oleh

Nasib Amran Terkatung-katung, Manajer PT KMSA PMKS Mampang Mengaku Bingung

Jajaran Redaksi PAMARTANUSANTARA.CO.ID berfoto bersama dengan Manajer dan Humas PT KMSA PMKS Mampang seusai membicarakan nasib Datuk Muda Amran Siregar yang terkatung-katung, di Kantor Manajer PT KMSA PMKS di Desa Mampang Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu (26/9/2018).

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu Selatan harus menindak tegas PT KMSA PMKS di Desa Mampang Kecamatan Kotapinang. Pasalnya Datuk Muda Amran Siregar yang sudah memasuki usia 58 tahun belum juga di PHK kan sampai saat ini.

Tanggal 10 Januari 2017 tahun lalu, Datuk Muda Amran Siregar telah mengajukan surat permohonan agar di PHK karena memasuki usia pensiun kepada manajemen PT KMSA PMKS Mampang. Dan permasalahan ini juga sudah di mediasi oleh Disnaker Labusel, 29 Maret 2017 menganjurkan pihak perusahaan tersebut agar di PHK kan juga diberikan kompensasi sesuai pasal 167 UU No 13 Tahun 2013. Namun sampai saat saat ini, Kamis 27 September 2018 pihak manajemen PT KMSA PMKS Mampang belum juga memberikan keputusan.

Baca juga:  Coba Elakkan Sepeda Motor, Akhirnya Dam Truck Terguling
Datuk Muda Amran Siregar (58) ketika melihatkan surat anjuran Disnaker Labusel tertanggal 29 Maret 2018, di Mampang, Senin (24/9/2018)

“Saya pun bingung, kalau saya tetap memperjuangkan untuk dipensiunkan, karena suata saat saya juga akan seperti pak Amran. Dan hal ini sudah bolak-balik kita ajukan ke kantor pusat (red. Kantor Direksi di Kisaran, Kabupaten Asahan), bahwa pak Amran mau di PHK kan juga minta haknya agar diberikan. Jawab kantor pusat bukan kita tidak mau membayarnya tapi kita tidak ada mem PHK kan, kalau mau berhenti ya berhenti saja, bingung saya bang,” kata Herman Manajer PT KMSA PMKS Mampang kepada PAMARTANUSANTARA.CO.ID Rabu (26/9/2018).

Kata Herman, jika diambil keputusan nanti Direksi akan memberhentikan jabatannya, “Saya jadi cemas, masuk ke pak Sutrisno minta perkembangan untuk cari solusi dan sampai saya minta, pak hitungkanlah pak kita kasihkan, disuruh hitung, kami tembakkan lagi ke atas, malah kita disuruh mengatakan kita sudah ikut Jamsostek, bayar pajak, BPJS jaminan hari tua pensiun, ya kita katakan seperti itu aja,” ucapnya.

Baca juga:  Isu Culik Anak Meresahkan Masyarakat Kotapinang, Mahasiswa Layangkan Surat Terbuka

Sementara, Datuk Muda Amran Siregar berharap kepastian dari manajemen PT KMSA PMKS Mampang. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed