oleh

Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana PT Barumun Agro Sentosa Gelar Apel Siaga

Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana PT Barumun Agro Sentosa Gelar Apel Siaga

PALUTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Memperingati hari kesiapsiagaan bencana nasional PT. Barumun Agro Sentosa mengadakan apel siaga dan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Jumat (26/4/2019).

PT. Barumun Agro Sentosa menggelar apel siaga dalam rangka memperingati hari kesiapsiagaan bencana nasional tahun 2019, di Lapangan Sepak Bola Kebun Aek Kulim PT. Barumun Agro Sentosa.

Kegiatan apel dipimpin oleh Estate Manager PT. Barumun Agro Sentosa, Ir. Saut Thomas Sinaga dan diikuti unsur relawan dari kecamatan seperti staff kantor Camat Ujung Batu, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Bolak Gunung Tua, Kades Ujung Gading Julu, tokoh masyarakat Desa Jambu Tonang, Personil Brimob Den-C Sipirok, Personil Batalyon 123/Rw, Personil Keamanan, tim pemadam kebakaran PT. Barumun Agro Sentosa dan lainnya.

Baca juga:  Ngaku Bisa Masukan TNI, Tukang Bebek Tipu Ratusan Juta Korbannya, Pelaku Diciduk Tim Scorpions Polres Sergai

Mewakili managemant PT. Barumun Agro Sentosa Ir. BM Saragi selaku Mill Manager dalam sambutannya mengatakan, sejak diterbitkannya undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, disebutkan bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.

Namun demikian upaya terpadu untuk melakukan latihan kesiapsiagaan secara serentak, dalam menghadapi bencana masih rendah dan belum menjadi budaya sadar bencana. Berbagai kendala dan tantangan yang pada umumnya dihadapi pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri.

Baca juga:  Menutup Aktivitas Tadarusan, Jamaah Masjid Ar-Rahman Lakukan Khatam Al-Qur'an.

“Kendala itu antara lain kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap karakterisitik bencana dan resikonya; kurangnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman yang ada di sekitarnya; dan belum adanya pelatihan secara terpadu dan periodik karena kewaspadaan dan kesiapsiagaan belum menjadi budaya,” Ir. BM Saragi.

Menurut Ir. BM Saragi (Mill Manager PT. BAS), azaz dan filosofi yang hendak dibangun dari kesiapsiagaan serentak ini, adalah membangun partisipasi dan kemitraan publik dengan semangat gotong royong, kesetiakawanan dan kedermawanan. Urgensi pentingnya meliputi bersiap diri menghadapi kedaruratan bencana; meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana; menciptakan budaya aman dan mengurangi korban jiwa akibat bencana.

Baca juga:  Data Kemiskinan Kurang Lengkap Program Salah Sasaran

Hari kesiapsiagaan bencana nasional dilaksanakan pada tanggal 26 April dengan pertimbangan bahwa pada tanggal tersebut undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana disahkan dan merupakan perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke prefentif atau pengelolaan risiko bencana.

Dalam rangkaian acara apel siaga tersebut, tim pemadam kebakaran PT. BAS juga melaksakan simulasi pemadaman kebakaran hutan, dan lahan dengan menggunakan peralatan yang tersedia seperti 1 (satu) unit mobil tangki lengkap dengan high presure pump, selang hidranrt, nozle, baju anti panas dan beberapa apar. (Arman Halim Hrp)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed