oleh

MK Soroti Kasus OTT Dugaan Pemerasan LSM Terhadap Oknum Kades di Paluta 

Paluta, Pamarta Nusantara-Peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas Utara(Paluta) sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa (22/5) dengan mengamankan dua orang oknum LSM dengan dugaaan pemerasan terhadap oknum kepala Desa Rao Teen Kecamatan Dolok yang disertai barang bukti uang tunai 10.000.000 rupiah serta barang bukti lainnya.

Kejadian OTT di lokasi SPBU Hutaimbaru Kecamatan Halongonan tersebut ternyata menjadi sorotan berbagai kalangan, salah satunya adalah Ketua Dewan Pembina   Advocattes &  Legal Consultants Indonesian Mahkamah Keadilaan (MK) Banua Sanjaya Hasibuan, SH, di Jakarta.

Dalam tanggapannya Kamis (24/5) terkait peristiwa OTT tersebut Banua menyampaikan, apresiasi positif terhadap kinerja Kejari Paluta. Namun katanya di sisi lain ia prihatin atas kejadian di kampung halamannya pada saat bulan puasa Ramadhan.

Baca juga:  Yuk Buka di Aek Batu, Bayu Sediakan Minuman Segar Untuk Buka Puasa

“Saya kaget melihat ada berita media online yang di share ke group MK, dengan dugaan Pemerasan LSM terhadap  salah satu oknum Kades di kecamatan dolok di Kabupaten Padang Lawas Utara,” pungkasnya via seluler.

Menurut, Banua Sanjaya Hasibuan, SH menyebutkan melihat motif peristiwa OTT di Paluta tersebut dari analisanya indikasinya bisa di sebabkan beberapa hal, antara lain adanya indikasi kesenjangan hubungan antara Kejari dengan pengemban sosial control di Paluta dan juga indikasinya bisa jadi dikarenakan penegakan hukum yang kurang konsisten terkait laporan laporan masyarakat maupun wadah LSM dengan dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa di Paluta.

“Seharusnya LSM dan Kejari Paluta juga para instansi penegak hukum di Paluta menjadi mitra yang baik, secara tidak langsung peristiwa ini seolah menceritakan kurang harmonisnya hubungan Kejari Paluta dengan para penggiat sosial Control di Paluta utamanya LSM,” Paparnya.

Baca juga:  Masjid At Taqwa Jalan Gajah Mada Dikunjungi Safari Ramadhan Dishub Labuhanbatu

Banua Sanjaya Hasibuan menyampaikan dengan ke jadian tersebut sebagai pembelajaran dan bisa membuat efek jera serta kedepan berharap wadah wadah LSM di Paluta mampu menjadi perisai buat masyarakat Paluta untuk Ikut berperan dan militan untuk  menegakkan rasa Keadilan sosial di tengah tengah masyarakat Paluta.

Sebelumnya, Kajari Paluta melalui Kasi Intel kajari Paluta Sutan Sinomba Parlaungan Harahap Rabu,(25/5) saat ditemui diruangannya menceritakan jauh hari sebelumnya kejari Paluta tidak  pernah bertemu dan menerima laporan resmi dari Oknum LSM yang diamankan tersebut.

“Sayapun heran saat bapak Kades Rao Teen (sebelum kami melaksanakan OTT) mendatangi saya dan menceritakan oknum LSM tersebut menjual jual nama kejari untuk memintak sejumlah uang, kalo tidak di berikan bapak kades Rao Teen ini, maka oknum LSM tersebut akan melaporkan adanya penyalahgunaan terkait dana desa kades Rao Teen ini ke Kasi Intel kejari Paluta dan juga ke Polres Tapsel,” jelasnya dengan kesal.

Baca juga:  Kadis Pendidikan Akui Dapat SMS Dari Kepsek SMP N 1 Silangkitang

Saat ditanyai potensi kasus ini mengarah ketindak pidana korupsi atau tindak tindak pidana umum, Sutan mengatakan proses hukumnya berpotensi akan mengarah ke tindak pidana umum.

“Karena sebelum OTT bapak kades ini melapor ke kejari Paluta, bahwa dirinya mandapat ancaman dan di mintai sejumlah uang dengan menjual instusi Kejari Paluta dan Polres Tapsel. Modusnya, kalo tidak memberikan sejumlah uang tersebut, oknum LSM ini akan melaporkan temuan mereka yakni dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa Rao teen tahun 2017,” tutupnya. (304)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed