oleh

Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet
Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Keberadaan penangkaran sarang burung walet di Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, menimbulkan polemik.

Pasalnya, ada sekitar belasan penangkaran burung walet tidak memiliki izin. Tentunya, usaha jenis ternak ini tidak menyetor pajaknya.

Selain tidak menyetor pajak, ternyata warga sudah mengeluh kebisingan akibat dari keberadaan penangkaran burung walet. Dan tidak hanya itu saja, warga juga mengeluhkan banyaknya kotoran kotoran yang ditimbulkan.

Ilham Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, melalui Sekretaris mengatakan belum ada Perda yang mengatur perizinannya.

“Ini memang dilema, artinya di sistem pun kita nggak ada, Perda-nya pun nggak ada, tapi menjamur dia kan (penangkaran burung walet).” Katanya, Jumat (14/2/2020).

Baca juga:  Atasi Macet dan Kecelakaan, Personil Sat Lantas Polres Madina Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas

Lebih lanjut dia mengatakan akan mempelajarinya lebih dalam lagi. “Paling kita ambil dari segi kebisingannya,” Imbuhnya.

Terkait hal ini, Dinas Peternakan Labuhanbatu Selatan, melalui Kabid Peternakan Lia, menyampaikan bahwa penangkaran sarang burung walet tersebut merupakan jenis usaha ternak yang harus memiliki izin. Namun, pihaknya tidak punya kewewenangan mengeluarkan izinnya.

“Kalau izin bukan kami, Tanyakan saja izinnya dulu ke Dinas Perizinan.” Kata Lia.

Sementara, Jumat (21/2), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Labuhanbatu Selatan, Hasan Harahap mengatakan ada 6 titik penangkaran burung walet yang sudah diambil pajaknya. Pemiliknya yaitu,

1. Gading Arifin
2. Frengki
3. Sumia
4. Rianto Gunawan
5. Tukino
6. Runi Kannika

Baca juga:  Bupati Tapsel : Ramadhan Kali Ini Bisa Lebih Bermakna

“Setiap penangkaran kita ambil pajaknya, ada yang setor setiap bulan, ada 4 bulan sekali, tergantung kapan mereka panennya. Ke enam penangkaran ini semuanya berada di Desa Tanjung Mulia.” Sebutnya.

Saat disinggung ada puluhan penangkaran burung walet di Kotapinang, dari dulu sampai sekarang tidak diambil pajaknya.

Hasan mengatakan belum ada Perda nya. “Belum ada Perdanya yang mengatur itu, kami gak beranilah mengambil pajaknya.” Pungkasnya.

Dan ia pun tidak tau mengapa pihak Dinas Perizinan tidak berani mengeluarkan izin.

“Saya tidak tahu mengapa Dinas Perizinan tidak mengeluarkan izin, yang jelas Perda untuk PAD pajaknya tak ada. Alasan mereka, ada efek negatif bagi kesehatan, dengan dasar itulah mungkin mereka tidak berani mengeluarkan izin.”

Baca juga:  Sekdakab Labuhanbatu Lepas Keberangkatan Bayi Penderita Hidrocefalus

Menurutnya, Dinas Perizinan keliru, “Sebenarnya kurang pas juga, karena tidak semuanya penangkaran sarang burung walet mempunyai efek negatif kesehatan bagi masyarakat sekitar, terutama penangkaran sarang burung walet yang jauh dari pemukiman masyarakat. Artinya, seharusnya mereka memulai daerah mana penangkaran burung walet yang jauh dari permukiman masyarakat itulah dimulai.” Kata Hasan.

Sedangkan, Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu Selatan tidak mau berkomentar terkait dampak negatif dari penangkaran burung walet yang tidak memiliki izin tersebut.

Anehnya, Pemkab Labuhanbatu Selatan tidak berani untuk menertibkan keberadaan penangkaran burung walet di Kotapinang. (Anas Harahap/Riz)

Komentar Sahabat Pamarta

Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet
Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet
Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet
Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet
Pemkab Labusel Dinilai Tak Berani Tertibkan Penangkaran Burung Walet
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Avatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed