oleh

Milad IKPM-Sumut Yogyakarta Ke 9 Adakan Pengalangan Dana, Ini Kata Gubsu

YOGYAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Utara di Yogyakarta adalah organisasi daerah yang sering di singkat IKPM-SU Yogyakarta, merupakan organisasi yang menjadi perkumpulan mahasiswa asal Sumatera Utara yang ada di Yogyakarta, sebagai wadah berkumpul menjadi satu. Sebagai wujud silaturahmi sesama perantau saat menimba ilmu di perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, organisasi berbasis ke daerahan ini kini sudah berumur sembilan tahun berdiri.

Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Utara di Yogyakarta telah memasuki usianya yang ke 9 tahun, dalam momentum milad IKPM Sumut Yogyakarta Ke 9 tahun ini, berbagai kegiatan dilaksanakan, diantaranya menyelenggarakan kegiatan donasi untuk korban bencana gempa dan tsunami palu dan donggala, milad IKPM Sumut Yogyakarat yang ke 9 tahun 2018 ini, Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Utara di Yogyakarta menggelar kegiatan festival seni budaya untuk donasi korban bencana di sulteng yang Berlokasi di titik nol kilometer Malioboro Yogyakarta (6/10/18), sabtu malam.

Baca juga:  Kabag Humas Hadiri Rakornas Bidang Kehumasan dan Hukum

Dalam kegiatan ini, Gubernur Sumatera Utara menyampaikan kata sambutan dalam hal ini di wakilkan oleh bapak Supardi yang mewakili Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara di Yogyakarta selaku kepala asrama, dan wisma bukit barisan, dalam sambutannya, dia mengapresiasi terkait acara IKPM SUMUT ini yang sudah mau membantu dan berkolaborasi dan ikut berpartisipasi kepada saudara saudara kita yang terkena musibah bencana alam, gempa, dan tsunami yang ada di palu, donggala dan Sulawesi tengah.

“Mudah mudahan adanya agenda IKPM Sumut ini bisa membantu sanak saudara kita yang ada di palu,” ungkapnya.

Supardi berharap. “Semoga apapun agenda yang dilakukan oleh IKPM sumatera utara dapat berjalan lancar dan dapat menjadi wadah pemersatu bagi mahasiswa dan mahasiswi sumatera utara di Yogyakarta , dan yag terpenting adalah menjaga tali silaturrahim kita bersama,” pungkas beliau.

Dia juga menambahkan, dalam hal ini saya juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada IKPM sumut semoga selalu dapat berbuat untuk kita semua, dan yang terpenting adalah semoga IKPM dapat menjadi wadah mahasiswa yang menyuarakan suara mahasiswa dan suara rakyat terkhusus bermanfaat besar bagi warga sumatera utara.

Baca juga:  Ketua IKPM-SU Yogyakarta Menaruh Harapan Kepada Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah

“Dan saya berterima kasih kepada jajaran kepanitiaan sudah mensukseskan acara ini sehingga acara ini dapat berjalan denggan lancar sesuai yang kita inginkan bersama sama sama,” Tutupnya.

Kepada PAMARTANUSANTARA.CO.ID, ketua IKPM Sumut Yogyakarta, Syahdeny M. Rifai Lubis menyampaikan, “Dengan bertambahnya umur organisasi ini. Saya berharap kepada seluruh pengurus agar lebih kritis lagi menghadapi tantangan global. Menambah semangat baru kepada seluruh organisasi daerah di bawah koordinasi IKPM Sumut melalui bidang dan program yg terdepan,” ucap Ketua IKPM Sumut.

Dia juga berharap. “Generasi organisasi ini akan selalu muncul di setiap zamanya, dan juga saya selaku ketua umum IKPM Sumut mengaharapkan kepada pemerintah sumatera utara agar melihat dan peduli terhadap organisasi yg ada di Yogyakarta. Karna kami adalah bagian dari anda,” pinta Syahdeny

Baca juga:  Tinjau Asrama Mahasiswa dan Wisma Pemprovsu di Yogyakarta, Ini Kata Gubsu

Dalam memperingati Milad ke sembilan tahun ini, penggelaran Festival Budaya Sumatera Utara, merupakan Festival Peduli Palu Donggala. Festival ini berhasil menghadirkan ratusan penonton yang datang hingga tumpah ruah memenuhi area lokasi pagelaran budaya Sumut tersebut.

Festival amal ini digelar dengan tujuan yang berbeda dari yang biasanya, yaitu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang tertimpa bencana alam di Sulawesi Tengah. Para penari dari sanggar seni dan kebudayaan IKPM Sumut ini menampilkan tarian etnik asli dari daerah Sumatera Utara diantaranya “Zapin Melayu, tortor kereasi dolok pusubuhit dari etnik toba serta cikalalepompong dari pakpak dan dilanjutkan dengan tari dari etnik karo”, dan dimeriahkan oleh atraksi perguruan silat walet putih. (Akmal Sagala).

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed