oleh

Polda Kepri Ungkap Tindak Pidana Narkoba Dengan BB Ribuan Gram Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi Asal Malaysia

BATAM, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Selasa (6/11) sekira pukul 10.00 wib, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto, S.i.k, Msi, didampingi oleh kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Achmad Suherlan SIK, Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Arthur Sitindaon, SH, MH, telah melaksanakan Konferensi Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkotika jenis Sabu dan Pil Ekstasi, bertempat di Pendopo Polda Kepri, Jl. Hang Jebat Besar Nongsa Batam, telah berjalan dengan lancar dan tertib.

Konferensi pers tersebut dihadiri, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga. Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K. Yani Sudarto SIK, Msi Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Achmad Suherlan SIK. Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Arthur Sitindaon, SH, MH serta para awak media.

Tersangka Inisial HN alias HM Bin PN

Tersangka inisial HN alias HM Bin PN dan inisial R alias C Bin SO, adapun kronologis kejadiannya berawal R alias C Bin SO pergi menuju ke Malaysia untuk melakukan koordinasi mengenai Narkotika yang akan dimasukan ke Indonesia dari Malaysia dengan Warga Negara malaysia.

Kamis tanggal 25 Oktober 2018 MR. X warga negara Malaysia mendatangi tersangka HN alias HM bin PN dan dibawa ke salah satu hotel di Malaysia untuk diberikan satu buah tas ransel berisikan sabu dan ekstasi dengan upah yang dijanjikan sebesar 30.000 Ringgit Malaysia bila narkoba tersebut tiba di Batam.

Baca juga:  Sebanyak 28 Adegan Pra Rekontruksi Diperankan Pelaku Perusakan dan Penjarahan Mobil Brimob

Jumat (26/10) pukul 01.20 wib Speed boat tiba di pinggir Kota Batam dan tersangka turun kedarat menuju pinggir jalan raya Patam Lestari dekat jembatan, sesaat kemudian tersangka berhasil diamankan oleh Personil Ditresnarkoba Polda Kepri. Kemudian dilakukan pengembangan terhadap koordinator/Fasilitator pengiriman narkoba tersebut yaitu tersangka R Alias C Bin SO ditempat persembunyian nya dikawasan Batu Aji Batam.

Dengan Barang Bukti (BB) 1.722 (seribu tujuh ratus dua puluh dua) gram serbuk kristal diduga sabu dan 2.311 (Dua ribu tiga ratus sebelas) Butir Pil Ekstasi.

Tersangka A Alias NM Bin AB

Tersangka A alias NM Bin AB, kronologis kejadiannya, Kamis (1/11) sekira pukul 14.00 WIB, berawal dari informasi masyarakat Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap pelaku inisial A Alias NM Bin AB dikawasan Kampung Aceh dan berhasil menemukan 1 (satu) buah karung beras bertuliskan Green Rambutan berisikan 1 (satu) Teko Alumunium yang didalmnya terdapat 1 (satu) kantong Plastik warna biru berisikan 3 (tiga) bungkus serbuk kristal diduga sabu.

Selanjutnya dilakukan interogasi kepada pelaku bahwa barang tersebut di dapati dari AB (DPO) yang dititipkan kepadanya untuk dijaga dan diawasi. Sampai saat ini tim Ditresnarkoba Polda Kepri masih melakukan pencarian terhadap saudara AB (DPO). Dengan BB 84 (delapan puluh empat) gram serbuk kristal diduga sabu.

Tersangka Inisial YO Bin MO

Baca juga:  Wakil Bupati: Pemkab Fokus Bangun Infrastruktur dan Tingkatkan Layanan Publik

Tersangka YO, kronologis kejadiannya berawal dari informasi masyarakat, Sabtu (3/11) Tim Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penangkapan terhadap inisial YO Bin MO di wilayah Kampung Aceh Muka Kuning.

Saat dilakukan penangkapan pelaku yang sedang menggunakan sepeda motor di berhentikan oleh Tim Ditresnarkoba Polda Kepri, saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 (satu) bungkus kantong plastik warna hitam yang didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus kristal bening diduga sabu yang dibungkus plastik bening sekira seberat 400 (empat ratus) gram.

Kemudian dilakukan interogasi terhadap pelaku bahwa narkoba tersebut di peroleh dari seorang laki-laki yang menyuruh nya mengambil di gerobak gorengan dikampung aceh muka kuning. Terhadap terlapor dan barang bukti kemudian dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kepri utnuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan BB 400 (Empat ratus ) gram serbuk kristal diduga sabu.

Tersangka K Alias M Bin CA

K Alias M Bin CA ditangkap, berawal Minggu (4/11) pukul 11.45 WIB petugas Avsec pemeriksaan terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam, melihat 1 (satu) orang laki-laki inisial MK alias M Bin CA calon penumpang tujuan Lampung yang berjalan mencurigakan dikarenakan menggunakan sepatu yang berukuran besar, selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap laki-laki tersebut dan ditemukan didalam masing-masing sepatu tersebut 1 (satu) bungkus serbuk kristal diduga sabu yang dibungkus dengan plastik bening. Selanjutnya petugas mealporkan ke Bea dan Cukai Kota Batam yang bertugas di Bandara, oleh petugas Bea dan Cukai diserahkan kepada pihak Kepolisian di kantor Ditresnarkoba Polda Kepri. Dengan BB 207 (Dua ratus tujuh) gram serbuk kristal diduga sabu.

Baca juga:  Pemkab Labusel Hibahkan Tanah Untuk Kantor Samsat.

Tersangka M Alias A Bin MA, (4/11) sekira pukul 12.30 WIB kembali petugas Avsec Bandara Hang Nadim yang bertugas dipintu pemeriksaan melihat 1 (satu) orang laki-laki inisial M Alias A Bin MA yang merupakan calon penumpang pesawat Citilink tujuan Jakarta berjalan mencurigakan dengan modus operandi yang sama dengan kejadian sebelumnya yaitu menggunakan sepatu yang berukuran besar, setelah dilakukan pemeriksaan petugas kembali menemukan didalam masing-masing sepatu tersebut 2 (dua) bungkus serbuk kristal diduga sabu. Selanjutnya petugas mealporkan ke Bea dan Cukai Kota Batam yang bertugas di Bandara, oleh petugas Bea dan Cukai diserahkan kepada pihak Kepolisian di kantor Ditresnarkoba Polda Kepri. Dengan BB 502 (lima ratus dua) gram serbuk kristal diduga sabu.

Total keselurahan barang bukti dari 5 (lima) ungkap kasus tindak pidana Narkotika, total berat Sabu : 2.915 (Dua ribu sembilan ratus lima belas) gram dan total berat Ekstasi : 2.311 (Dua ribu tiga ratus sebelas) Butir.

“Tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), dan pasal 112 (2), juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia no.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman Pidana Mati, Pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 Tahun, Paling lama 20 Tahun,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri. (Syahril Sinaga)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed