oleh

Pemkab Labusel Ikut Laksanakan Shalat Ghaib Untuk Korban Kapal Tenggelam

Pemkab Labusel Ikut Laksanakan Shalat Ghaib Untuk Korban Kapal Tenggelam
Pemkab Labusel Ikut Laksanakan Shalat Ghaib Untuk Korban Kapal Tenggelam

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.co.id| Suasana begitu khidmat seusai waraga usai melaksanakan shalat ghaib bagi korban kapal Km Sinar Bangun yang karam pada beberapa waktu yang lalu, ratusan warga terlihat antusian seakan ikut meraskan larut dalam duka atas tragedi tersebut.

Pemerintahan Kabupaten Labusel juga ikut bergabung dalam kegiatan amal ibadah tersebut, hal tersebut terpantau, salah satu Kadis Pendidikan Kab. Labusel Syahrul Tanjung yang turut bersosialisasi dan menjalin silaturahmi dengan beberapa kalangan tokoh agama, pemuda khususnya keluarga besar KNPI Kab. Labusel dan warga.

“Saya secara pribadi sangat mengapresiasi kegiatan ibadah shalat ghaib tersebut dan semoga bagi keluarga korban diberikan ketabahan dan dapat menerimanya dengan lapang dada,” terang Syahrul.

Baca juga:  Tafsir Mimpi Berjalan di Kegelapan

Senada dengan Pemkab Labusel, Salah satu kader OKP KOTI PP Kab. Labusel Syahrial juga mengatakan hal yang serupa, dikatakan Syahrial hal tersebut adalah merupakan salah satu bentuk wujud kebersamaan dibumi Santun Berkata Bijak Berkarya.

Diketahui, sebanyak 7 korban warga asal Labusel ikut menjadi korban dari Kapal Km Sinar bangun, 2 diantaranya selamat dan 5 orang lainnya dinyatakan hilang.

Kemudian, beredar informasi di berbagai sumber, bahwa operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap korban dan bangkai Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, dihentikan. Keputusan ini diambil setelah petugas bermusyawarah dengan keluarga korban.

Pihak terkait mengatakan, penghentian pencarian diputuskan pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018.

Baca juga:  Polres Tapsel Melalui Sat Narkoba Polres Tapsel Lakukan Penangkapan Terhadap Penyalahgunaan Narkotika

Info yang diperoleh, menyatakan meski operasi pencarian diberhentikan, sejumlah personel tim SAR tetap mendapat tugas untuk melakukan pemantauan. Tidak hanya personel, peralatan seperti kapal dan perahu karet juga disiagakan di perairan Danau Toba.

Menurut pihak terkait, disiagakannya personel SAR beserta perlengkapan bertujuan untuk mengantisipasi apabila adanya laporan temuan jasad yang mengapung di perairan Danau Toba. Jika ada laporan seperti itu, personel Tim SAR segera melakukan evakuasi.

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed