oleh

Puluhan Penderes Karet Milik Fajar Tjia Unjuk Rasa Ke Disnaker Labusel

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF

SILANGKITANG, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Puluhan pekerja penderes perkebunan karet milik Fajar Tjia yang tergabung dalam Kesatuan Buruh Perjuangan (KBP) berunjuk rasa ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Kamis (12/9/2019). Aksi ini dikomandoi oleh Amiruddin Lubis Ketua DPD KBP Labusel.

Unjuk rasa ini dipicu mengenai tuntutan para pekerja yang merasa terindimidasi oleh pengusaha karet milik Fajar Tjia yang kebun nya berada di Dusun Tanjung Beringin Desa Binanga Dua, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.

Dalam aksi unjuk rasa, Faisal Rido Nasution dan Heri Syahputra selaku orator menyampaikan klarifikasi buruk yang dialami para pekerja.

“Kami melakukan aksi untuk berpartisipasi untuk kita, solusi untuk mohon dibantu, terhadap apa yang sudah dirasakan oleh seluruh pekerja, termasuk didalamnya ada intimidasi, termasuk didalamnya ada pelarangan untuk mendirikan serikat pekerja,” pungkas Faisal Rido.

“Kepada bapak Sutrisno, S.H., agar melihat kami di depan kantor bapak ini, jangan cuma bapak hanya melihat kedatangan kami ini pak, kami ingin meminta permintaan. Dimana kami merasa terintimidasi di suatu perusahaan di Silangkitang,” lanjutnya.

Didepan Kantor Disnaker Labusel, Koordinator Lapangan Halim Hasibuan memyampaikan 10 tuntutan para pekerja,

1. Pembayaran upah yang layak sesuai UMSK Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

2. Pembayaran kekurangan ppah sesuai UMSK Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

3. Pembayaran hak atas kekurangan THR.

4. Pembayaran uang pengganti atas Hak cuti Tahunan, Istirahat Mingguan.

5. Mendaftarkan dan mengikutsertakan pekerja sebagai peserta BPJS.

6. Berikan kebebasan gabung serikat buruh/pekerja.

7. Pembayaran hak atas ppah tidak masuk kerja karena berhalangan.

8. Pembayaran upah lembur karena bekerja di hari minggu dan atau hari libur resmi yg ditetapkan pemerintah.

9. Pemberian dan atau pembayaran uang pengganti atas haid dan melahirkan bagi pekerja wanita.

10. Semua pembayaran uang pengganti disesuaikan sejak masuk kerja hingga saat ini.

Akhirnya, Kepala Disnaker Sutrisno, S.H., menanggapi aksi tersebut, beliau mengatakan apa yang dirasakan buruh ia juga merasakannya.

“Apa yang bapak, ibu, dan saudara rasakan itu juga yang saya rasakan. Karena saya bagian dari ketenagakerjaan. Ada masalah di ketenagakerjaan saya lah yang paling dibebani untuk menghadapi berbagai masalah untuk proses hukum,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Sutrisno ini merupakan suatu langkah yang berkenaan hak normatif atas perusahaan tidak terlepas dari hukum yang berlaku.

“Perjuangan tidak hanya sampai disini, perjuangan butuh pengorbanan. Yang jelasnya, semua itu ada di atur dalam Undang-undang, jadi yang menjadi acuan adalah perundang-undangan. Semoga kasus ini bisa dilanjutkan ke pengadilan,” ujarnya.

Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan aman terkendali. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Puluhan Penderes Karet Milik Fajar Tjia Unjuk Rasa Ke Disnaker Labusel
Puluhan Penderes Karet Milik Fajar Tjia Unjuk Rasa Ke Disnaker Labusel
Puluhan Penderes Karet Milik Fajar Tjia Unjuk Rasa Ke Disnaker Labusel
Puluhan Penderes Karet Milik Fajar Tjia Unjuk Rasa Ke Disnaker Labusel
Puluhan Penderes Karet Milik Fajar Tjia Unjuk Rasa Ke Disnaker Labusel
Puluhan Penderes Karet Milik Fajar Tjia Unjuk Rasa Ke Disnaker Labusel
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Avatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed