oleh

Ratusan Warga dan Mahasiswa Demo Kades Sei Penggantungan

Ratusan Warga dan Mahasiswa Demo Kades Sei Penggantungan

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Ratusan warga dan mahasiswa Desa Sei Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (16/9), melakukan unjuk rasa ke kantor Desa Penggantungan. Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga terkait penggunaan dana desa dan menyoroti kinerja Kepala Desa Penggantungan.

Ratusan massa tersebut dihadiri dari setiap dusun yang berada di Desa Penggantungan, yang berkumpul di Pintu Air dan berjalan sambil menyayikan lagu Indonesia Raya sebelum sampai ke kantor desa.

Sampai di kantor Desa Penggantungan, Adam Hasibuan selaku koordinator lapangan, langsung ber orasi menyampai tuntutan masyarakat, “Kami meminta kepala Desa Sei Penggantungan segera memberikan fhoto copy laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDes tahun 2018 Sei Penggantungan.” Pungkasnya.

Kedua, “Kami meminta kepala Desa Sei Penggantungan segera memberikan fhoto cofy bestek pembangunan desa bidang pekerasan jalan, pembuatan badan jalan, box culvert dan pembangunan sumur bor Tahun 2018.”

Ketiga, “Meminta kepala desa memberikan kepada kami fhoto cofy peraturan Desa Sei Penggantungan beserta RPJMDes tahun 2018-2019.”

Keempat, “Meminta kepala desa memberikan penjelasan kepada kami terkait realisasi pelaksanaan APBDes tahun anggaran 2018, bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pelaksanan pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat. Yang mana poin poin pertannyaan tersebut terlampir.”

Baca juga:  Plt. Bupati Labuhanbatu Membuka Sosialisasi Perda No 3 Tahun 2018 Tentang IPR

Kelima, “Meminta kepala desa memberikan penjelasan kepada kami terkait pembuatan plang APBDes Tahun 2019.”

Keenam, “Meminta kepala desa memberikan penjelasan kepada kami terkait realisasi APBDes tahun anggaran 2019 yang saat ini masih berjalan, Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pelaksanan Pembangunan Desa Dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Yang mana poin poin pertannyaan tersebut terlampir.

Ketujuh, “Meminta kepala desa memberikan penjelasan kepada kami terkait pemindahan pembangunan sumur BOR dusun II yang dipindahkan ke Dusun VIII Kebun Sayur.”

Kedelapan, “Meminta kepada BPD Sei Penggantungan segera mengusulkan pemberhentian anggota BPD Sei Penggantungan yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota BPD sesuai dengan UU No 6 thn 2014 tentang desa dan peraturan mendagri No 110 thn 2016.”

Kesembilan, “Meminta kepala desa menjelaskan siapa supplier material pembangunan Desa Sei Penggantungan 2018 Dan 2019.”

Baca juga:  Hujan Deras Picu Tanah Longsor, 2 Orang Dibawa ke Rumah Sakit

Kesepuluh “Meminta kepala desa menjelaskan kepada kami SILPA tahun 2018.”

Kesebelas “Meminta kepala desa agar menghadirkan seluruh perangkat desa beserta Pengurus BUMDES, LKMD, KARANG TARUNA, PKK dan Seluruh Pengurus BPD dikantor Kepala Desa untuk ikut serta memberi penjelasan tentang realisasi pelaksanaan APBDes 2018 dan 2019 yang berkaitan dengan mereka.”

Kedua belas, “Meminta kepala desa memberikan kepada kami laporan pertanggung jawaban BUMDES tahun 2018.”

Ketiga belas “Meminta Kepala desa beserta perangkatnya agar meningkatkan pelayan kepada masyarakat dalam hal apapun dan menjaga etika dan tatak rama dalam melayani masyarakat.”

Selain dari tuntutan yang dibacakan Adam Hasibuan dalam orasi juga meminta kepala desa segera melakukan penyerahan hadiah secara simbolis kepada masyarakay yang menjadi pemenang kompetisi bola serta meminta maaf kepada warga Dusun I Sei Penggantungan atas kebijakannya yang semena – mena dan terkesan memecah belah masyarakat.

Setelah menyampaikan tuntutan masyarakat, Kepala Desa Penggantungan belum juga dapat ditemui.

Baca juga:  Panglima TNI Bersama Kapolri Kunker Ke Solo Raya

Lalu orasi pun disambung oleh Riski “Kami minta kepala desa agar mengklarifikasi adanya temuan masyarakat di lapangan soal bangunan perkerasan jalan dan pembuatan jalan yang kami lihat tidak seauai bestek atau plang proyek seperti pembuatan badan jalan dusun III desa sei penggantungan yang mana di pelang proyek tertulis 3 x 1000 m namun saat kami cek kelokasi pembuatan badan jalan tersebut tidak sampai 3 m.” Pungkasnya.

Nyaris terjadi kericuhan dikarenakan Kepala Desa Penggantungan tidak mau keluar dari ruangannya untuk menanggapi aksi tersebut.

Massa aksi pun memaksa masuk namun para kadus dan anggota BPD berupaya menghalangi masyarakat.

Tidak berselang lama akhirnya Kepala Desa Penggantungan keluar dari ruangannya dan meminta tanda tangan dari peserta unjuk rasa.

Terkait hal tuntutan masyarakat, Sapon Rinaldi Kepala Desa Penggantungan mengatakan bahwa LPJ thn 2018 sudah kami kirim ke Inspektorat. Dan Kepala Desa Penggantungan juga memberikan jawaban secara tertulis, dengan memberikan fhoto copy Perdes Tahun 2018. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed