oleh

Memukul Anak, Bahayakah?

Oleh : Arni Wahyu Ningsih, S.Pd. Memukul Anak, Bahayakah?

PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Hai saudara/ri…. Saya akan paparkan akibat dari memukul anak, apakah anda sebagai orang tua terbiasa memukul bokong anak jika dia berbuat nakal? Atau menamparnya jika dia tidak bisa meraih nilai tertinggi di kelasnya? Orang tua harus menyadari bahaya memukul anak sebelum terlambat. Hentikan kebiasaan buruk tersebut sekarang juga.

Ada banyak sebab orang tua memukul anak. Mulai dari tingkah anak yang tak bisa dikontrol, anak yang tantrum, sebagai hukuman untuk mendisiplinkan anak, hingga orang tua yang mengaku dahulu juga sering dipukul. Hati-hati Moms.

Selain menciptakan trauma, kemungkinan besar anak akan menjadi pelaku kekerasan pada teman mainnya. Atau yang lebih buruk, bahaya memukul anak diwariskan kepada keturunannya nanti. Tentu Anda tidak mau hal ini terjadi bukan? Simak apa saja bahaya memukul anak, agar Anda sadar bahwa kekerasan bukanlah jawaban dalam menghadapi masalah dengan anak.

Nah bagi para orang tua, ini loh efek/dampak dari memukul anak anda.

1. Anak Jadi Agresif

Baca juga:  Negeri Seribu Kubah dan Seribu Lubang, Jalan Ujung Tanjung Menuju Bagansiapiapi Semakin Rusak

Memukul anak merupakan model hukuman agresi untuk anak. Menurut Lynn Namka, EdD., memukul anak menimbulkan lebih banyak agresi pada anak, bahkan meskipun pada awalnya hal itu dilakukan untuk menghentikan perilaku tersebut. Anak-anak tidak selalu bisa memahami perbedaan antara agresi fisik yang tidak diperbolehkan (seperti memukul dan mendorong), dan agresi fisik yang mereka terima sebagai hukuman.

2. Anak Lebih Mungkin Penganiayaan Fisik

Remaja yang menerima hukuman fisik, akan tiga kali lipat lebih mungkin untuk menganiaya anaknya sendiri ketika dewasa. Memukul akan mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang diperbolehkan, dan ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan memukul.

2. Anak lebih mungkin penganiayaan fisik

Remaja yang menerima hukuman fisik, akan tiga kali lipat lebih mungkin untuk menganiaya anaknya sendiri ketika dewasa. Memukul akan mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang diperbolehkan, dan ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan memukul.

3. Gangguan Perkembangan Kognitif

Baca juga:  Tafsir Mimpi Naik Truk!

Memukul anak memiliki dampak negatif pada perkembangan anak-anak, anak yang dipukul kurang mampu untuk bersaing dengan tingkat perkembangan kognitif yang diharapkan sesuai usia mereka. Hal ini bahkan dapat menurunkan IQ mereka, catat Psychology Today. Memukul anak dapat mengurangi gray matter (jaringan penghubung abu-abu pada otak), yang merupakan bagian penting untuk kemampuan belajar anak.

4. Gangguan Perkembangan Emosional

Anak-anak yang secara fisik dihukum dapat terganggu secara emosional. Anak-anak yang secara fisik atau verbal dilecehkan lebih mungkin untuk menunjukkan gangguan psikologis, menurut Ask Dr Sears.

5. Menciptakan Tradisi Kekerasan Berulang

Masa kanak-kanak adalah masa ketika seseorang meniru semua yang dilakukan orang dewasa. Bila Anda terbiasa memukul saat memarahi anak, jangan heran jika kelak melihatnya melakukan halĀ  sama pada adiknya. Kebiasaan orangtua memukul akan menciptakan persepsi dalam diri anak, bahwa kekerasan boleh saja dilakukan. Lebih daripada itu, anak juga akan mengadopsi metode kekerasan saat dirinya dewasa dan menjadi orang tua.

Baca juga:  Andi Suhaimi Dalimunthe : Saya Ingin Imam di Setiap Mesjid Hafidz Qur'an

Mungkin Anda bermaksud baik dengan memukul anak, atau tidak terlalu keras saat memukulnya. Tapi, yang akan diingat anak adalah kekerasan bisa dijadikan alat untuk mengungkapkan emosi. Akibatnya, dia bisa melakukan hal sama kepada orang lain.
Sadari hal ini, dan hentikan kebiasaan memukul anak dengan alasan apapun juga.
Selain pukulan, kekerasan verbal seperti bentakan, teriakan atau ancaman pada anak jika dia tidak berkelakuan baik juga sama buruknya. Hal ini akan memberi kesan bahwa anak tidak cukup berharga untuk dicintai orangtuanya sendiri.

Maka dari itu, tidaklah aneh kalau Allah SWT menggambarkan anak sebagai hiasan untuk orang tuanya, sebagaimana yang Allah gambarkan dalam surat Al-Kahfi ayat 46. Yang artinya : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS; Al-Kahfi ayat 46).

Semoga bermanfaat bagi kita semua! Wassalam.

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed