oleh

Refleksi Dahulu, Kini dan Esok, di Harkitnas

The Founding Fathers kita pernah berpesan,” Jangan sekali-kali melupakan sejarah,”Jas Merah

20 Mei merupakan hari bersejarah bagi rakyat Indonesia, yang kini kita peringati setiap tahunnya, “Hari Kebangkitan Nasional” juga merupakan cikal bakal persatuan seluruh pemuda di bumi nusantara yang bersumpah suci atas nama Indonesia siap sedia satu tanah air dan bangsa, serta menjunjung tinggi bahasa persatuan Indonesia, dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan budaya.

Para pendiri kita sudah tuntas dengan perbedaan yang merupakan salah satu kekuatan negara kesatuan seperti Indonesia. Dengan berbekal kesadaran itu mampu mengusir penjajahan yang berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tahun di bumi pertiwi hingga mampu mengantarkan kemerdekaan yang di proklamirkan Sukarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.

Baca juga:  Tidur Sepanjang Hari Selama Puasa, Batalkah?

20 Mei, menandakan lahirnya semangat nasionalisne dan semangat pemuda yang berjuang untuk merdeka. Peringatan ini bukan sebagai peringatan sejarah belaka karena mengandung makna tersirat didalamnya.

Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum untuk merefleksikan perjuangan yang nantinya diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan negara. Selama ini kita hanya mengetahui sejarahnya tanpa perubahan apa-apa sehingga apa yang terjadi di masa lalu hanya sebagai angin lalu belaka, sehingga kebangkitan nasional selama ini masih dianggap sebagai periode sejarah bagi bangsa ini.

Oleh : Ani Ramayanti Aktivis Muda Jawa Barat, Bandung 20 Mei 2018.

Sudah saatnya kita bangun dari mimpi yang panjang. Negeri ini butuh orang-orang yang berkualitas didalamnya. Semangat pemuda jangan pernah surut dalam berkarya dan pemerintah harus juga melihat rakyat ke bawah.

Baca juga:  Sumatera Barat Cadiak Pandai

Ada beberapa hal kenapa bangsa ini belum berkembang dan belum bangkit seperti yang dicita-citakan para pahlawan dizaman dahulu;
Pertama. Masalah Politik.
Sistem politik di Indonesia yang masih sarat dengan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) menjadi keruntuhan pertama bagi bangsa Indonesia “masih begini-begini aja”

Kedua, keadaan sosial masyarakat yang majemuk menghadirkan masalah yang kompleks. Pembangunan yang tidak merata pada sebagian besar masyarakat pun menjadi pemicu terjadinya diskriminasi. Masalah sosial ini bersumber dari kesenjangan sosial yang ada dimasyarakat.
Dengan sikap bangsa indonesia yang mudah terpecah belah, dan lain sebagainya membuat bangsa ini belum maju.

Dengan adanya refleksi hari kebangkitan nasional ini kita bisa menjadi bangsa yang berdedikasi bukan menjadi bangsa yang penuh imitasi. Menjadi bangsa yang berkarya bukan menjadi pemimpi. Dan semoga Indonesia terus menjadi sebuah negara yang maju kedepannya.

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed