oleh

Sosialisasi Undang-Undang No 35 Tahun 2014, Dilarang Merokok di Lingkungan Sekolah

PADANGSIDIMPUAN, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Dunia pendidikan merupakan bagian yang terpenting dalam membina moral, mental serta dedikasi seorang anak didik. Dalam kondisi seperti ini di harapkan agar setiap tenaga pendidik wajib memperhatikan dan juga mentaati tiap tiap dari kebijakan-kebijakan yang berlaku di sekolah, guna memberi pendidikan moral kepada para siswa ataupun para muridnya dengan penuh konsistensi. Maka diharapkan para murid agar bisa meneladani sifat dari tenaga pendidik. Namun sangat disayangkan, ternyata masih ada beberapa oknum pendidik yang kurang dapat memahami akan hal tersebut.

Menurut dari pengakuan beberapa orang murid SMP di Kota Padangsidimpuan, bahwasanya ternyata masih ada beberapas orang oknum guru yang masih saja merokok di dalam kelas saat mengajar.

Baca juga:  Masyarakat Kota Padangsidimpuan Nantikan Perhatian Walikota

Hal tersebut disampaikan kepada Juli Zega (Divisi Advokasi Yayasan Burangir), yang menjadi narasumber dalan acara sosialisasi tentang Undang-Undang No.35 Tahun 2014, dalam sepekan ini.

Dalam kesempatan itu, Juli Zega sangat terkejut saat mendengar keluhan siswa tersebut dan merasa kecewa kepada oknum guru tersebut.

Menurut Juli, seharusnya oknum guru tersebut bisa lebih paham dalam mematuhi segala aturan di sekolah mengingat kedisplinan di lingkungan sekolah sangat tinggi. Terlebih bahaya merokok sudah jelas-jelas diketahui bersama baik perokok aktif maupun perokok pasif.

“Bayangkan ketika seorang guru mengajar sambil merokok dan anak didiknya ikut menghisap asap rokok itu, sungguh tidak beretika dan manusiawi, kemudiam kita sudah ada Peraturan Daerah yang mengatur kawasan tanpa rokok salah satunya sekolah dan saya yakin itu sudah diedarkan du setiap sekolah namun kenapa masih saja ada oknum guru yang tidak mentaatinya. Lalu bagaimana kita dapat mendidik moral anak-anak didik kita lagi, kalau kita sebagai pendidik saja tak bisa menjalankan aturan itu,” kata Juli.

Baca juga:  DPW IMA Tabagsel Laksanakan Konsilidasi dan Kaderisasi

Beliau juga menambahkan bahwa fenomena anak SMP hari ini sangat berbeda dan itu dibuktikan dimana hampir di setiap sekolah yang dikunjunginya rata-rata siswa laki-lakinya telah menikmati yang namanya rokok dan juga terlibat kenakalan ngelem. Lalu bagaimana seorang guru dapat mencegah muridnya, untuk tidak terjerumus kepada perilaku buruk tersebut, apabila guru saja melanggar aturan yang ada.

“Saya harapkan kesadaran kita semua dalam menjunjung tinggi moralitas diri dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan khususnya Dinas Pendidikan untuk lebih memberi penegasan ke sekolah-sekolah agar lingkungan sekolah bebas rokok itu benar-benar di implementasikan karena kita saat ini sedang giatnya juga berjuang untuk mewujudkan sekolah yang ramah kepada anak,” pinta Juli. (Mart)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed