oleh

Tanpa Bantuan Pemkab, Himalabusel Yogyakarta Tetap Eksis

YOGYAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu Selatan Yogyakarta adalah organisasi daerah yang sering di singkat Himalabusel Yogyakarta, merupakan organisasi yang menjadi perkumpulan mahasiswa asal Labusel yang ada di Yogyakarta sebagai wadah berkumpul menjadi satu. Sebagai wujud silaturohmi sesama perantau saat menimba ilmu di perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta.

Organisasi berbasis ke daerahan ini sudah 7 (tujuh) tahun berdiri sejak lepas dari Kabupaten Labuhanbatu Induk pasca pemekaran menjadi kabupaten Labuhanbatu selatan sepuluh tahun yang lalu.

Namun sangat disayangkan, organisasi daerah ini belum mendapatkan legalitas dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai bentuk apresiasi adanya semangat perkumpulan mengatasnamakan Labuhanbatu Selatan.

Bukan hanya itu saja, organisasi daerah Himalabusel ini juga belum pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dengan suplai dana untuk menjalankan program dan kebijakan.

Baca juga:  Industri Komponen Topang Daya Saing Sektor Otomotif Nasional

Selama ini Pemkab Labusel cenderung kurang peduli pada organisasi berbasis pendidikan, padahal di luar Kabupaten Labuhanbatu Selatan banyak organisasi daerah yang membawa nama Labusel, diantaranya seperti Himalabusel Yogyakarta, Himalabusel Malang, Himalabusel Padang, Himalabusel Riau, Himalabusel Semarang, Himalabusel Jakarta Raya, Himalabusel Bandung, dan masih banyak lagi himpunan mahasiswa yang membawa kedaerahan dari Labuhanbatu Selatan yang tersebar hingga pelosok negeri.

Terkait hal itu, ketua Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu Selatan (HIMALABUSEL) Yogyakarta Aidil Khawarizmi Siregar menyatakan kepada PAMARTANUSANTARA.CO.ID Senin (17/9) di Yogyakarta.

Himalabusel Yogyakarta sejauh ini komitmen untuk memberi bukti kepada seluruh mahasiswa labuhanbatu selatan yang tersebar hingga pelosok negeri.

Adil menjelaskan Bahwa, “Kemandirian tidak perlu dipikirkan saja, namun kita butuh usaha yang lebih kuat lagi, tekat yg lebih tebal lagi agar tetap mampun menghidupi organisasi”, tegasnya.

Baca juga:  Polri Jelaskan Alasan Presiden Jokowi Tak Ditilang Karena Tak Nyalakan Lampu Motor

Dia juga menambahkan, Bahwa hal ini tidak sama sekali dilatar belakangi oleh keterbatasan komunikasi Himalabusel Yogyakarta dengan pemkab labusel. Namun, dengan upaya kami selama kurang lebih 7 (tujuh) tahun berdiri mandiri diharapkan mampu menjadi sebuah motivasi bagi pejabat daerah.

Tambahnya lagi, “Angin Segar bagi masyarakat Labuhanbatu Selatan bahwa ketika kita punya mimpi untuk membangun daerah, yang kita perlukan utamanya adalah kebersamaan dan tidak tunduk pada kata menyerah,” tutupnya.

Terkait hal itu memang sejauh ini pemkab labusel terkesan bersikap sebelah mata, kondi itu tentu kontras dengan perana organisasi daerah sebagai representa dari pemkab. Padahal terbukti bahwa organisasi daerah selalu membawa logo kabupaten labusel sebagai bingkai identitas ketika melaksanaka kegiatan.

Baca juga:  Berkas Perkara 2 Penyerang Novel Rampung, Polri Tunggu Kejaksaan

Hal itu mengisyaratkan betapa besar rasa nasionalisme mahasiswa asalah kabupaten labuhanbatu selatan untuk mengenalkan daerahnya di luar pulau sumatera. (Akmal Sagala)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed