oleh

Sumbar Tempat Lahir Teroris, Tokoh Eksekutif Mahasiswa Sumbar Angkat Bicara

Sumbar Tempat Lahir Teroris, Tokoh Eksekutif Mahasiswa Sumbar Angkat Bicara
Sumbar Tempat Lahir Teroris, Tokoh Eksekutif Mahasiswa Sumbar Angkat Bicara

YOGYAKARTA, PAMARTANUSANTARA.co.id | Analisis dari pengamat terorisme disalah satu universitas yang ada di Indonesia, berinisial (AL), mengatakan ada ribuan bibit teroris di Sumbar (Sumatera Barat) membuat sejumlah tokoh Minangkabau angkat suara.

Salah seorang pengurus Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana (DPP- Imamipas) di Yogyakarta, yang juga bagian dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (DPP HMPI) Islami Fatwa,S.Pd.,ST.,Gr. Selasa, (15/8) Angkat bicara, mempertanyakan dan meminta agar ada klarifikasi secara ilmiah, untuk membuktikan pernyataan tersebut yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat karena sudah berupa tuduhan yang meresahkan penduduk diseluruh indonesia, khususnya Sumatera Barat.

Saat PAMARTANUSANTARA.co.id menyambangi kediaman beliau di Yogyakarta, Islami menegaskan sebaiknya seorang dosen tidak asal bicara dalam mengungkap sesuatu kasus, “Buktikan dong secara ilmiahnya, jangan asal omong doang, jangan bercanda dengan pernyataan teroris itu. Semua orang terdidik sudah paham tentang terorisme, bahwa itu merupakan suatu tindakan serta perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban, yang bersifat massal, dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional baik yang ditimbulkan oleh ucapan, pernyataan, maupun kekerasan lainnya,” pungkasnya.

Baca juga:  Banjir Bandang Landa Desa Pematang, Himalabura Yogyakarta Angkat Bicara

Beliau mengutuk keras berita yang banyak beredar di Sumbar, tentang tanah kelahirannya itu. Menurutnya itu suatu hal tidak terpuji yang digiring dalam suasana kontestasi politik yang sedang berlangsung dinegeri ini. Tentunya, itu akan menimbulkan rasa takut bagi kalangan masyarakat bawah yang belum memahami arti dan efek terorisme, bahkan jika kita tarik benang merahnya, mengucap teroris atau menyebut kata Bom saja ditempat umum dikenai pidana.

“Apalagi ungkapan seperti yang sudah tersebar dibeberapa media khususnya sumbar. Inikan bisa dikatakan aksi teroris dalam hal membangun rasa takut serta kegaduhan masyarakat khususnya di ranah minang, juga membangun efek negatif bagi pembangunan sumatera barat,” tambahnya.

Baca juga:  Sambut Mahasiswa Baru, Himalabusel Yogyakarta Gelar Tradisi Mangupah Upah

Beliau juga menegaskan bahwa Sumatera Barat itu tempat lahirnya alim ulama, cadiak pandai yang turut andil membangun negeri ini dimasa lampau, Bukan tempat lahirnya teroris.

“Jangan pura pura lupalah, janganlah menggiring isu yang tidak baik ke Sumbar dimoment kontestasi politik ini, Bukit tinggi itu kota wisata jam gadang, semua orang sudah mengetahui itu tempat wisata, siswa SD juga paham itu lokasi wisata, Tidak ada disana pelatihan teroris, apalagi penjual garam yang diindikasikan sebagai lahan penunjang ekonomi teroris seperti yang di utarakan seorang dosen ber-inisial (AL). disana tidak ada laut, tau apa dia tentang sumbar. Jika ada yang di ungkapnya, mana datanya..? Buktikan donk secara ilmiahnya, jangan buat skenario yang menakutkan masyarakat donk, sumbar ini sejak berdirinya negeri ini aman aman saja, damai damai saja. Tolonglah jangan paksakan kehendak yang dapat merusak tatanan kenagarian sumatera barat,” tegas Islami di Yogyakarta. (Akmal Sagala)

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed