oleh

Paguyuban Marancar-Sipirok Dan PT. NSHE Akan Lanjutkan Tanami Pohon di Sepanjang Jalan

TAPSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Perkumpulan raja-raja luat dan masyarakat Batangtoru, Marancar, dan Sipirok, yang merupakan penduduk asli yang di Ketuai oleh Abdul Gani Batubara, bekerjasama dengan PT. NSHE (North Sumatera Hydro Energy), dalam waktu dekat akan melanjutkan program penanaman pohon di sepanjang jalan areal PLTA.

Ketua Paguyuban Marancar-Sipirok, Abdul Gani Batubara, mengatakan, kita akan melanjutkan program penanaman pohon Durian dan Petai sebagai pengendali mata rantai, tujuannya adalah sebagai penyeimbang agar sumber pakan orang hutan tetap kondusif, selain untuk makanan hewan-hewan yang dilindungi, seperti orang hutan dan hewan lainnya. Selain melindungi hewan juga dapat menambah pendapatan masyarakat disekitarnya.

“Rencananya pada tanggal 26 Nopember nanti kita akan melanjutkan program penanaman pohon, yang telah dimulai dan dibuka oleh Bupati Tapanuli Selatan Sahrul Pasaribu, penanaman perdananya sekitar sebulan yang lalu. Planning kita akan menanam pohon Durian dan Petai bekisar 1000 batang, yang bekerjasama dengan PT. NSHE sebagai rekanan yang dipercaya dalam pembangunan PLTA SIMARBORU pada tanggal 26 Nopember 2018 nanti”, paparnya. Selasa (6/11).

Baca juga:  ASN Tapsel Peringati Hari Lahir Pancasila Ke 74

Penanaman akan dilakukan di sepanjang simpang Bulu Mario sampai Marancar di Kecamatan Marancar Kab. Tapanuli Selatan, dengan panjang penanaman kurang lebih sepanjang 17 KM. Adapun manfaat atau kegunaan dari penanaman pohon-pohon ini adalah untuk simbiosis, menjaga kelestarian alam atau ekosistem hutannya. Agar alam tetap terjaga habitatnya atau ekosistem Flora dan Fauna yang dilindungi tdk kekurangan makan dan tempat berlindung.

Abdul Gani juga membantah, apa yang di tuduhkan oleh Yayasan WALHI itu tidak benar, mereka diduga mengada-ada hanya untuk meraup keuntungan pribadi atau golongan saja. Masyarakat Sipirok, Marancar dan Batang Toru yang berhimpun di dalam wadah Paguyuban Sipirok- Marancar, yang terdiri dari masyarakat dan raja-raja luat yang memiliki areal lahan sebagai tanah ulayat dari leluhur mereka,seperti raja-raja setempatpun mendukung proyek PLTA SIMARBORU,” katanya di Sipirok. (C’jamS)

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed