oleh

Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani

PALAS, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas (Palas) dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara, pada tanggal 11 Februari 2019, mereka untuk kedua kali periodeisasi. Kembalilah Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarnawi Pasaribu memimpin Palas.

Masyarakat yang memberikan amanah melalui pesta demokrasi, terpilihlah mereka kembali memimpin Palas. Kepercayaan, tanggjung jawab dan harapan masyarakat Palas kembali diberikan kepada Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarnawi Pasaribu, untuk kembali memimpin dan membangun Padang Lawas (Palas) yang tercinta ini.

Terhitung sejak 11 Februari 2019 bupati dan wakil bupati, berjalanlah segala visi-misi bupati dan wakil bupati untuk membangun Palas. Ada beberapa visi misi yang ia ingin capai pada masa kepemimpinannya di antaranya adalah, terwujudnya masyarakat Kabupaten Padang Lawas yang bercahaya, untuk mencapai visi tersebut Ali Sutan dan Ahmad Zarnawi Pasaribu.

Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani

Mereka memaparkan terhadap masyarakat adalah dengan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang sejahtera dan berahklak mulia, meningkat daya saing daerah yang berbasis pada potensi local, dengan menjaga kelestarian lingkungan, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Adapun juga misi dari bupati dan wakil bupati adalah meliputi kehidupan beragama dan akhlak mulia, pendidikan, kesehatan, penanggulangan lemiskinan, pengembangan sektor unggulan secara terpadu, peningkatan sarana dan prasarana publik, lingkungan hidup, birokrasi dan tata kelola pemerintahan, ketentraman ketertiban dan penanggulangan bencana, kepemudaan dan lainnya.

Tidak terasa satu tahun sudah berlalu kepemimpinan bupati dan wakil bupati Padang Lawas yang bertepatan pada tanggal 11 februari 2020, visi misi yang ia ingin capai begitu luar biasa, akan tetapi itu hanyalah mimpi belaka untuk masyarakat.

Visi misi itu hanyalah untaian kata yang berlalu untuk meyakinkan masyarakat di kabupaten yang tercinta ini, bahwasanya ia layak melanjutkan kepemimpinanya lagi kedua periodenya, begitu banyaknya permasalahan yang terjadi di kabupaten yang kita cintai ini, selama satu tahun kepemimpinanya kita sama-sama bisa melihat kesenjangan yang terjadi di berbagai aspek untuk peningkatan Kabupaten Padang Lawas.

Kita coba mencermati membahas dari segi visi bupati dan wakil bupati, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang sejahtera, apakah ini sudah bisa kita rasakan selama satu tahun kepemimpinanya, walaupun ini adalah cita-citanya selama 2019 – 2024 sudah ada perubahan yang signifikan kita rasakan sebagai masayarakat, sayangnya selama satu tahun kepemimpinannya masih jauh dari harapan dengan meningkatnya kualitas kehidupan dan masyarakat sejahtera berakhlak mulia.

Baca juga:  Pimpinan PT Indojaya Agrinusa Japfa Comfeed Sumatera Berkunjung ke Poldasu
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani

Bagaimana ini bisa tercapai untuk jangka lima tahun sedangkan satu tahun tidak ada perubahan yang terjadi. Coba kita lihat dari segi pendidikan masih banyak siswa-siswi yang putus sekolah dikarenakan pergaulan bebas yang mengakibatkan nikah muda, narkoba dan lain-lainya, karena kita melihat kurangnya perhatian dari dinas pendidikan memberikan kegiatan kegiatan yang positif untuk generasi muda, maupun sosialisasi untuk generasi muda.

Bagaimana mana mau mencapai peningkatan kualitas dan sejahtera di kabupaten kita ini, kalau generasi mudanya rusak dan tidak berkulitas, siapa yang mau disalahkan? Saya, atau pemimpin kabupaten ini yang berjanji, tapi tidak adanya realisasi janjinya untuk generasi muda.

Saya mengingat kata-kata Jendral D.I Pandjaitan, generasi mudalah darah negara bila generasi muda tidak memiliki rasa nasionalisme maka hancurlah negara tersebut, dan ini bukan salah dari dinas pendidikan saja tetapi salah dinas sosial dan dinas kesehatan juga, tapi pada intinya ini adalah salah Bupati dan Wakil bupati tersebut, karena merekalah pemimpinnya.

Saya masih ingat sekali perkataan tokoh Indonesia Bapak Anis Rasyid Baswedan, ketika kita menginginkan negara kita ini sebagai bangsa yang maju dan memiliki karakter yang bagus, maka yang perlu kita perbaiki adalah dari segi pendidikan kita.

Ketika pendidikan ini bisa berjalan maka moral serta segala betuk karakter rakyat Indonesi bisa lebih baik, dan pada saat pendidikan kita mulai membaik maka indonesia akan bisa bersiap melangkah menjadi negara maju.

Ini juga perlu sebagai acuan yang paling utama untuk seluruh penjuru bagian di NKRI, terutama di Kabupaten Padang Palas. Ketika kita berbicara soal tentang peningkatan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, darimana kita bisa mengatakan adanya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sejahtera. Sementara kita masih melihat banyaknya angka kemiskinan dan permasalahan pendidkan yang begitu kompleks di Kabupaten Padang Lawas.

Menurut badan pusat statistic, dengan banyak 8,28% yang setara dengan 23,17 ribu jiwa, begitu mirisnya kita melihat kinerja Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas, yang tidak begitu serius dalam menangani peningkatan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat yang sesuai dengan visinya.

Melihat dari banyaknya investor-investor yang berbentuk perusahaan-perusahaan besar yang tidak begitu dimaksimalkan oleh pihak pemerintah daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Padang Lawas, dan mirisnya melihat kondisi perusahaan-perusahaan ini, terkesan amburadul karena menurut direktur eksekutif lemkapi Edi Syaputra hasibuan hampir 23 perusahaan perkebunan sawit tidak mengantongin izin atau bermasalah, dan ini perlu perhatian khusus dari bupati dan wakil bupati uuntuk lebih memperhatikan perusahaan perusahaan yang berdiri di Padang Lawas, terutama tentang pengelolan linkungan karna kita melihat tidak adanya kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat setempat untuk mensejahterakan, baik pendapatan juga membantu meningtkan pendidikan dan kesehatan.

Baca juga:  Polri Buru Akun Medsos yang Ajak Pelajar Demo di DPR RI

Kita selaku masyarakat Padang Lawas merasa prihatin atas kondisi satu tahun kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarnawi Pasaribu. Begitu kecewanya kita tentang visi yang ia paparkan tentang pengelestarian lingkungan, pada hakikatnya fakta yang kita temukan banyaknya hutan lindung yang ditebangi mengakibatkan banjir yang efeknya terhadap masyarakat Padang Lawas.

Kita baru saja melihat begitu banyaknya bencana alam yang kita temui di kabupaten Padang Lawas, contohnya banyaknya hancurnya jembatan serta longsor karena besarnya debit air yang mengakibatkan hancurkan jembatan di Padang Lawas, seperti jembatan di Desa Saba Hotang Kecamatan Barumun dan Desa Hukum Kecamatan Sosopan.

Dan masih banyaknya pembangunan irigasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, yang mengakibatkan banyaknya rumah warga di Kabupaten Padang Lawas diterjang banjir, seperti di desa dan mirisnya kita melihat adanya pembangunan-pembangunan irigasi 2019 malah tidak bertahan lama, yang mengakibatkan amblasnya pembangunan irigasi tersebut di jalan lintas menuju siraisan di bawah jembatan.

Dari sini kita melihat 1 tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati tidak siap menangani Kabupaten Padang Lawas. Masih banyaknya capaian yang belum tercapainya dari visi bupati dan wakil bupati tersebut.

Kita melihat dari segi misi bupati dan wakil bupati di bidang pendidikan banyak yang kegagalan dalam peningkatan pendidikan sesuuai dengan paparan kami yang di atas dari segi kesehatan, kurangnya sosialisasa dan perhatian khusus yang dilakukan leh dinas kesehatan tentang penggunaan BPJS, karena masih banyaknya masyarakat Padang Lawas yang tidak mengerti apa gunanya memiliki BPJS dan tentang bahayanya pergaulan bebas, serta banyak generasi muda nikah muda dan ini perlunya pemanfaatan kepemudaan untuk membantu program dari dinas dinas terkait.

Baca juga:  Plt Bupati Labuhanbatu Menerima Penghargaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia

Soal penangulangan kemiskinan masih jauh dari harapan, yang ia harapkan dari visi yang ia paparkan yaitu dengan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang sejahtera, di bagian peningkatan sarana prasarana public masih banyaknya ruas-ruas jalan yang rusak yang mengakibatkan rentannya kecelakaan para pengguna jalan.

Sejak pemekaran Padang Lawas tidak adanya perhatian khusus tentang peningkatan sarana dan prasarana public dari segi jalan. Lingkungn hidup perlu perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam memberikan izin untuk perusahaan-perusahaan, agar bisa mencapai kelestarian lingkungan dan kecewanya kita sebagai warga Padang Lawas, tidak adanya peraturan daerah yang menguntungkan pendapatan daerah untuk kemajuan daerah ini, berpuluh berdiri perusahaan di Padang Lawas tapi tidak bisa begitu dimanfaatkan untuk pembangunan, toh sumber daya alam kita begitu kaya, apalah daya ketika pengelolaan itu bukan untuk masyarakat, tapi untuk pribadi.

Marilah kita kembali dengan amanat Undang-undang dasar 1945 pasal 33 : bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasi oleh negara dan Indonesia yang menganut desantralisasi (otonomi daerah), maka pihak daerah harus bisa menfaatkan kekayaan alam untuk kemakmuran masyarakat, itu semua untuk rakyat.

Rapot merah 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Padang Lawas masih jauh dari harapan vvisi misi, yang ia katakan untuk membangun padang lawas yang bercahaya. Maka dari itu masyarakat Padang Lawas agar selalu besifat kritis saling bahu membahu melawan kedzoliman yang ada terutama di kabupaten kita cintai ini, jangan pernah kita takut karena kita memperjuangkan hak-hak kita demi generasi-generasi selanjutnya.

Marilah kita kawal terus visi misi yang ingin mereka capai agar kita bisa sama sama mewujudkan Padang Lawas yang bercahaya. Bila memang bupati dan wakil bupati tidak sanggup untuk memimpin Padang Lawas lebih baik mengundurkan diri dari jabatannya.

Kami berharap kepada masyarakat Padang Lawas seluruhnya agar terus bersuara, ketika memang kepemimpinan Ali sutan Harahap dan Ahmad Zarnawi tidak cocok lagi mengemban amanah memajukan Padang Lawas, agar mereka berbesar hati untuk mundur dari jabatannya karena mereka dipilih dari masyrakat utuk masyarakat, mari kita suarakan kebenaran demi kemajuan daerah kita, kalau tidak kita siapa lagi. (TIM)

Komentar Sahabat Pamarta

Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
Rapot Merah Satu Tahun Kepemimpinan Ali Sutan Harahap dan Ahmad Zarwani
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

News Feed