1

Densus 88 Dilibatkan Periksa Penyerang Wiranto

Densus 88 Dilibatkan Periksa Penyerang Wiranto
Densus 88 Dilibatkan Periksa Penyerang Wiranto

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Densus 88 Antiteror ikut dilibatkan untuk memeriksa dua pelaku penyerang Menkopolhukam Wiranto. Keduanya pelaku merupakan pasangan suami istri berinisial FA dan SA.

“Terduga pelaku diamankan di Polres Pandeglang dan masih proses pemeriksaan Polres Pandeglang, Polda Banten dan di-back-up Densus 88,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (10/10/2019).

Brigjen Dedi mengkonfirmasi bahwa Wiranto mengalami luka tusuk di bagian depan. Sementara Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto mengalami luka di bagian punggung.

“Pak Wiranto mengalami luka di bagian depan,” ucapnya.

Wiranto diserang oleh orang dikenal saat berkunjung ke Pandeglang, Banten. Wiranto berkunjung ke Pandeglang dalam rangka peletakan batu pertama pesantren di Pandeglang.

Sementara itu, Kapolsek Menes terluka di bagian punggung saat berusaha melindungi Wiranto. Wiranto sendiri juga terluka dan sedang dilakukan penanganan medis di rumah sakit terdekat. (Divhumas Polri)




Wiranto Diserang, Polri : SOP Pengamanan Sudah Dilakukan

Wiranto Diserang, Polri : SOP Pengamanan Sudah Dilakukan
Wiranto Diserang, Polri : SOP Pengamanan Sudah Dilakukan

Wiranto Diserang, Polri : SOP Pengamanan Sudah Dilakukan
Wiranto Diserang, Polri : SOP Pengamanan Sudah Dilakukan

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Menkopolhukam Wiranto diserang oleh dua orang tak dikenal. Polri menegasakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan sudah dilakukan.

“Sop sudah dilakukan cuma ketika pejabat publik berinteraksi dengan masyarakat tetap bisa melakukan ini kan masyarakat kita sendiri,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (10/10/2019).

Brigjen Dedi mengatakan kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri sudah diamankan. Keduanya berinisial FA dan SA.

“Sedang kita dalami dulu dua pelaku tersebut,” tuturnya.

Wiranto diserang oleh orang dikenal saat berkunjung ke Pandeglang, Banten. Wiranto berkunjung ke Pandeglang dalam rangka peletakan batu pertama pesantren di Pandeglang.

Sementara itu, Kapolsek Menes terluka di bagian punggung saat berusaha melindungi Wiranto. Wiranto sendiri juga terluka dan sedang dilakukan penanganan medis di rumah sakit terdekat. (Divhumas Polri)




Wiranto Bersama Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena

Wiranto Bersama Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena
Wiranto Bersama Panglima TNI dan Kapolri Kunjungi Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena

JAYAPURA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama rombongan mengunjungi pengungsi korban kerusuhan Wamena di gedung Mengantara, Lanud Silaspapare, Jayapura, Rabu (9/10/2019).

Dalam kunjungannya, Wiranto menyampaikan, bahwa kondisi di Wamena sudah aman dan kondusif. Masyarakat yang mengungsi juga diminta untuk bisa kembali ke rumah masing-masing.

“Panglima TNI dan Kapolri sudah menjamin keamanan yang ada Wamena jadi bapak ibu sekalian tidak perlu khawatir,” tuturnya.

Wiranto juga turut memberikan semangat kepada para pengungsi agar bisa terus menjalankan aktivitas seperti biasanya.

“Kita semua ini adalah saudara sama-sama orang Indonesia dan kita semua memiliki Hak yang sama untuk hidup di manapun,” ungkapnya.

Adapun jumlah pengungsi yang ada di Gedung Megantara Lanud Silaspapare sebanyak 126 jiwa terdiri dari anak anak dan orang dewasa.

Turut hadir dalam rombongan ini antara lain Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farried Moeloek.

Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Ganip Warsito, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudipyanto, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E. Supit, Aslog Kasau Marsda TNI Abd. Wahab, Kadisadaau Marsma TNI Hento Budi S., Deputi V Polhukam Irjen Pol Carlo Tewu, Deputi IV Polhukam Mayjen TNI Rudianto, Kabiro Humas Mensos Soni W. Manalu, Dirjen Dayasos Pepen N., Protokol Mensos Agung Hendrawan, Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si, M.M., Ses Ditjen P2P Ahmad Yuranto, Kasubdit Yankes Budi. (Divhumas Polri)




Oknum Dosen IPB Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi

Oknum Dosen IPB Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi
Oknum Dosen IPB Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Oknum dosen IPB Abdul Basith (AB) berencana menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi. Dia bersama tersangka lain akan meledakkan bom ikan di beberapa titik pusut ekonomi di Jakarta.

Tujuannya ingin menciptakan kerusuhan. Untuk mewujudkan rencana itu, AB merancang aksi dengan memamfaatkan Aksi Mujahid 212 yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun rencana jahat AB gagal dilakukan karena dia keburu ditangkap polisi beberapa jam sebelum Aksi Mujahid 212 berlangsung.

Kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto, ada titik-titik di wilayah DKI Jakarta yang dirancang akan diledakkan menggunakan bom ikan berisi paku-paku. Sebagian lokasi yang dipetakan AB berada di wilayah Jakarta Barat.

Bom akan diledakkan sepanjang Grogol sampai kawasan Roxy, Jakarta Barat. Tersangka Abdul Basith dan kelompoknya berencana membuat kerusuhan dengan maksud menurunkan Presiden Jokowi serta menggagalkan pelantikan Jokowi untuk kedua kali menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Menurut Kombes Suyudi, hasil pemeriksaan diketahui tersangka Abdul Basith juga akan menyebarkan isu karhutla dan revisi UU KPK yang tengah bergejolak di tengan masyarakat. “Target utama mereka membatalkan pelantikan presiden,” tegas Kombes Suyudi.

Abdul Basith ditangkap di rumahnya di kawasan Tangerang pada Jumat (27/9) sehari sebelum Aksi Mujahid 212, yakni pada Sabtu (28/9).

Dalam kasus ini polisi telah menangkap Abdul dan sejumlah tersangka lain yang salah satunya pensiunan TNI AL Sony Santoso.

Bom ikan yang disiapkan Abdul dan kelompoknya cukup berbahaya karena memiliki detonator dan sudah dililit paku dan benda berbahaya. Bom yang dirakut secara khusus rencananya digunakan oleh 4 orang ini membuat saat terjadinya demo.

Abdul Basith diketahui sebahai mastermind pengadaan bom-bom tersebut. Dia menginstruksikan Sugi atau Laode yang didatangkan dari Ambon dan Papua untuk merakit bom. Abdul Basith juga perintah tersangka OS untuk mencari eksekutor untuk meledakkan bom.

Hasil peneriksaan diketahui, Abdul Basith disebut sudah merencanakan kejahatan ini sejak 23 hingga 27 September 2019. Selama proses itu, tersangka OS berhasil merekrut tersangka YF, AL dan FEB untuk membantu melancarkan rencana aksinya. (Tim)




Polri Ungkap Perdagangan Orang Dengan Modus Beasiswa ke Luar Negeri

Polri Ungkap Perdagangan Orang Dengan Modus Beasiswa ke Luar Negeri
Polri Ungkap Perdagangan Orang Dengan Modus Beasiswa ke Luar Negeri

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Polri menangkap agen tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dengan modus mengiming-imingi beasiswa sekolah di luar negeri sambil bekerja. Para korban yang masih berusia muda berasal dari berbagai daerah, seperti Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Korbannya yang melapor ada dua, atas nama AM dan AMN. Menawarkan calon korban diberi beasiswa. Korban dijanjikan dapat kuliah sambil kerja di Taiwan, dengan lebih dulu menyerahkan Rp 35 juta ke agen untuk biaya administrasi,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Rabu (9/10/2019).

Setelah menyerahkan uang Rp 35 juta, agen yang mengurus keberangkatan korban menjelaskan ke paspor yang diberikan adalah paspor sekolah. Korban diminta tak menyinggung perihal kerja pada otoritas Taiwan.

“Selanjutnya agen menyarankan kepada korban untuk beli pekerjaan di Taiwan dan membayar uang kuliah Rp 50 juta. Kalau uangnya tidak ada, si agen ini saranin pinjam ke bank atas nama perusahaan tersangka,” ucap Asep.

Setelah sampai di Taiwan, korban menjalani rutinitas perkuliahan dan sebulan kemudian mendapat kerja. Namun gaji korban dipegang agen dengan alasan untuk membayar pinjaman bank Rp 50 juta yang menggunakan nama perusahaan. Tak hanya itu, gaji korban juga dipotong dengan alasan membayar sewa asrama dan kebutuhan sekolah.

“Dua tersangka atas nama L dan M. L ini perannya merekrut calon PMI. Dari 2017, sudah memberangkatkan 75 PMI. Yang M perannya memberangkatkan dan berkoordinasi dengan jaringan di luar negeri, dari tahun lalu sampai sekarang sudah memberangkatkan 8 orang,” terang Asep.

Kedua tersangka dijerat Pasal 4 UU 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan/atau Pasal 83 serta Pasal 86 A Nomor 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (Divhumas Polri)




RI-Singapura Pacu Pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Nongsa Digital Park

RI-Singapura Pacu Pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Nongsa Digital Park
RI-Singapura Pacu Pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Nongsa Digital Park

SINGAPURA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama terkait pengembangan Kawasan Industri Kendal dan Nongsa Digital Park. Sinergi ini diyakini dapat memperkuat perekonomian kedua negara.

Hal itu merupakan hasil pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong pada acara Annual Leaders Meeting di Delegation Room, The Istana, Singapura, Selasa (8/10) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto turut hadir mendampingi Presiden Jokowi.

“Beberapa kerja sama yang disepakati di bidang ekonomi, di antaranya adalah peningkatan investasi, perdagangan, ekonomi digital dan pendidikan vokasi. Ini menjadi kelanjutan dari kesepakatan Leaders’ Retreat tahun lalu,” kata Menteri Airlangga dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (9/10).

Menperin menyampaikan, Pemerintah Indonesia menyambut baik dan mengapresiasi kepada para pelaku industri Singapura yang telah menanamkan modalnya di Kawasan Industri Kendal (KIK). Kawasan industri terbesar di Jawa Tengah ini merupakan ikon baru bagi perwujudan kerja sama Indonesia dan Singapura.

“Kawasan terintegrasi tersebut diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong pada tahun 2016 lalu,” terangnya. Pembangunan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.700 hektare untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, kota fesyen, dan permukiman.

“Di sana sudah banyak sektor light industry. Selain itu, kami akan dorong juga untuk tumbuhnya industri komponen, fesyen, sepatu dan garmen,” tuturnya.

Pengembangan KIK terus diakselerasi agar menjadi kawasan industri padat karya berorientasi ekspor.

“Per September 2019, investasi yang sudah masuk ke KIK mencapai Rp11,4 triliun dengan sebanyak 59 tenant, mulai dari Indonesia, Singapura, Jepang, Taiwan, hingga Korea. Termasuk juga adanya relokasi dua industri dari China. Hal ini dapat memperkuat struktur industri di dalam negeri. Total penciptaan lapangan kerja di kawasan tersebut, sudah lebih dari 6.950 orang,” papar Airlangga.

Pemerintah fokus mengakselerasi pengembangan KIK, yang statusnya akan naik menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan ditargetkan mampu menjaring investasi senilai Rp70 triliun dalam waktu lima tahun ke depan. Selain itu, hingga tahun 2024 nanti, KEK Kendal dapat melakukan ekspor senilai USD500 juta per tahun dan mensubtitusi impor hingga USD250 juta per tahun.

KEK Kendal juga diharapkan dapat memberdayakan sebanyak 20.000 tenaga kerja, dan 60.000 tenaga kerja lainnya di sekitar Kawasan tersebut. Sejumlah sektor industri prioritas di KEK Kendal, antara lain industri makanan dan minuman, elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta furnitur.

“Jadi, KEK Kendal bisa menjadi salah satu area untuk ekspansi industri di Semarang dan Kendal sekaligus sebagai export hub. Apalagi, akan ada klaster industri tekstil di Jawa Tengah, di mana industri tekstil menjadi sektor andalan dalam implementasi industri 4.0,” ujarnya.

Di samping itu, dalam kesiapan memasuki era industri 4.0, Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di KIK. Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan dunia industri saat ini, melalui pendidikan vokasi.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat untuk mengembangkan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam. Kawasan ini akan menjadi basis bagi pelaku industri kreatif di bidang digital seperti pengembangan startup, web, aplikasi, program-program digital, film, dan animasi.

Proyek tersebut dikoordinasikan oleh PT. Kinema Systrans Multimedia yang bekerja sama dengan Infinite Studios. Per Agustus 2019, jumlah tenant dan startup di NDP telah mencapai 50 perusahaan, termasuk startup dari Singapura, yaitu Glints (Start-up talent recruitment) dan LiquidPay (Fintech).

“Pembangunan Apple iOS Development Center (Apple Academy) yang ke-3 di Indonesia, akan berlokasi di Batam, dan ditargetkan selesai pada tahun 2020. Sebelumnya, mereka telah membangun di BSD Tangerang dan Surabaya. Selain itu, kami juga sedang mengusulkan pembentukan KEK Digital Nongsa,” ungkap Menperin. (Tim)




Langkah Strategis Kemenperin Percepat Transformasi Industri 4.0

Langkah Strategis Kemenperin Percepat Transformasi Industri 4.0
Langkah Strategis Kemenperin Percepat Transformasi Industri 4.0

PADANG, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Pemerintah terus berupaya meningkatkan peran sektor industri manufaktur sebagai penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun sejumlah langkah strategis yang disiapkan, antara lain memacu produktivitas, daya saing produk ekspor, dan penguatan struktur manufaktur.

“Untuk menciptakan sasaran tersebut, kita perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif, kemudian mengaktifkan kegiatan R&D, menggerakkan potensi-potensi sektor ekonomi, dan menjaga kondisi makro ekonomi kita agar tetap stabil,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara pada acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan Wartawan di Padang, Selasa (8/10).

Menurut Kepala BPPI, hal itu bisa terwujud, apabila adanya sinergi lintas kementerian dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait. “Karena komitmen ini harus dijalankan secara bersama-sama. Guna mengakselerasinya, kita perlu melakukan transformasi menuju industri 4.0,” ungkapnya.

Ngakan menegaskan, pihaknya sudah mengukur tingkat kesiapan sejumlah sektor industri di dalam negeri untuk menuju transformasi industri 4.0. Sektor-sektor yang diprioritaskan dalam implementasi tahap awal, sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri kimia, industri otomotif, serta industri elektronika.

“Alat ukur itu kita namakan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang tujuannya agar kita bisa mengetahui level kesiapan industri yang bisa kita lakukan assessment. Di samping itu, kami juga sudah membangun ekosistem industri 4.0 dan mengembangkan konsep green industry,” paparnya.

Hingga kini, Kemenperin telah melakukan assessment terhadap 326 perusahaan manufaktur. Dari hasil penilaian tersebut, sejumlah perusahaan sudah siap menuju transformasi industri 4.0. “Selanjutnya, kami juga memberikan bimbingan teknis transformasi industri 4.0 baik itu kepada manager maupun engineer perusahaan,” ujarnya.

Mengenai pembentukan ekosistem industri 4.0 atau yang disebut SINDI 4.0 (Ekosistem Indonesia 4.0), Kemenperin berharap SINDI 4.0 dapat menjadi wadah dalam membangun sinergi dan kolaborasi antar pihak untuk mempercepat proses transformasi industri 4.0, koordinasi antar pihak dalam proses tansformasi industri 4.0, serta jejaring dan kerja sama antar pihak dalam akselerasi proses transformasi industri 4.0.

Ngakan menambahkan, implementasi Making Indonesia 4.0 guna menyikapi kondisi perekonomian dan industri yang berkembang saat ini. “Apalagi, kita ingin membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Maka itu, kita perlu memasuki industri 4.0, dan ini telah menjadi agenda nasional,” imbuhnya.

Penerapan industri 4.0 dinilai mampu mendorong peningkatan produktivitas sektor industri secara lebih efisien. Hal ini karena telah terbangunnya konektivitas melalui pemanfaatan teknologi digital. Misalnya, menggunakan internet of things atau artificial intelligent.

“Bahkan, industri 4.0 akan dapat memunculkan pekerjaan baru yang cukup banyak, seperti teknisi untuk memperbaiki robot dan para tenaga ahli untuk mengolah data-data. Apalagi, sekarang banyak aplikasi yang telah berkembang untuk mendukung dalam proses produksi,” tuturnya.

Ngakan pun optimistis, transformasi industri 4.0 akan mendongkrak kinerja sektor manufaktur nasional. Hal ini akan memperkuat peran industri terus menjadi sektor andalan dalam menopang perekonomian Indonesia. “Industri sebagai kontributor terbesar penerimaan negara, seperti melalui setoran pajak,” terangnya.

Pada tahun 2018, realisasi pajak dari sektor industri mencapai Rp363,60 triliun atau menyumbang 30 persen dari total penerimaan pajak sebesar Rp1.316 triliun. Setoran industri tahun lalu meningkat 11,12 persen dibanding tahun 2017. Selain itu, industri mampu menyumbang penerimaan cukai sebesar Rp159,7 triliun.

Kemenperin juga mencatat, sepanjang Januari-Juni 2019, pengapalan produk manufaktur nasional mampu menembus hingga USD60,16 miliar. Nilai ini berkontribusi sebesar 74,88% dari capaian ekspor nasional yang menyentuh angka USD80,32 miliar di semester pertama tahun ini. (Tim)




Puluhan Mahasiswa di Wakatobi Aksi Solidaritas Gugurnya Randi dan Yusuf Kardawi

Puluhan Mahasiswa di Wakatobi Aksi Solidaritas Gugurnya Randi dan Yusuf Kardawi

WAKATOBI, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Puluhan mahasiswa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi solidaritas kemanusian serta membaca doa bersama atas gugurnya dua mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHO) pada saat melakukan aksi unjuk rasa penolakan revisi UU KPK dan RKUHP di depan kantor DPRD Sultra tiga hari lalu.

Aksi solidaritas yang digelar di Pantai Marina Wangiwangi, Sabtu (28/9/2019) sekitar pukul 20.00 Wita dan barakhir sekitar pukul 22:00 Wita. Hadir sejumlah aktivis 1998, diantaranya mantan Presiden Mahasiswa UHO periode 1999-2000, Salih Hanan.

Mereka membakar ratusan lilin untuk mengenang Muhammad Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Budi Daya Perikanan UHO dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Jurusan D3 Teknik Sipil UHO yang gugur dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Indonesia.

Salih Hanan mengatakan sebagai aktivis 98 dan mantan presiden mahasiswa UHO berterima kasih kepada sejumlah mahasiswa di Wakatobi karena telah menunjukan solidaritasnya.

“Saya juga atas nama alumni, saya sangat merasa bangga karena teman-mahasiswa Wakatobi menunjukan solidarotasnya,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Ia pun mengecam tragedi berdarah tersebut karena menurutnya tidak ada satu pun komponen bangsa ini diberikan hak oleh Tuhan untuk mengambil nyawa mereka (Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi), dan menindas mereka.

“Saya berharap roh perjuangan ini jangan saja berhenti di sini. Roh perjuangan ini harus kita juangkan di mana pun kita pergi,” paparnya.

Salih Hanan menjelaskan musuh mahasiswa atau pun aktivis bukam polisi, namun saja polisi ditempatkan di situasi tersebut.

“Musuh kita adalah ketidakadilan, pelanggaran hak asasi manusia, penindasan terhadap masyarakat, bukan pada organisasi atau orang. Maka mari kita renungkan diri agar perjuangan kita hari ini ada hikmanya,” terangnya. (Ril/Humas Polri)




Kemenperin Genjot Lima Sektor Manufaktur

Kemenperin Genjot Lima Sektor Manufaktur
Kemenperin Genjot Lima Sektor Manufaktur

PADANG, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Kementerian Perindustrian sedang fokus menggenjot kinerja lima sektor manufaktur di dalam negeri untuk siap memasuki era industri 4.0 dan menjadi penopang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya. Kelima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, otomotif, serta elektronika.

“Sektor-sektor itu dipilih berdasarkan evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup kontribusi PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono pada acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan Wartawan di Padang, Selasa (8/10).

Sekjen Kemenperin menjelaskan, lima sektor manufaktur yang menjadi andalan tersebut, dinilai mampu memberikan kontribusi signfikan hingga lebih dari 60 persen terhadap share ke PDB, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. “Sehingga kalau kelima sektor ini kita garap bersama-sama, tentunya akan men-trigger pertumbuhan ekonomi kita lebih signifikan,” tuturnya.

Misalnya, industri makanan dan minuman, dalam kurun lima tahun terakhir kinerjanya konsisten positif melampaui dari pertumbuhan ekonomi. “Sektor ini tumbuh rata-rata di atas 8-9%. Jadi, kalau industri makanan dan minuman ini kita berikan upaya-upaya peningkatan yang lebih besar lagi melalui industri 4.0, tentu pertumbuhannya bisa double-digit,” ungkap Sigit.

Bahkan, selama ini industri makanan dan minuman berperan penting dalam peningkatan nilai tambah bahan baku di dalam negeri. “Sektor ini memang mempunyai nilai tambah paling tinggi, karena seluruh komponen bahan bakunya sebagian besar itu berasal dari dalam negeri. Apalagi, sektor ini didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) sehingga bisa mewujudkan ekonomi yang inklusif,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai pengembangan di sektor industri kimia, pemerintah sedang gencar menarik investasi untuk memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri. “Sebab, dari tahun 1998, belum ada investasi yang besar khususnya di industri petrokimia. Padahal, produksi dari sektor tersebut banyak dibutuhkan untuk memasok kebutuhan bagi sektor lainnya,” ujar Sigit.

Untuk itu, dengan memprioritaskan pengembangan industri kimia, Kemenperin mendorong agar dapat menghasilkan produk substitusi impor sehingga bisa menakan defisit neraca perdagangan. “Oleh karena itu, investasi-investasi yang sedang kita upayakan masuk, industrinya sudah mengaplikasikan teknologi industri 4.0, yang tentunya bisa meningkatkan produktivitas secara efisien,” paparnya.

Terkait industri tekstil dan pakaian, Sigit mengemukakan, sektor ini merupakan yang tertua struktur manufakturnya di Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan program restrukturisasi mesin produksi yang lebih modern sehingga dapat memacu produktivitas dan daya saingnya.

“Potensi kita, industri tesktil dan pakaian ini sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir. Kalau didorong dengan penerapan industri 4.0, kami optimistis bisa mengejar kapasitas produksi dari negara-negara kompetitor,” lanjutnya.

Di industri elektronika, Kemenperin juga sedang mendongkrak kinerjanya melalui peningkatan investasi. “Kita masih memerlukan investasi yang cukup besar khususnya di sektor hulu, yang bisa menghasilkan berbagai komponen untuk memasok kebutuhan bagi sektor-sektor lainnya seperti industri otomotif,” tutur Sigit.

Sementara itu, di industri otomotif, Sekjen Kemenperin menilai kinerja sektor tersebut mulai bergerak naik signifikan dibanding 20 tahun lalu. Hal ini seiring terjadinya peningkatan investasi di dalam negeri, di mana sejumlah produsen global menjadikan Indonesia basis produksinya untuk mengisi pasar ekspor.

“Saat ini perkembangan teknologinya pun terus berkembang, seperti pada pengaruh mesinnya terhadap lingkungan. Maka itu, pengembangan kendaraan listrik menjadi prioritas ke depannya. Jadi, nanti ada aturan mengenai PPnBM yang didasarkan pada emisi yang dikeluarkan. Kalau emisinya rendah, PPnBM-nya akan rendah,” jelasnya.

Sigit menegaskan, pemerintah telah menyusun langkah strategis untuk menggenjot kinerja lima sektor tersebut, yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Peta jalan ini diyakini akan dapat mewujudkan visi Indonesia menjadi negara 10 besar yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Kami juga optimistis, implementasi industri 4.0, akan mengoptimalkan potensi-potensi lainnya seperti penambahan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen, peningkatan kontribusi sektor terhadap PDB hingga 25% pada 2030, peningkatan net export hingga 10%, serta mengisi kebutuhan tenaga kerja yang melek digital hingga 17 juta orang untuk mendorong peningkatan nilai tambah terhadap PDB nasional hingga USD150 Miliar pada 2025,” paparnya.

Progres Making Indonesia 4.0

Sebagai tindak lanjut peluncuran Making Indonesia 4.0 oleh Presiden pada April 2018 lalu, Sigit mengatakan, pemerintah telah menjalankan langkah-langkah strategis untuk mendukung percepatan adopsi industri 4.0, antara lain meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) atau indikator penilaian tingkat kesiapan industri di Indonesia dalam menerapkan teknologi era industri 4.0.

Selanjutnya, Indonesia ditunjuk menjadi official partner country pada Hannover Messe 2020 yang merupakan platform strategis untuk mengkampanyekan Making Indonesia 4.0 secara global. “Beberapa waktu lalu, Bapak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto turut melaksanakan Kick-off pameran teknologi terbesar dunia tersebut yang akan diselenggarakan enam bulan dari sekarang,” ungkapnya.

Kemenperin juga mendorong tumbuhnya bisnis rintisan melalui program Making Indonesia 4.0 Start-Up yang bertujuan menggali ide-ide inovasi dari perusahaan-perusahaan start-up berbasis teknologi yang dapat mendukung pelaku IKM maupun menyuplai teknologi bagi para investor.

Bahkan, untuk memanfaatkan peluang bonus demografi di era industri 4.0, pemerintah berkomitmen menyiapkan SDM industri melalui beragam fasilitas, seperti insentif pajak super melalui Peraturan Pemerintah No. 45/2019 yang memberikan potongan pajak hingga 200% untuk investasi terkait pengembangan pendidikan vokasi, 300% untuk RnD, serta 60% untuk industri padat karya.

Sigit menegaskan, Indonesia menargetkan menjadi manufacturing hub regional dan basis produksi bagi produsen global untuk kebutuhan domestik maupun pasar ekspor. “Beberapa sektor industri yang telah memiliki kedalaman struktur, mulai dari hulu hingga hilir, seperti industri otomotif, tekstil dan pakaian, makanan dan minuman, logam dasar, dan industri kimia,” sebutnya.

Kemenperin mencatat, sektor industri manufaktur masih menjadi pendukung utama ekonomi Indonesia. Hingga Juli 2019, total ekspor produk manufaktur mencapai USD71,67 miliar atau 74,82% dari total ekspor nasional sebesar USD95,79 miliar, sedangkan investasi di sektor ini sebesar Rp104 triliun. Pada triwulan II-2019, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total PDB nasional sebesar 19,52%.

“Secara global, kinerja sektor manufaktur kita menunjukkan arah perkembangan yang cukup baik. Berdasarkan publikasi UNIDO, peringkat daya saing sektor industri Indonesia menunjukkan tren yang cukup baik sehingga mampu berada di urutan ke-38 pada tahun 2018 dari 150 negara,” paparnya. (Tim)




Polwan Ditangkap Karena Diduga Terlibat Kelompok Teroris

Polwan Ditangkap Karena Diduga Terlibat Kelompok Teroris
Polwan Ditangkap Karena Diduga Terlibat Kelompok Teroris

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Bripda Nesti Ode Samili ditangkap karena diduga terpapar paham radikal. Densus 88 Antiteror kini menyelidiki kemungkinan Bripda Nesti menularkan paham radikal tersebut kepada polisi-polisi lain.

“Sedang didalami apa dia memaparkan ke anggota yang lain,” kata Kabag Penum Ropenmas DivHumas Polri Kombes Asep Adi Saputra, Selasa (8/10/2019).

Densus 88 juga masih mengidentifikasi kemungkinan Bripda Nesti terlibat kelompok teroris yang ada di Tanah Air. Bripda Nesti mengenal dan belajar radikalisme dari media sosial.

“Dia terpapar paham radikal karena belajar secara mandiri di media sosial dan masih didalami apa dia terafiliasi dengan jaringan teroris di dalam negeri,” tuturnya.

Bripda Nesti ditangkap untuk kedua kali dengan dugaan yang sama. Nesti diduga berkiblat pada kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Nesti pertama kali ditangkap oleh Polda Jawa Timur saat dia mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Mei 2019. Saat itu dia hendak ke Surabaya menggunakan identitas palsu. Terakhir, Bripda Nesti kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta. (Divhumas Polri)