oleh

Pencarian Kapal Sinar Bangun Dihentikan, KNPI Kab. Labusel Ajak Warga Shalat Ghaib

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.co.id| Terkait diberhentikannya pencarian kapal tenggelam di Danau Toba, Kab. Simalungun. Ratusan warga Kab. Labusel pada hari ini, Jum’at, (6/7), melaksanakan shalat ghaib di Mesjid Jami’ Kotapinang, Kab. Labusel.
Acara ibadah tersebut diprakarsai oleh salah satu Ormas Kepemudaan Kab. Labusel yakni, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Feri Syahputra Simatupang, SH ketika dikonfirmasi terkait acara tersebut mengatakan, bahwa seusai shalat Jum’at atas nama KNPI ia mengajak warga untuk shalat ghaib terhadap korban kapal Km Sinar Bangun yang beberapa waktu lalu tenggelam di Danau Toba.

“Kebetulankan ada warga Labusel yang turut menjadi korban, kurang lebih ada sekitar 7 orang, 2 selamat yaitu warga Tanjung Medan, dan 5 orang lainnya dinyatakan hilang,” ucapnya. Jum’at, (6/7), di Kotapinang.

Baca juga:  Di Kampung Rakyat Bantuan UMKM Di Bagikan.

Feri juga menambahkan, bahwa dirinya turut mengucapkan terima kasih kepada Pemkab. Labusel yang sudah mendukung kegiatan tersebut, ia pun menjelaskanh jika itu menjadi keputusan pemerintah untuk menghentikan pencarian korban, maka dirinya berharap semoga keluarga korban dapat menerimanya dengan lapang dada.

Sementara dilain sisi, pihak keluarga korban Supono ketika dikonfirmasi tentang diberhentikannya pencarian korban menuturkan bahwa dirinya harus menerima dengan ikhlas akan keputusan dari pemerintah tersebut.

“Putri saya Nisa Hastari memang menjadi korban pada kecelakaan tersebut, terkait pemberhentian pencarian, saya ikut apa kata pemerintah sajalah, tapi dari pihak Basarnas Daerah Simalungun tetap disiagakan” ucapnya.

Warga asal Desa Air Merah, Kec. Tanjung Medan tersebut juga menceritakan, bahwa selama 10 hari dirinya telah mengikuti pencarian korban di Danau Toba.
Terkait pelaksanaan ibadah shalat ghaib yang diadakan KNPI dan warga Labusel, Supono mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah turut ikut berpartisipasi mendoakan para korban, terkhusus putrinya.

Baca juga:  Kunjungan BKKBN Provsu Rangka Peliputan Program KKBPK di Labuhanbatu

Sebelumnya banyak informasi mengabarkan, bahwa operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap korban dan bangkai Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, dihentikan. Keputusan ini diambil setelah petugas bermusyawarah dengan keluarga korban.

Pihak terkait mengatakan, penghentian pencarian diputuskan pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018.

Info yang diperoleh, menyatakan meski operasi pencarian diberhentikan, sejumlah personel tim SAR tetap mendapat tugas untuk melakukan pemantauan. Tidak hanya personel, peralatan seperti kapal dan perahu karet juga disiagakan di perairan Danau Toba.

Menurut pihak terkait, disiagakannya personel SAR beserta perlengkapan bertujuan untuk mengantisipasi apabila adanya laporan temuan jasad yang mengapung di perairan Danau Toba. Jika ada laporan seperti itu, personel Tim SAR segera melakukan evakuasi. (301)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed