oleh

Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok
Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok

POLMAN, PAMARTANUSANTARA.CO.ID |Pecandu narkoba yang menjalani proses rehabilitasi di Klinik Pratama Tipalayo BNN Kabupaten Polewali Mandar melakukan kegiatan rehabilitasi kelompok dan senam yoga.

Rehabilitasi kelompok sendiri dipandu oleh Dokter Klinik BNNK Polman dr. Hj. A. Emy Purnama didampingi Kasi Rehabilitasi BNNK Polman Nur Ulia. Sementara untuk sesi yoga dipandu oleh Mulyani, instruktur Yoga F dan B Polman, Jumat (21/2/2020).

Metode rehabilitasi kelompok dan yoga merupakan suatu metode detoksifikasi untuk mencapai Keselarasan tubuh, pikiran dan jiwa serta membantu memulihkan para pecandu dari ketergantungan narkoba.

Kepala BNN Kabupaten Polewali Mandar, Syabri Syam, S.Pd., M.Si., menerangkan pentingnya penanganan pasca rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.

Syabri Syam mengungkapkan, kegiatan ini merupakan rehabilitasi non medis, pecandu wajib ikut menjalani program rehabilitasi yang dicanangkan, misalnya therapeutic communities (TC), 12 steps, pendekatan keagamaan, dan lain-lain.

Baca juga:  DAK Akan Perbaiki Pasar Labuhan Bilik dan Sei Berombang

Dalam program TC, misalnya, pecandu narkoba diajarkan untuk mengenal dirinya lewat lima area pengembangan kepribadian, yaitu manajemen perilaku, emosi/psikologis, intelektual dan spiritual, pendidikan, serta kemampuan untuk bertahan bersih dari narkoba.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasca menjalani rehabilitasi. Seperti, faktor lingkungan, pergaulan, dan orang tua.

”Walau sudah pernah direhabilitasi berkali-kali, tapi kalau ketiga faktor itu tidak diawasi proses rehabilitasi akan sia-sia. Oleh karena itu, pasca menjalani rehabilitasi, orang tua harus meluangkan waktunya untuk mencegah pergaulan anaknya dari lingkungan dan pertemanan yang pernah membuat anak mereka mengenal narkoba,” ungkap Syabri Syam.

Di sisi lain, data dari bulan Januari hingga akhir Desember 2019, ada 34 peserta yang menjalani rehabilitasi rawat jalan di BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Polewali Mandar.

Baca juga:  Industri Berkontribusi Tinggi Bagi Ekonomi

Di antara mereka, ada yang sudah dinyatakan pulih, ada pula yang masih menjalani fase pemulihan dari kecanduan narkoba.

Pada tahun 2019, tercatat ada 34 peserta rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, 14 orang di antaranya masih kategori usia pelajar.

Sementara itu, Wakil Bupati Polewali Mandar H. M. Natsir Rahmat yg turut menyaksikan rehabilitasi senam yoga di kantor BNNK Polman, berharap program rehabilitasi terhadap pecandu narkoba dilakukan secara komprehensif, terintegrasi, multisektor dan saling mendukung.

Menanggapi maraknya penyalahgunaan narkoba di Polewali Mandar, kami berharap semua pihak bekerja sama untuk merespon persoalan tersebut karena menurutnya, bukan hanya ancaman kehancuran generasi muda, akan juga berdampak pada perilaku menyimpang yang akan mengganggu keamanan.

Baca juga:  AKBP. Irwa Zaini Adib, S.I.K, M.H; Targetkan WBBM Untuk Wilkum Polres

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati H. M. Natsir Rahmat juga turut menyerahkan sertifikat program rehabilitasi rawat jalan kepada residen, yang telah menjalani rawat jalan di klinik Pratama Tipalayo di bawah naungan BNNK Polewali Mandar.

Pada kesempatan ini turut hadir Kepala Kesabangpol H. Bahtiar M, S.H., Dokter Klinik dr. Hj. A. Emy Purnama, para pejabat struktural BNNK Polman, dan para orang tua residen. (TIM)

Komentar Sahabat Pamarta

Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok
Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok
Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok
Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok
Pecandu Narkoba di BNNK Polman Jalani Rehabilitasi Kelompok
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

News Feed