oleh

Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara

PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Desa Pasir Bara Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara, ternyata memiliki sejarah yang unik sebelum menjadi suatu desa.

Jarak dari Kecamatan Halongonan Timur bekisar 8 Kilometer, melalui jalan tanah dan melewati kebun-kebun masyarakat. Namun, jalan-jalan di dalam Desa Pasir Bara sudah pada dirabat beton oleh Pemerintah desa setempat sehingga di desa ini terlepas dari kesan ala pedesaan.

Zulfahri Siregar dengan gelar Tongku Humala Said Siregar, dan juga selaku Kepala Desa Pasir Bara sekarang ini menceritakan awal terbentuknya Desa tersebut, yang diceritakan secara turun temurun.

Desa Pasir Bara terdapat lima keturunan yang turun temurun masih hidup damai dan sejahtera. Dari ayah, anak, cucu, cicit, dan sanggah. Sekaligus pendiri desa atau disebut dulunya pendiri kampung. Yaitu,

Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara

Jasukander Siregar ayah dari Baginda Imom Siregar (Ayah),

Tongku Muhammad Siregar (Anak),

Sutan Raja Imom Siregar (Cucu),

Kihajar Dewantara Siregar (Sanggah). Dan sampai sekarang Desa Pasir Bara tetap dipegang oleh keturunan pendiri desa tersebut.

Baca juga:  Pemkab Sukabumi Targetkan Program Kota Tanpa Kumuh di 6 Kecamatan Dan 58 Desa

Pada saat zaman Belanda, desa ini pernah dijadikan sebagai tempat musyawarah para raja, untuk mendiskusikan masalah adat istiadat maupun budaya agar tercipta ketertiban dan kerukunan antara kampung. Tempat musyawarah itu terletak di tengah-tengah pulau kecil sungai Batang Galoga, dan para raja hanya duduk beralaskan pasir. Setelah musyawarah dilaksanakan, secara simbolis senapan pamungkas ditembakkan 3 kali ke atas dengan suara gemuruh pertanda berakhirnya musyawarah.

Berada di dataran yang subur seluas 3.000 hektar, Desa Pasir Bara pada kala itu, memiliki adat istiadat perkawinan yang unik, yaitu tidak akan dilaksanakan suatu pesta perkawinan sebelum menyembelih kerbau yang bewarna kuning atau pada saat itu dinamakan kerbau badar.

Dialiri dan dilintasi sungai Batang Galoga yang tak pernah kering sampai sekarang ini, ternyata sungai ini juga meninggal kisah. Pada saat zaman ekonomi rekan baru (Zaman Erba) atau sekitar Tahun 1950-an, pasir dan batu dari sungai Batang Galoga dijadikan bahan untuk pengerjaan jalan dari arah Langgapayung, Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, menuju ke Gunung Tua, Kabupaten Kabupaten Padang Lawas Utara. Dan pada saat itu, Pasir Bara sudah menjadi desa yang dipimpin oleh Baginda Imom Siregar dan juga merangkap sebagai Kepala Desa Rondaman.

Baca juga:  Polres Tapanuli Selatan Gelar Buka Puasa Bersama
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sungai Batang Galoga

Sopo Godang yang masih berdiri kokoh di Desa ini, sebagai saksi bisu sejarah. Awalnya, Pemerintahan Desa Pasir Bara dibawah Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan, Desa Pasir Bara tergabung ke Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara. Seiring berjalannya waktu, Kecamatan Halongonan pun dimekarkan Desa Pasir Bara dimasukkan ke wilayah administrasi di Kecamatan Halongonan Timur sampai sekarang.

Disaat penabalan menjadi Desa Pemerintahan, diadakanlah pesta adat dengan sebutan horja godang, yaitu mulai dari margondang, manortor tujuh hari tujuh malam, memotong kerbau tujuh ekor dan lembu tujuh ekor juga pemotongan kambing untuk upah upah dengan mengundang raja raja, tokoh tokoh adat dari desa lainnya, untuk meminta persetujuan martabal adat desa/membuat desa baru yang disetujui oleh Wakil Ketua Dewan Negeri Halongonan yang bernama Mangaraja Heteurat dan Anggota Dewan Negeri Halongonan Patuan Muda. Mangaraja Hiteurat, langsung mengangkat pemimpin kampung Pasir Bara kepada Baginda Imom Siregar, untuk sementara sekaligus kepala desa. Dan selesai penabalan adat istiadat budaya dan pemerintahan desa harus disetujui oleh beberapa kepala kepala kampung di daerah Halongonan dan sekitarnya.

Baca juga:  RI-Korsel Kolaborasi Riset Penopang Industri 4.0
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Holongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Kantor Desa Pasir Bara

“Kepala Desa Pasir Bara sempat diberikan Baginda Imom Siregar kepada Sokku Siregar dengan gelar Baginda Di Laut untuk sementara, kurang lebih dua tahun pada tahun1950 sampai 1952.” Ungkap Drs. H. Sahrul Latif Siregar S.H., M.M., M.SI dengan gelar Oppu Raja Parlaungan Siregar, tokoh masyarakat Desa Pasir Bara yang juga masih keturunan pembuka kampung.

Setelah sah menjadi desa, acara adat budaya manortor, margondang tujuh hari tujuh malam sampai selesai sampai sekarang masih dipakai masyarakat di Desa Pasir Bara ini.

Sekarang ini, Desa Pasir Bara tetap masih dipegang oleh keturunan Jasukander Siregar pembuka Kampung. Yaitu Zulfahri Siregar dengan gelar Tongku Humala Said Siregar. (ZPN)

Komentar Sahabat Pamarta

Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
Sejarah Terbentuknya Desa Pasir Bara Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

News Feed