oleh

Pemkab Labuhanbatu Menjadikan Gedung Nasional Rantau Prapat Sebagai Tempat Museum Sejarah Labuhanbatu

Oleh : Riski Pratama

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID |
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berencana menjadikan Gedung Nasional Rantau Prapat sebagai tempat museum sejarah Labuhanbatu.

Pemkab Labuhanbatu akan merubah Gedung Nasional Rantau Prapat sebagai museum yang dapat menyimpan sejarah dan terbentuknya Kabupaten Labuhanbatu.

Melalui dispora yang dipimpin Kadispora Ade Huzaini menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan peluang ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah atau PAD melalui program pembangunan destinasi wisata baru.

Selama ini, Gedung Nasional Rantau Prapat digunakan sebagai tempat aktifitas masyarakat.

Menurut Ade, aktifitas seperti pertemuan, pelantikan, seminar baiknya dialihkan ke tempat lain, karena Kabupaten Labuhanbatu sudah memiliki banyak gedung dan tempat aktifitas seperti itu.

Namun, pihaknya tetap berkoordinasi dan melakukan pengkajian untuk menjadikan tempat bersejarah itu lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga:  Dinding Rumah Warga Mampang Retak Disinyalir Akibat Aspal Bergelombang

Sebelum melakukan pengalihan gedung, Pemkab akan melakukan pengkajian dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Semoga program ini terwujud.

Anggaran dana alokasi khusus atau DAK program pembangunan destinasi wisata baru, telah diajukan ke Kementerian Pariwisata RI sebanyak Rp.270 milyar.

Wacana pengalihan Gedung Nasional Rantau Prapat menjadi museum ini juga termasuk 11 program objek wisata unggulan dalam pembangunan pariwisata daerah.

Pembangunan itu diwacanakan bernuansa Melayu dan diisi dengan benda budaya etnis Nusantara serta pengembangan sarana dan prasarana gedung yang diperkirakan menelan biaya pembangunan Rp.5 milyar.

Dari catatan kanan gedung disebutkan, pembangunan terdiri dari elemen masyarakat yakni Tentara, Polisi, Pegawai Negeri, pihak swasta hingga pengusaha.

Baca juga:  DPRD Tapsel Setujui Perubahan APBD 2019 Menjadi Perda

Gedung berwarna putih dengan luas 1,852 meter persegi ini, berdiri kokoh di Jalan Ahmad Yani, inti Kota Rantau Prapat.

Pembangunan sebagai kenang-kenangan kepada Bupati Labuhanbatu, Fachruddin Nasution sebagai inisiator pembanguan gedung yang mampu menampung 300 orang.

Peletakan batu pertama Yayasan Gedung Nasional Rantau Prapat oleh Komandan Batalion Inf 133, Mayor Zeid Ali, pada 17 Agustus 1959.

Sebagai pelindung pembangunan gedung pada saat itu, Letkol A. Manap Lubis dan RI 2, Mayor R. Sjahnan Kepala Staf RI 2.

Bertindak sebagai Ketua Umum gedung, Mayor Zeid Ali dan Yonif 133, Idris Hasibuan Pd. Bupati/Kep. Daerah Kabupaten Labuhanbatu.

Ketua pembangunan gedung, Kapten Djajalaras Pa.D.M 13 Rantau Prapat, PM Marpaung Kepala Polisi Distrik Rantau Prapat.

Baca juga:  Terkait Dugaan Pungli di Dinas PPKAD, Ampun dan Geram Unras ke Kejari Paluta

Sebagai pengurus harian gedung, Idris Hasibuan Pd. Bupati/Kep. Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Letda T. Zulkifli Nizam Pa.S.I/Danki Yonif 133, Pltd. Amran Musa Lubis Di M.13 Rantau Prapat.

Sekretaris gedung yakni, Nokman dari pegawai pada Kantor Kabupaten Labuhanbatu sebagai Sekretaris 1, Hasan Basri pengusaha Nasional Rantau Prapat sebagai Sekretaris 2 dan Panangian Rambe dari Pegawai Kantor Kabupaten Labuhanbatu sebagai Sekretaris 3.

Keuangan Anwar Nasution dari Kepala Keuangan Kantor Kabupaten Labuhanbatu, bagian teknik pembangunan Lenggang Lubis Kepala PU Seksi Kabupaten Labuhanbatu, Komisaris Kapten Z Tambunan Wakil Kompi BI 133 CS dan pemborong dari etnis Tionghoa, Lim Bak Kiaw Rantau Prapat.

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed