oleh

Memukul Anak, Jauhkan Rejeki. Benarkah?

Oleh : Arni Wahyu Ningsih, S.Pd. Memukul Anak, Jauhkan Rejeki. Benarkah?

PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Para orang tua? Pernahkah kita memukul anak kita? Apalagi disaat anak kita nakal, yuk kita bahas? Benarkah memukul anak menjauhkan rejeki.

Berbicara tentang anak, masih teringat tentang anak kita y bunda/moms, nah saya akan perjelas terlebih dahulu tentang pengertiannya?

Anak (jamak: anak-anak) adalah seorang lelaki atau perempuan yang belum dewasa  atau belum mengalami masa pubertas. Anak juga merupakan keturunan kedua, di mana kata “anak” merujuk pada lawan dari orang tua, orang dewasa adalah anak dari orang tua mereka, meskipun mereka telah dewasa.

Nah, bagaimana tentang memukul anak?

Hukum memukul anak dalam Islam dan dalilnya bukan suatu yang dianjurkan atau dibenarkan. Hal ini karena ada banyak pertimbangan bagi perkembangan anak dan juga aspek psikologis anak lainnya. Tentunya juga menjadi limit antara orang tua yang benar-benar dalam rangka mendidik atau sekedar meluapkan emosi belaka. Tentu saja hal ini harus selalu disadari oleh orang tua.

Bukan hanya orang tua, tetapi pendidik seperti guru pun hendaknya harus memahami tentang hukum memukul anak agar tidak terjebak pada cara mendidik yang keliru dan menghakimi sendiri. Padahal anak-anak butuh aspek dialogis dan dimengerti karena senang sekali mengeksplor hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Tentu saja pendidikan anak-anak juga harus sesuai dengan hakikat pendidikan Islam dan pungsinya, ilmu pendidikan Islam, dan tujuan pendidikan menurut Islam.

Baca juga:  Karang Taruna Kota Padangsidimpuan  Peduli Sesama Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Oleh karena menghukum anak dengan memukulnya haruslah dipikirkan terlebih dahulu sebelum kita refleks dan membiarkannya menjadi kebiasaan yang buruk. Untuk itu, berikut adalah mengenai hukum memukul anak dalam Islam yang harus orang tua ketahui dan waspadai. Saudariku para orang tua ayah/bunda, permasalahan ini termasuk masalah yang wajib dipahami oleh setiap orang tua. Sikap yang diambil tentunya beragam sesuai dengan kesalahan yang dilakukan anak. Perlu diperhatikan apakah anak memahami kesalahan itu dan mengetahui dosa dan bahayanya ataukah tidak?

Hadist yang berkaitan tidak diperbolehkan memukul anak,

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَيَكُوْنُ فِيْ شَيْئٍ إِلَّا زَانَهُ وَمَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْئٍ إِلَّا شَانَهُ

Baca juga:  Berkas Perkara 2 Penyerang Novel Rampung, Polri Tunggu Kejaksaan

“Tidaklah kelemah lembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasainya dan tidaklah dicabut darinya melainkan akan memperjeleknya,” (HR. Muslim 2594 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)

Sabda beliau shallallahu’aaihiw asallam,

مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقَ يُحْرَمُ الخَيْر

“Siapa saja yang dihalangi dari kelemah kembutan maka dihalangi pula dari kebaikan”  (HR. Muslim 2542 dari Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhu)

Juga sabda beliau shallallahu’alaihi wasallam,

إِنَّهُ مَنْ أُعْطِيَ حَظُّهُ مِنَ الرِّفْقِ فَقَدْ أُعْطِيَ حَظُّهُ مِنْ خَيْرِالدُّنْيَاوَالأَخِرَة

“Sungguh orang yang telah diberi bagian kelembutan berarti ia telah diberi bagian kebaikan dunia dan akhirat” (HR. Ahmad 6/159 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)

Dan beliau bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ

“Jika Allah menginginkan kebaikan bagi sebuah anggota keluarga maka Dia akan memasukkan kelembutan kepada mereka” (HR. Ahmad 6/71, 6/104-105, hadits shahih)

Dan beliau bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ

“Jika Allah menginginkan kebaikan bagi sebuah anggota keluarga maka Dia akan memasukkan kelembutan kepada mereka” (HR. Ahmad 6/71, 6/104-105, hadits shahih)

Baca juga:  Bupati Labuhanbatu Hadiri Pisah Sambut Kejari

Sabda beliau

إِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan.” (HR. Muslim 2593 dari ‘Aisyah secara marfu’)

Selama dalam perbaikan tidak memerlukan pemukulan maka janganlah memukul. Karena Nabi shallallahu’alaihi wasallam sendiri bila harus memilih antara dua pilihan maka beliau memilih yang paling mudah selama bukan dosa. (HR. Bukhari 3560 dan Muslim 2327 dari ‘Aisyah secara marfu’)

Maka kita sebaiknya menggunakan kata-kata nasehat jika ingin memperbaiki perilaku anak atau dengan menggunakan dorongan dan motivasi. Bila kata-kata yang baik tidak berpengaruh maka kita gunakan kata-kata yang berisi teguran dan ancaman sesuai dengan kesalahan anak.

Sudah jelas y saudariku, para orang tua tidak dibenarkan untuk memukul anak, karena kebaikan tidak akan datang terhadap kita, yuk para orang tua untuk lebih sabar menghadapi sifat/sikap anak kita y bunda.

Semoga bermanfaat.

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed