oleh

Terkait ASN Yang Mabuk Asmara, Walikota Instruksikan Inspektorat dan BKD Menprosesnya

 

Kabag Humas Pemko Padangsidimpuan, Rahmad Irmansyah (baju putih) di ruang kerjanya.

PADANGSIDIMPUAN, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Terkait pemberitaan ASN yang sedang mabuk asmara sehingga terbuai dan menelantarkan istri serta ketiga putrinya, yang sempat viral di jejaring sosial media, akhirnya Magdalena (36) berhasil bertemu langsung dengan orang nomor 1 di kota Padangsidimpuan.

Magdalena yang berdomisili di Jl. HT. Nurdin, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan, memiliki 3 orang anak perempuan dari hasil pernikahannya dengan MT, yang merupakan salah seorang ASN di Kantor Kesbangpol Pemko Padangsidimpuan. Selasa (13/11) Magdalena sedikit merasa lega karena upayanya untuk mendapatkan keadilan karena telah ditelantarkan oleh suaminya MT, mendapat respon dari Walikota Padangsidimpuan.

Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution, melalui Kabag Humas Pemko Padangsidimpuan, Rahmad Irmansyah, mengatakan, bahwa Walikota telah mengintsruksikan dan memanggil langsung Inspektorat, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kota Padangsidimpuan, Gempar Nauli Hamonangan Nasution, S.Sos, MSp, agar menindaklanjuti laporan Magdalena, dan segera mempelajari kasusnya lebih mendalam lagi, sebelum memberikan sangsi kepada oknum ASN berinisial MT yang sedang bermasalah, sesuai dengan Perundang-Undangan yang berlaku, karena MT merupakan Aparatur Sipil Negara di jajaran Pemko Padangsidimpuan, kata Rahmad Irmansyah, di ruang kerjanya, Jl. Sudirman Eks Medeka di pertapakan kantor Walikota padangsidimpuan. Kamis (15/11).

Baca juga:  Diperingatan Hari Guru Ke-74, Walikota Kunjungi Beberapa Sekolah Dasar Di Padangsidimpuan

Dia menambahkan, kiranya ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua, dan untuk para ASN Kota Padangsidimpuan khususnya.

Di tempat terpisah, Inspektur Inspektorat kota Padangsidimpuan, Rahmad Marzuki NST, SH, mengatakan, “Benar kita telah dipanggil oleh Walikota Padangsidimpuan tentang hal tersebut, dan kita akan pelajari dulu kasusnya bang,” kata Rahmad Marzuki.

Ditanya tentang sangsi, Inspektur, mengatakan, “Menurut PP 53 Tahun 2010, tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, disana tertuang tentang penjatuhan hukuman disiplin terhadap pelanggarnya, apakah masuk dalam kategori hukuman sedang atau berat, jadi intinya harus kita pelajari dulu lebih mendalam masalahnya, dengan mengambil bukti dan keterangan-keterangan dari berbagai sumber,” paparnya.

Dia menambahkan, kita baru menerima surat laporan dari ibu Magdalena, yang melaporkan MT, suaminya telah “Main api” dengan teman sekantornya (Pegawai Honorer kantor Kesbangpol kota Padangsidimpuan) baru semalam, Selasa, 14 Nopember 2018 suratnya kita terima.

Baca juga:  Asisten II Perekonomian Setda Padangsidimpuan Pimpin Musrenbang Tingkat Kecamatan

Ironisnya, menurut keterangan MT, bahwa dirinya telah menggugat cerai istrinya (Magdalena) sejak 2-3 bulan yang lalu, dan sekarang masih dalam masa proses di Pengadilan Agama.

“Makanya saya belum bisa memberikan komentar tentang hukuman atau sangsi apa yang akan dijatuhkan kepada MT, sebelum kita temukan bukti dan keterangan-keterangan dari berbagai sumber yang berhubungan dengan masalah ini,” terang Rahmad Marzuki, melalui telepon selulernya, malam sekitar pukul 19.45 WIB. (C’jamS)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed