oleh

Percepatan Pencegahan Dan Penanganan Penurunan Stunting, Dinkes Paluta Laksanakan Rapat Rembuk Stunting

Percepatan Pencegahan Dan Penanganan Penurunan Stunting, Dinkes Paluta Laksanakan Rapat Rembuk Stunting
Percepatan Pencegahan Dan Penanganan Penurunan Stunting, Dinkes Paluta Laksanakan Rapat Rembuk Stunting

PALUTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID|
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Sebagai Komitmen dalam melakukan Percepatan Pencegahan dan penurunan Stunting, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas Batang Pane Dua dan Kecamatan Halongonan Timur melaksanakan rapat rembuk stunting yaitu Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di aula Kantor Camat Haltim Selasa (28/06/2022).

Acara rapat Rembuk Stunting diikuti Kadis Kesehatan Paluta yang diwakili Kabid Kesmas, Emmi Sari Pohan M. Kes, Kapus Batang Pane Dua, H. Zulkifli Siregar, Camat Halongonan Timur yang di wakili Sekcam Haltim, Herry Mangaraja Harahap, serta Kepala desa se Kecamatan Halongonan Timur (Haltim).

Rapat Rembuk Stunting ini dibuka oleh Sekcam Haltim Herry Mangaraja Harahap. Beliau menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya acara itu.

Baca juga:  89 Anggota Pramuka Kwarcab Labusel Ikuti Jambore Daerah Sumut Tahun 2022

Kapus Batang Pane Dua, H. Zulkifli mengatakan Rembuk stunting ini dilaksanakan guna menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi khususnya di bidang kesehatan.

“Diharapkan dengan kegiatan ini dapat di tindaklanjuti oleh puskemas dengan baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa”, katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Kesehatan Paluta melalui Kabid Kesmas, Emmi Sari Pohan M. Kes menyampaikan melalui acara ini semoga bisa tercipta komitmen semua pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama dan program yang sudah dirancang dapat direalisasikan dengan baik.

Di katakannya, stunting tidak hanya mengenai tumbuh kembang anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Sehingga, menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang di bawah rata-rata, dan berakibat pada prestasi sekolah yang buruk.

Baca juga:  Sekda ; Minta Peserta Ikuti Tahapan Seleksi Dengan Sebaik-baiknya Supaya Menghasilkan Yang Terbaik Untuk Kabupaten Sukabumi

“Generasi penerus bangsa harus sehat, cerdas, kreatif, dan produktif, jika anak-anak terlahir sehat tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa, sebaliknya jika anak-anak terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi kronis, mereka akan menjadi Anak Kerdil atau dengan istilah Anak Stunting”, paparnya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa tercapai kesepakatan dan komitmen bersama, sehingga akan lebih fokus menjalankan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Padang Lawas Utara”, tutupnya.

Di akhir acara Kepala Desa se Kecamatan Haltim menanda tangani pernyataan komitmen pelaksanaan Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi.

Adapun isi pernyataan yaitu:
1.Melakukan aksi konvergensi/integrasi program dan kegiatan yang terkait dengan percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kecamatan Haltim.

Baca juga:  Jumat Barokah, Kapolda Sumut Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Teladan Barat

2.Penanganan stunting merupakan kegiatan dan tanggung jawab listas sektoral.

3. Mengfungsikan kelembagaan yang ada di tingkat Kecamatan dan Desa dalam implementasi kegiatan pelayanan sosial dasar yang maksimal bagi masyarakat terutama tentang penanganan stunting.

4. Kegiatan pelayanan kesehatan dasar terutama penanganan stunting menjadi prioritas perencanaan dan teranggarkan pada APBDes di Desa tahun 2022 dan perencanaan pada tahun anggaran 2023.

5. Sinergitas kegiatan penanganan stunting di desa dengan kegiatan lintas sektor di kecamatan.

6. Memastikan akurasi data dan menjadi satu data dasar yang disepakati bersama dalam penanganan stunting.

7. Mengawal serta memastikan anggaran yang telah disiapkan oleh semua pihak dalam upaya penanganan stunting dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. dan,

8. Mengembangkan regulasi di tingkat Desa terutama dalam memperkuat upaya-upaya penanganan stunting.

(Zpn).

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed