oleh

Pemkab Labusel Hadiri Apel Besar Hari Pramuka Ke- 58

Pemkab Labusel Hadiri Apel Besar Hari Pramuka Ke- 58
LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID |
Hari ini Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan menghadiri kegiatan apel besar Hari Pramuka yang ke- 58 Tahun 2019 di Lapangan Kantor Bupati Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Selasa (14/8).
Kegiatan Pramuka yang berthemakan “Bersama Segenap Komponen Bangsa,
Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI” tersebut turut di hadiri oleh Bupati Kabupaten Labusel yang di wakili oleh Sekdakab Labusel Zulkifli, seluruh pimpinan OPD Kabupaten Labusel, Danramil 11/KP, Kapolsek Kotapinang, seluruh pimpinan Pramuka Kabupaten Labusel, dan Ratusan siswa siswi Pramuka se Kabupaten Labusel.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso dalam kata sambutannya yang di bacakan oleh Sekdakab Labusel Zulkifli membacakan, bahwa thema tersebut hadir di tengah-tengah keprihatinan banyaknya permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia.
Di jelaskan Zulkifli, jika merebaknya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, terpaparnya Radikalisme dan Terorisme, serta maraknya Penyalahgunaan Narkoba merupakan tiga kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini.
“Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya mengajak segenap pengurus kwartir, para pelatih dan pembina, serta semua anggota Pramuka senantiasa menjadi pioneer dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes). Salah satu alasan diadakan Kerjasama Kwartir Nasional dan Komisi Pemberantasan Korupsi, yang ditandatangani tanggal 27 Juli 2019, diantaranya untuk merumuskan Syarat-syarat Kecakapan Khusus bagi anggota Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak/ Pandega yang mempunyai pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik) anti korupsi. Hal ini merupakan perkembangan penting yang harus terus diikuti. Sedangkan terkait dengan wujud dan bentuk keikutsertaan Gerakan Pramuka dalam memerangi radikalisme dan terorisme, saat ini Kwartir Nasional secara terus menerus menjalin komunikasi dan menjajaki kerjasama dengan berbagai instansi terkait penanganan masalah tersebut,” kata Zulkifli.
“Selain daripada itu, Kwartir Nasional juga menyambut baik inisiasi beberapa Kwartir Daerah membentuk Satuan Karya Pramuka (Saka) Anti Narkoba, atau menjadikan kemampuan mendeteksi dini dan menanggulangi bahaya narkoba sebagai salah satu krida Saka yang ada. Anggota Pramuka itu merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya, sehingga siap sedia membangun keutuhan NKRI adalah merupakan tekad dan itikad Gerakan Pramuka untuk menjadi bagian terdepan menanamkan nilai-nilai luhur, sehingga dapat membentengi generasi muda khususnya dari kecenderungan melakukan atau turut terlibat dalam kejahatan-kejahatan tersebut,” jelasnya.
Di katakan Zulkifli, bahwa Globalisasi selain mempunyai aspek positif, tetapi tidak sedikit menimbulkan dampak negatif. Dengan globalisasi dunia seakan tanpa batas (borderless), begitu pula lalu lintas orang dan barang dapat berpindah dengan mudah. Sepintas lalu dengan globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan. Namun pada sisi lain, hal ini dapat mengancam keberlangsungan nasib petani, karena murah dan mudahnya bahan pangan dari negara lain masuk ke pasar Indonesia.
Kemudian Zulkifli mengatakan, Meskipun demikian, dalam jangka panjang ketahanan pangan akan semakin rentan dan ketergantungan pada impor menyebabkan ketahanan nasional bangsa Indonesia sangat tergantung dari negara lain. Kwartir Nasional memandang perlu mencanangkan suatu gerakan perlindungan bagi petani, dengan lebih banyak mengkonsumsi produk pertanian lokal. Saya meminta setiap anggota Pramuka bertekad untuk sejauh mungkin tidak mengkonsumsi produk pertanian dan pangan impor, dan beralih kepada produk local dalam setiap kegiatan Pramuka dan keseharian. Kedepannya saya harapkan tidak ada lagi konsumsi oleh anggota Pramuka produk makanan dari gandum atau bahan lain yang masih terus diimpor. Jadikan gerakan ini sebagai wujud kecintaan segenap anggota Pramuka kepada NKRI dan para petaninya.
“Niscaya keutuhan negara ini akan terus terjadi, ketika kecintaan kita pada bahan pangan lokal terus menguat,” katanya.
Di katakan Zulkifli, bahwa kerusakan dan pencemaran lingkungan merupakan kelalaian kita semua akan pentingnya memikirkan warisan yang akan diberikan kepada generasi penerus pada masa mendatang. Mencintai alam merupakan wujud dari rasa kasih sayang setiap anggota Pramuka bagi diri sendiri dan bag generasi penerusnya.
“Oleh karena itu, pada tataran soft skill, Kwartir Nasional mengembangkan suatu sikap hidup dan standar berperilaku baru, yang diharapkan dapat membudaya, mengakar dan terinternalisasi secara mendalam dalam lubuk hati setiap anggota Gerakan Pramuka. Kepedulian akan kelestarian lingkungan bukan sekedar formalitas dan seremonial belaka, melainkan menjadi sikap hidup dan standar berperilaku yang dipedomani setiap anggota Pramuka,” kata Zulkifli.
Sekdakab Labusel itu juga berharap berkembangnya hard skill bagi segenap anggota Pramuka untuk setiap saat melakukan aksi nyata “perang terhadap sampah plastik.
“Saya minta sejak saat ini juga dalam kegiatan-kegiatan Pramuka, mulai dan Kwartir Nasional sampai dengan Gugus Depan, bahkan kegiatan-kegiatan pnbadi anggota Pramuka kapanpun dan dimanapun berada, marilah kita menolak (refuse) penggunaan barang-barang yang berbahaya bagi lingkungan, bertekad semaksimal mungkin memanfaatkan produk yang dapat digunakan lagi (reuse) dan menghindari produksi sampah yang berbahaya bagi lingkungan karena penggunaaan produk plastic sekali pakai (reduce), serta secara terus menerus mengupayakan daur ulang (recycle) terhadap produksi sampah yang tidak dapat dihindari, khususnya dengan berupaya menjadikannya sebagai kompos yang bermanfaaat (rot),” katanya.
Zulkifli juga mengatakan, bahwa pembaruan kerjasama Kwartir Nasional dengan World Wide Fund (WWF) yang ditandatangani 17 Juni 2017 dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditandatangani 17 Juli 2017, dapat melandasi upaya di atas menjadi sangat strategis. Pengejawantahan kecintaaan pada alam demi menumbuhkan sikap kasih sayang kepada diri sendin dan generasi penerus merupakan wujud lain kesiapan dan kesediaan anggota Pramuka membangun keutuhan NKRI
Kegagalan umat manusia memelihara kelestarian lingkungannya, sama artinya undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana, seperti: banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan. Penanggulangan bencana yang tidak terorganisir dengan baik, menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, tentang kemampuannya menjalankan perintah aktif Konstitusi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”.
Keutuhan NKRI tidak boleh dipertaruhkan, dengan alasan apapun. Oleh karena itu, memberikan respons yang tepat terhadap bencana menjadi kewajiban dan tanggung jawab setiap orang, termasuk anggota Pramuka Karenanya Gerakan Pramuka tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan setiap kali terjadi bencana, tetapi mengambil peran aktif bersama instasi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan (first aid),” ungkap Zulkifli.
“Untuk itu, setiap anggota Pramuka diharapkan menjadi kesatria yang sadar bencana, yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesama, serta tabah ketika menghadapi bencana. Kerjasama Kwartir Nasional dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang ditandatangani tanggal 25 Januari 2019 lalu, merupakan upaya nyata Kwartir Nasional untuk sejak dini menumbuhkembangkan kemampuan memberikan solusi atas bencana, dan bukan sekedar menjadi bagian mereka yang harus dicari dan ditolong. Pembekalan setiap anggota Pramuka dengan buku saku siaga dan modul bencana untuk anggota Siaga, Penggalang dan Penegak/Pandega, untuk menjadikan pengetahuan dan keterampilan tentang hal ini menjadi hakekat dasar jati diri anggota Pramuka,” katanya.
Zulkifli juga mengucapkan, jika keprihatinan tentang belum terstandarnya seragam Pramuka, baik warna, desain, atribut dan tata cara penggunaannya, menunjukkan kurangnya perhatian selama ini tentang kesadaran arti penting persatuan dan kesatuan. Gerakan Pramuka akan Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI, jika kesadaran akan persatuan menjadi hal yang utama. Untuk itu, peninjauan dan pembaruan seragam Pramuka menjadi prioritas Kwartir Nasional dalam upaya menjadikan seragam mempunyai ciri kesamaan, mulai dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote, mulai dari Pembina sampai dengan anggota Pramuka Siaga, serta mulai dari Kwartir Nasional hingga Gugus Depan. Gerakan Pramuka merupakan kegiatan luar ruang (outdoor), sehingga seragamnyapun harus lebih mencerminkan hal itu.
“Namun demikian, perlu diingat Gerakan Pramuka merupakan bagian dari kegiatan kepanduan dunia, yang tergabung dalam World Organization Scout Movement (WOSM). Oleh karena itu, ketundukan Gerakan Pramuka terhadap regulasi WOSM juga menjadi penting, sehingga tanda-tanda keorganisasian yang dipakai sebagai atribut anggota Pramuka sebagai bagian dari kepanduan yang tergabung dalam WOSM, akan disesuaikan dengan standar yang berlaku secara internasional, dan hal itu akan diberlakukan secara nasional. Memang penyesuaian sementara dan sebagian telah dilakukan dalam rangka keikutseraan Gerakan Pramuka dalam World Scout Jamboree Ke 24 di Virginia Barat, Amerika Serikat. Sekalipun hal itu masih menjadi perhatian serius bagi Kwartir Nasional karena 80 orang peserta dan Pembina pendamping, hanya berasal dari 8 (delapan) Kwartir Daerah. Hal ini tentunya belum mencerminkan representasi yang lengkap kontingen Indonesia, mengingat terbatasnya alokasi anggaran yang tersedia menyebabkan peserta belum sepenuhnya terseleksi berdasarkan kemampuan dan kecakapan hidupnnya,” kata Zulkifli.
Di akhir kata sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso yang di bacakan oleh Sekdakab Labusel, maka kegiatan di lanjutkan dengan penampilan atraksi terbaik dari seluruh peserta Pramuka dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, seperti pentas kesenian dan berbagai tari – tarian nasional. (Zainul)
Komentar Sahabat Pamarta

Baca juga:  Tingginya Antusiasme Warga Desa Bagan Bilah Ikut Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed