oleh

Menyiapkan Mental Anak jadi Pembelajar Mandiri

Oleh Adinda Shofia (Dosen Psikologi UNIMUDA Sorong)

PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Menghadapi masa pandemic yang tidak menentu kapan ujungnya, maka setiap orang harus memberikan ruang dan dorongan bagi anak-anaknya agar memiliki mental yang siap secara mental menjadi pembelajar yang mandiri. 

Wabah Corona yang terus bermutasi dan seringkali menimbulkan situasi yang guncang  di setiap lini lapisan kehidupan masyarakat, termasuk lini dunia Pendidikan memaksa orangtua untuk bisa menjadi supporter utama bagi setiap anaknya khususnya dalam proses belajar, diskusi, hingga memberi motivasi. 

Kekhawatiran terkait menurunnya motivasi belajar anak akibat sistem pembelajaran daring ini sudah pernah diteliti oleh para akdemisi. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh para akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dengan judul Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Selama Pembelajaran Daring” menunjukkan hasil penelitian bahwa motivasi belajar siswa secara eksternal sangat dipengaruhi oleh keadaan keluarga, lingkungan di rumah, serta sarana dan dan prasarana yang mendukung. 

Baca juga:  Police Go To School di 4 Sekolah Unggulan di Jakarta Barat

Mayam Mursadi selaku Pemerhati Dunia Pendidikan juga menyarakan agar orangtua bisa membantu kesiapan mental anak saat belajar selama masa pandemi, misalnya dengan lebih sering mendengarkan apa yang anak sampaikan. Hal ini bertujuan agar anak tidak lepas kontrol atau mengambil keputusan yang salah. Buatlah anak merasa nyaman dan memiliki tempat pulang yang hangat, sehingga ketika ada masalah maka anak akan berpikir “Saya akan cerita masalah ini kepada orangtua karena orangtua saya mau mendengarkan”.

Pada hasil penelitian ini juga memaparkan bahwa secara umum motivasi para siswa belajar dipengaruhi oleh dua hal, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal siswa meliputi kejenuhan, minat belajar, kesehatan fisik dan mental. Sedangkan faktor eksternal siswa adalah keadaan keluarga, lingkungan di rumah, dan sarana prasarana. 

Baca juga:  Gedung Baru SMK IT Di Resmikan Bupati Dan Wakil Bupati.

Solusinya selama pembelajaran daring ini orang tua harus memberikan pendampingan dalam mengawasi masalah belajar anak, memberikan dukungan untuk belajar dengan baik, serta guru harus bisa menciptakan pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan media dan metode belajar yang tepat. Karena pembelajaran daring merupakan pembelajaran dengan cara yang baru bagi siswa.

Meski masih banyak kontroversi terkait dampak negative dan positif dari pembelajaran daring, para praktisi psikologi juga mengakui bahwa belajar secara daring bisa memancing anak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri.

Jadi setiap orangtua harus memiliki porsi yang pas saat membantu anak, yakni dengan membantu namun tidak secara harfiah. Biarkan anak menyelesaikan sendiri masalahnya, berikan kesempatan untuk mengambil keputusan dan berani mengambil resiko. Peran orangtua di sini yakni cukup mendengarkan, mengawasi, mengarahkan tanpa memaksa, memberikan pertimbangan, serta bersiap dengan segala bentuk resiko semaksimal yang anak bisa. 

Baca juga:  IAIDU Asahan Mewisuda 157 Lulusan Sarjana Angkatan XXV Tahun 2018/2019

Menyiapkan mental anak agar siap menjadi pembelajar mandiri merupakan bekal yang paling penting bagi anak untuk saat ini dan saat yang akan datang yang syarat akan ketidakpastian.

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed