oleh

Siswa Minum Kencing, Tanggal Surat Perjanjian Perdamaian di SDN 112255 Sungai Kanan Diduga Direkayasa

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Insiden di SDN 112255 Aek Gambir, Desa Marsonja Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan telah mencoreng nama baik pendidikan di Indonesia. Pasalnya kepala sekolah (kepsek) tersebut, diduga telah menyuruh siswanya minum air bercampur kencing. Kejadian ini terjadi 2 Agustus 2018.

Disurat perjanjian perdamaian telah dilakukan perdamaian tanggal 3 Agustus 2018. Sementara insiden ini diketahui setelah adanya laporan Ketua DPC LPK Kabupaten Labuhanbatu Raya Munawir Sadzali Ritonga ke pihak Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan.

“Saya heran mengapa surat perjanjian perdamaian dibuat 3 Agustus. Sementara, hal ini diketahui atas laporan saya, karena adanya keberatan dari salah satu orangtua siswa atas perlakuan kepsek Aek Gambir itu,” kata Nawir yang juga Wakil Pemimpin Redaksi Media Online Pamarta Nusantara.

Baca juga:  Arti Mimpi Makan Nasi Basi!

Kata Nawir, pada 7 Agustus permasalahan ini dilaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, lalu beri perintah ke UPT Sungai Kanan untuk turun ke Sekolah tersebut. 8 Agustus UPT meninjau dan mengkroscek ke lapangan, dan 16 Agustus, UPT membuat surat perjanjian perdamaian.

“Tanggal 8 Agustus UPT turun ke sekolah, saya tidak tau apa berita acara mereka. Kemudian tanggal 16 UPT turun lagi, kebetulan kami saling papasan disana. Malamnya saya ditelephon UPT, katanya bahwa orangtua siswa sudah berdamai, dan tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya, Rabu (24/10).

Dia sangat menyesalkan perdamaian yang dilakukan sepihak. Padahal, sampai saat ini ada satu siswa lagi, yang tidak mau masuk sekolah, disebabkan atas kejadian 2 Agustus itu.

Baca juga:  BRI Kotapinang Adakan Gathering Agen BRILink se Labusel

“Kalaulah memang benar berdamai kenapa saya tidak diajak buat menyaksikan perdamaian itu, KUPT Sungai Kanan bu Derwana kan tahu, bahwa saya adalah orang yang peduli akan masalah ini. Dan perdamaian itu tidak benar sebab yang bermasalah itu ada empat siswa, mengapa hanya tiga orang yang UPT upayakan untuk berdamai, yang satunya lagi bagaimana nasibnya. Menurut saya ibu kupt tidak punya pengalaman menjadi pemimpin,” pungkasnya.

Sementara, Derwana KUPT Dinas Pendidikan Sungai Kanan, mengatakan “Permasalahan 2 Agustus, sampai berita ke saya tanggal 7, saya kroscek tanggal 8, kemudian saya tidak puas, saya lakukan peninjauan kembali tanggal 16, ternyata mereka sudah berdamai pada tanggal 3 itu,” kata Derwana, Selasa (23/10).

Baca juga:  Pemkab Labusel Hadiri Peringatan Hari Pers Nasional.

Terkait hal ini Fatimah Tanjung Kepala SDN 112255 Aek Gambir, tidak dapat dimintai keterangannya. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed