oleh

Mencari Tambahan Selama Pandemi Covid-19, Anak Remaja Desa Bagan Bilah Kutip Berondolan Sawit

Mencari Tambahan Selama Pandemi Covid-19, Anak Remaja Desa Bagan Bilah Kutip Berondolan Sawit

Labuhanbatu, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatra Utara dikenal sebagai kawasan penghasil sawit. Masyarakat di pedesaan maupun di perusahaan perkebunan kelapa sawit banyak memanfaatkan buah berondolan sawit untuk dikutip buahnya, Berondolan sawit memberikan dampak ekonomi yang positif bagi petani sawit dan buruh tani di perkebunan juga warga disekitar areal kebun sawit. Selain itu, komoditas ini membuat petani sawit mendapat penghasilan tambahan.

Ditengah pandemi covid-19 yang memutus perekonomian masyarakat. Berondolan sawit yang berasal dari guguran janjang buah sawit ini menjadi salah satu solusi untuk mencari tambahan uang jajan bagi Remaja Putri di Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah ini misalnya.

Amatan Pamartanusantara.co.id, Kamis (09/09/2021) para pencari buah berondolan sawit yang didominasi oleh kaum remaja perempuan dan ibu-ibu tersebut terlihat sangat antusias, karena harga buah sawit berondolan per kilo mencapai Rp. 1.800. (seribu delapan ratus rupiah).

Baca juga:  Dukung Program New Normal, Polres Sergai Patroli Cegah Penyebaran Covid-19

“Harga berondolan sawit sangat membantu pemasukan uang jajan tambahan Ncek, apalagi harga berondolan sekarang cukup mahal, mencapai Rp. 1 ribu delapan ratus rupiah, “kata remaja putri yang akrap disapa Nurul ini.

Selanjutnya kata Nurul, terlebih saat ini mewabahnya corona virus melanda sehingga membuat perekonomian masyarakat terganggu, sehingga berondolan sawit menjadi solusi tambahan pemasukan untuk tambah-tambahan uang jajan dan keperluan lainnya”, ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Sofiya warga setempat, dirinya menyampaikan bahwa selain mudah didapat, harga jual berondolan  yang berasal dari janjang sawit ini juga dapat menambah pendapatan untuk kebutuhan keperluan keseharian.

Masih kata Sofya, yang ditemani Nurul, mereka biasanya mengutip berondolan sawit mampu mengumpulkan seberat 50 kilo sekali mengutip.

Baca juga:  Sumut Pelopor Pers di Indonesia

“Lumayan harga berondolan sekarang ini cukup mahal, kami kumpulkan berondolan setengah goni ukuran sedang sudah dapat untuk digunakan sebagai tambahan uang jajan dan keperluan lain”, ungkapnya.

Sementara itu, rata-rata kaum remaja dan ibu-ibu perorangan setiap harinya mampu mengumpulkan buah berondolan sawit seberat 30 sampai 50 kilo gram. (Akmal Sagala)

Komentar Sahabat Pamarta

Mencari Tambahan Selama Pandemi Covid-19, Anak Remaja Desa Bagan Bilah Kutip Berondolan Sawit
image_pdfUnduh PDFimage_printCetak

Komentar

komentar

News Feed