oleh

Pahlawan Pembangunan itu Adalah Guru

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Pahlawan Pembangunan itu Adalah Guru
Oleh : Najib Gunawan

PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Dalam buku karangannya “Dibawah Bendera Revolusi” Presiden Soekarno mengatakan guru sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan. Di tangan pahlawan tanpa tanda jasa itu, pemuda Indonesia ditempah oleh guru menjadi
agent of change (agen perubahan).

Atas karangan bukunya, Soekarno menitipkan pesan kepada pemuda Indonesia untuk menghormati guru. Sebab, profesi mereka sangat mulia. Bukan hanya dianggap sebagai pahlawan pembangunan, guru juga melahirkan pahlawan-pahlawan pembangunan yang kelak mengisi berbagai ruang publik.

Melalui transfer ilmunya, guru menjadikan yang tadinya kita tak mengenal apa-apa menjadi banyak mengetahui tentang apa. Itulah mengapa guru menjadi sumber agen perubahan. Sebab, dipundaknya kita tak hanya menjadi pintar dan pandai, tetapi jauh lebih penting dari itu semua.

Baca juga:  Plt. Bupati Asahan Lepas Kontingen PORPROVSU Kabupaten Asahan

Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para guru dalam mendidik murid dan siswa serta mahasiswa. Begitu besar tanggungjawab setiap guru dalam hidup kita. Mereka (guru) tak pula meminta imbal balek atas jasanya kepada kita. Cukup kita hormati saja, mereka malah mendoakan kita meraih kesuksesan ke depan.

Sungguh mulia jasamu guru. Tanpamu, entah jadi apa negeri ini. Mungkin tanpa cucuran keringat dan pengorbananmu dalam mendidik kami, Indonesia masih dijajah negara lain. Tanpa jasamu pula, pemimpin yang saat ini lupa akan dirimu tak akan bisa duduk di kursi empuknya.

Tetapi, belakangan ini engkau seakan sudah tak lagi dihormati orangtua siswa. Tak hanya pelaporan atas dirimu ke polisi hanya gara-gara cara mendidikmu yang dianggap salah oleh sebagaian orangtua karena engkau jewer anak mereka. Malahan, teman seprofesimu di seberang sana tewas di tangan siswa. Kejam!

Baca juga:  Wilayah Paluta Diguyur Hujan, Warga Berharap Jerebu Kabut Asap Hilang

Yang tak habis pikir, engkau tetap sabar atas pelaporan dan penganiayaan dirimu. Engkau hanya bisa elus dada atas kasus-kasus yang sebenarnya remeh temeh tapi malah diperlakukan orangtua ‘bodoh’ atas jeweranmu kepada anaknya. Padahal, Indonesia tidak akan dapat menikmati hasil jerih payahmu jika engkau mogok mengajar.

Kini, di bulan baik ini (November) baktimu dikenang untuk diperingati sebagai Hari Guru Nasional sekaligus jasa bakti para pejuang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Tema Hari Guru Nasional tahun ini juga sangat berat dimana guru diminta memiliki “Peran Strategis dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul.” Semoga tema itu mampu engkau pikul karena mau tak mau harus engkau jalani diusiamu yang ke-74 tahun ini. Selamat Hari Guru Nasional.

Baca juga:  DPD PAN Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup Tapsel

Semoga pula di bulan baik ini peranmu terus aktif mengisi pembangunan. Teruslah berjuang demi anak bangsa menjadikan manusia yang unggul. Meski apresiasi yang ditujukan kepadamu jauh dari harapan bahkan sangat rendah sekalipun.

Biarlah dengan sendirinya orang-orang mencibirmu sampai mereka sadar kalau atas jasa besarmu sebagai pembentuk akal dan jiwa generasi bangsa. Selamat Hari Guru Nasional. Guruku Pahlawanku. **

Komentar Sahabat Pamarta

Pahlawan Pembangunan itu Adalah Guru
Pahlawan Pembangunan itu Adalah Guru
Pahlawan Pembangunan itu Adalah Guru
Pahlawan Pembangunan itu Adalah Guru
Pahlawan Pembangunan itu Adalah Guru
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

News Feed