumut ), akibatnya banjir rob merendam sejumlah kecamatan di daerah itu, Jum’at (8/10/2021). Ketinggian air berkisar 30-50 centimeter diperkirakan sepinggang orang dewasa.

Informasi dihimpun, banjir rob terjadi di beberapa kecamatan yakni, Bilah Hilir, Panai Hulu, Panai Tengah, Panai Hilir dan sejumlah Desa dan kelurahan lainnya yang ada di kecamatan Pesisir Labuhanbatu, air pasang tahun ini diperkirakan merendam ratusan rumah warga ikut berdampak.

Pasang Keling Menggenang sejak Beberapa Hari Belakangan, Air Berwarna Kuning Kecoklatan itu Menggenangi Pemukiman Warga Sekitar 20 cm.
Pasang Rob Menggenang sejak Beberapa Hari Belakangan, Air Berwarna Kuning Kecoklatan itu Menggenangi Pemukiman Warga Setinggi 30 cm.

Fenomena alam tahunan yang biasa disebut ‘pasang keling’ ini, cukup merepotkan warga yang beraktivitas, Terlihat, air mulai memasuki kawasan padat penduduk saat menjelang pagi dan Magrib.

Rahmiati (32), ibu muda beranak tiga ini mengatakan bahwa banjir pasang terjadi sudah berlangsung 3 hari, pada pukul 06.00 pagi sampai beberapa jam kemudian baru surut, dan sore hari mulai pukul 17.00 sampai selesai Magrib.

“Banjir ini memang tiap tahun terjadi dan pasang kali ini terparah dari beberapa tahun yang lalu. Ya cukup mengganggu, tapi bagaimana lagi, terpaksa diterima,” kata Rahmiati, warga Dusun I, Desa Bagan Bilah Kec. Panai Tengah.

Ditempat terpisah, H.Wargimin (62) warga dusun Sei Cina, Desa Sei Rakyat mengaku, bahwa pasang keling ini sudah sering terjadi, bahkan sudah terjadi dua hari belakangan, namun pasang kali ini terparah sejak sepuluh tahun terahir.

“Hari ini kayanya pasangnya lebih besar dibanding hari sebelumnya, karena air sudah masuk ke dalam rumah, karena sebelumnya hanya menggenangi halaman dan jalan saja,” katanya.

Warga desa Meranti Paham Kec. Panai Hulu, Juga merasakan dampak pasang yang cukup parah dari tahun sebelumnya, masyarakat tidak punya pilihan lain dalam menghadapi fenomena alam ini. Dampak banjir menyebabkan jalanan lintas desa menuju ibu kota kecamatan menjadi rusak, berlubang dan berkubang, Atan (45), penduduk Dusun II Desa Meranti Paham, mengatakan masyarakat tidak bisa beraktivitas akibat badan jalan terendam, dirinya juga khawatir dengan kesehatan karena banyak sampah dan limbah tergenang di air.

“Sudah sering kalau banjir pasang ini bang, ya kita waspada aja sama hewan-hewan melata, seperti ular dan lainya, untuk barang elektronik kita letakan di tempat yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Masyarakat pun berharap kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu turut aktif membersihkan setiap gorong gorong jalan drainase parit agar air cepat mengalir dan tidak lagi menggenangi rumah warga. (Akmal Sagala)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed