1

LPAKN-RI Resmi Buat Pengaduan Ke KPK.

LPAKN-RI Resmi Buat Pengaduan Ke KPK.
Fhoto Faisal Haris,SH, di Gedung KPK.

Jakarta, PAMARTANUSANTARA. CO. ID| Lembaga pemantau aset dan keuangan negara republik Indonesia ( LPAKN-RI) resmi buat pengaduan Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selasa (23/02/2021) di Jakarta dengan Nomor 010/LSM/LPAKNRI/VII/2021.

Pengaduan tersebut berkaitan dengan anggaran Pelaksanaan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kabupaten Mandailing Natal (MADINA) yang diduga tidak dijalankan sebagaimana mestinya dan diduga banyak terjadi penyimpangan.

 

Kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) yang dikucurkan Ditjen cipta karya kementerian PUPR RI tahun anggaran 2020, diketahui pada enam kecamatan di kabupaten Mandailing Natal yakni, Kecamatan hutabargot, kecamatan panyabungan barat, kecamatan naga juang, kecamatan sinunukan, kecamatan Lembah Sorik Merapi, dan kecamatan muara Batang gadis.

“Yang dilaporkan terkait masalah pelaksanaan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (pisew) yang ada di sejumlah kecamatan di kabupaten Mandailing Natal”, Kata Faisal Haris, SH, Ketua Umum LPAKN-RI, kepada awak Media.

“Dana pisew tersebut terbagi di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. masing masing kecamatan mendapat jatah 600 juta rupiah yang dari APBN dengan tujuan agar dana tersebut untuk membangun infrastruktur semisal jembatan pengerasan jalan dan lain-lain”, Lanjutnya.

Ditambahkannya juga bahwa, menurut mereka fakta di lapangan dana tersebut di duga banyak yang diselewengkan dan disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu. Kejanggalan yang terindikasi terjadinya penyelewengan anggaran demi kepentingan pribadi.

“Kami buat Laporan Resmi Ke KPK dengan harapan agar pihak terkait mengambil langkah cepat untuk penyidikan dan juga pemanggilan serta memeriksa pengurus seperti camat dan juga kepala desa sebagai pihak bertanggung jawab agar aliran dana tersebut diusut tuntas”, Tegas Faisal Haris.

(Red)




Statistik Pandemi Corona 2020 LIVE UPDATE COVID – 19

[covid19 country=”Indonesia” title=”Indonesia” style=”2″ label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]
[covid19 title=”Seluruh Dunia” style=”2″ label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]
[covid19 country=”Malaysia” title=”Malaysia” style=”2″ label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]
[covid19 country=”Singapore” title=”Singapura” style=”2″ label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]
[covid19 country=”Vietnam” title=”Vietnam” style=”2″ label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]
[covid19 country=”Thailand” title=”Thailand” style=”2″ label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]
[covid19 country=”Australia” title=”Australia” style=”2″ label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]
[covid19 title=”Data Lengkap Dunia” style=”list” label_confirmed=”Kasus” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]





Polri : 2 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan

Polri : 2 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan
Polri : 2 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan

Jakarta, Pamarta Nusantara–Polri mengatakan dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina sudah dapat dibebaskan. Keduanya pun segera dipulangkan ke Indonesia.

“Saat ini keduanya sedang dalam proses untuk dapat kembali ke tanah air,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, Senin (23/12/2019).

Kombes Asep mengatakan saat ini ada satu WNI lain yang masih disandera oleh kelompok tersebut. Pemerintah Indonesia dan Filipina sedang berupaya untuk membebaskan sandera itu.

“Perjuangan pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Filipina masih terus berlanjut karena masih ada satu WNI atas nama Muhammad Farhan yang saat ini masih dalam penyanderaan kelompok Abu Sayyaf,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian luar Negeri merilis bahwa dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina berhasil dibebaskan. Sementara itu, pembebasan 1 WNI lainnya masih diupayakan. Satu prajurit Filipina gugur saat upaya pembebasan ini. (Divhumas Polri)




Kemenperin Kawal Investasi Taiwan Mulai Sektor Elektronik Hingga Petrokimia

Kemenperin Kawal Investasi Taiwan Mulai Sektor Elektronik Hingga Petrokimia
Kemenperin Kawal Investasi Taiwan Mulai Sektor Elektronik Hingga Petrokimia

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Pemerintah membuka pintu kepada para investor yang ingin masuk ke Indonesia untuk menumbuhkan industri manufaktur. Hal ini guna memperkuat struktur industri di dalam negeri, mulai dari sektor hulu sampai hilir, sehingga akan mendongkrak daya saing.

“Oleh karena itu, Bapak Presiden Joko Widodo menekankan kepada kami untuk mendorong hilirisasi industri di Tanah Air, karena akan berdampak luas terhadap perekonomian nasional seperti peningkatan lapangan kerja,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/12).

Pada Jumat (20/12) kemarin, Menperin sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah investor dari Taiwan, antara lain Litemax Electronics Inc., perusahaan yang memproduksi alat komunikasi digital. Selain itu, perusahaan Taiwan Sugar Corporation serta CPC Corporation selaku perusahaan minyak dan gas alam..

Menteri AGK menyebutkan, peluang kolaborasi antara pelaku industri Indonesia dengan Taiwan masih cukup prospektif. Potensi ini dinilai dapat menguntungkan menumbuhkan perekonomian, Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian turut mengawal sejumlah investasi di sektor manufaktur yang akan masuk dari Taiwan agar bisa cepat terealisasi.

“Kami mendapat laporan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sudah banyak misi bisnis dari Taiwan yang datang ke Indonesia. Kami meyakini bahwa misi bisnis ini dan kisah sukses dari perusahaan-perusahaan yang sudah berinvestasi di Indonesia dapat menjadi gerbang untuk meningkatnya investasi ke Indonesia,” paparnya.

Kemenperin mencatat, Taiwan berada pada peringkat ke-15 dengan total realisasi USD926,9 juta atau berkontribusi sebesar 0,7% dari seluruh realisasi penanaman modal asing (PMA) pada lima tahun terakhir. Capaian tersebut perlu terus ditingkatkan, mengingat adanya peluang relokasi industri di tengah situasi perang dagang Amerika Serikat dan China.

Agus menegaskan, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan penyederhanaan terhadap regulasi. Langkah strategis ini dengan mengajak DPR untuk menerbitkan Omnibus Law yang meliputi Undang-undang Cipta Lapangan Kerja dan Undang-undang Pemberdayaan UMKM.

“Masing-masing undang-undang tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu undang-undang yang sekaligus merevisi beberapa undang-undang yang sudah ada sebelumnya, bahkan hingga puluhan undang-undang,” jelasnya.

Di samping itu, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019, yang salah satunya mengatur tentang pemberian insentif fiskal berupa super deduction tax bagi kegiatan riset dan vokasi dengan pengurangan penghasilan bruto sampai 200%-300%.

“Kami juga mengapreasiasi pelaksanaan Indonesia-Taiwan Industrial Collaboration Forum (ITICF) yang dilaksanakan pada awal Desember lalu, di mana telah menghasilkan empat MoU kerja sama,” ujar Menperin. Melalui forum tersebut telah tercapai beberapa kesepakatan di berbagai bidang seperti industri, akademik, capacity building dan sumber daya manusia.

Kerja sama yang pertama, yakni Think tank cooperation antara Industry, Science and Tecnology International Strategy Center (ISTI) serta Industrial Technology Research Institute (ITRI) dengan Paramadina Public Policy Institute (PPPI).

Kemudian, Cooperation of Design Development, antara Taiwan Design Center (TDC) dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin RI yang diwakili oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI Taipei).

Berikutnya, Advanced Molding Technology and Education Cooperation antara Association of CAE Mold Technology serta Association of Computational Mechanics Taiwan (ACMT) dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Selanjutnya, Implementation of Industry 4.0 Technology in The Virtual and Augmented Reality, antara Taiwan Association for Virtual And Augmented Reality (TAVAR) dengan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kemenperin RI. (Humas)




Bareksrim Tangkap Hacker Peras Korban Lewat Aplikasi

Bareksrim Tangkap Hacker Peras Korban Lewat Aplikasi
Bareksrim Tangkap Hacker Peras Korban Lewat Aplikasi

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Penyidik Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang tersangka berinisial BBA (21) karena melakukan tindak pidana pemerasan dengan cara menyandera data korban menggunakan aplikasi ransomware.

“Hacker ini tidak terorganisir, keuntungan yang didapat buat dia sendiri,” kata Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat, (25/10/2019).

Tersangka ditangkap pada Jumat,18 Oktober 2019 di Sleman, DIY.

Rickynaldo mengatakan tersangka menyebarkan email berisi tautan kepada para korbannya yang mengarahkan korban untuk mengunduh ransomware Cryptolocker dari server milik pelaku sehingga menyebabkan data pada sistem server email di sebuah perusahaan di Amerika Serikat terenkripsi dan tidak dapat dibaca.

“Tersangka kemudian meminta tebusan berupa uang dalam bentuk mata uang digital terenkripsi Bitcoin agar data milik korban dapat dibaca kembali,” katanya.

Dengan modus operandi tersebut, tersangka menyebarkan aplikasinya ke 500 akun email calon korban yang berada di luar negeri, salah satu korbannya adalah sebuah perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Tersangka mengirimkan tautan aplikasi http://ddiam.com/shipping200037315.pdf.exe ke salah satu satu karyawan di perusahaan tersebut yang berisi ransomware Cryptolocker sehingga mengakibatkan sistem server email sebuah perusahaan di USA tersebut terenkripsi akibat tindakan tersebut.

Setelah itu dalam monitor layar komputer korban muncul tampilan yang berisi pesan yang meminta korban menghubungi email pelaku yaitu drinstrumentspayment@gmail.com beserta ancaman bahwa apabila korban tidak mempedulikan pesan tersebut maka data-data korban akan terhapus dalam waktu tigahari.

Setelah terjadi percakapan korban dengan pelaku akhirnya korban mengirim sejumlah uang dalam bentuk Bitcoin ke akun pelaku, 17evyZL6ZvtV9uqvy79nZNbFEswuS87LBB.

Dari hasil pengembangan penyidikan diketahui bahwa tersangka juga melakukan tindak pidana lain berupa carding dengan modus membelanjakan kartu kredit orang lain dan memperjualbelikan data kartu kredit orang lain di Darkweb.

Barang bukti yang diamankan oleh Kepolisian antara lain 1 (satu) buah Laptop Macbook pro 2018 type A1989, 1 (satu) buah handphone Iphone XS warna hitam, 1 (satu) buah handphone Iphone X warna hitam, 1 (satu) buah KTP, 1 (satu) buah kartu ATM Bank BNI dan 1 (satu) unit CPU rakitan merek Asus.

Atas perbuatannya itu, tersangka dikenai Pasal 49 Jo Pasal 33 dan Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara. (Divhumas Polri)




Purna Tugas, Kapolri Paparkan Jasa-jasa Wapres JK Untuk Indonesia

Purna Tugas, Kapolri Paparkan Jasa-jasa Wapres JK Untuk Indonesia
Purna Tugas, Kapolri Paparkan Jasa-jasa Wapres JK Untuk Indonesia

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Kapolri Jenderal Tito Karnavian memuji Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai sosok yang istimewa. Kapolri menganggap JK sebagai contoh baginya.

Hal itu disampaikan Kapolri dalam acara tradisi purna tugas untuk menghormati Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Auditorium Mutiara, PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019). Jenderal Tito menganggap sosok JK yang berdedikasi tinggi untuk bangsa Indonesia akan sulit tergantikan.

“Kami ingin memberikan sesuatu dalam bentuk acara kepada beliau sebagai penghormatan institusi Polri kepada beliau sebagai personal bukan sebagai Wapres. Kenapa saya sampaikan personel, karena bagi saya dari hati paling dalam dan tulus ikhlas, bapak JK role model saya,” tutur Kapolri.

“Perlu diketahui rekan-rekan kepolisian kenapa bapak JK role moel? Bapak JK legenda yang masih eksis di Indonesia. Banyak sekali, tanpa maksud memuji, ini fakta, hal yang kita temukan beberapa puluh tahu atau waktu mendatang yang cukup lama untuk menemukan sosok yang setara pak JK,” sambung dia.

Tito juga memuji JK sebagai sosok yang komplit. Selain pengusaha sukses, Tito menilai JK juga sukses sebagai politikus.

“Beliau adalah pengusaha yang sukses, bukan pengusaha sukses biasa, tapi konglomerasi. Yang sukses dan bersih,” jelas Kapolri.

Tito juga menilai JK sebagai sosok yang profesional. Karena profesionalismenya, menurut Kapolri, JK dipercaya untuk jabatan strategis.

“Beliau adalah birokrat yang sangat matang, pernah jadi Kabulog, menko. Yang fenomenal, satu-satunya wakil presiden yang menjabat dua kali,” jelas Kapolri.

Selain itu, Jenderal Tito memuji JK sebagai sosok yang peduli sosial. Hal tersebut dinilainya membawa JK dapat diterima semua kalangan termasuk Presiden di 2 periode terakhir.

“Beliau juga aktif dalam DMI, yang ngurus masjid di Indonesia Jadi di mana saja diterima, NU kader, di Muhammadiyah beliau tokoh. Termasuk di kalangan garis keras, bisa diterima juga. Meskipun tidak harus satu pendapat,” terang Kapolri.

JK akan mengakhiri jabatan sebagai Wapres selama 2 periode sejak 2014. JK akan mengakhiri masa jabatannya pada 19 Oktober 2019. (Divhumas Polri)




Mabes Polri Beberkan Barang Bukti Terduga Teroris Kelompok JAD

Mabes Polri Beberkan Barang Bukti Terduga Teroris Kelompok JAD
Mabes Polri Beberkan Barang Bukti Terduga Teroris Kelompok JAD

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Mabes Polri membeberkan barang bukti serangkaian penangkapan terduga teroris kelompok Jamaah Ansharu Daulah (JAD). Barang bukti itu diamankan 3 dari 40 terduga teroris yang ditangkap.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan tiga terduga teroris itu adalah AAS alias Ali, RF dan WBN yang ditangkap dari empat lokasi.

Untuk diketahui, tersangka AAS alias Ali dan WBN alias Budi merupakan terduga teroris jaringan JAD Bandung. Sementara RF adalah anggota JAD Cirebon.

Berikut Barang Bukti yang diamankan di rumah kontrakan AAS :

AAS alias Ali di sebuah rumah kontrakan di Jalan Manjahlega, Kota Bandung, Jawa Barat:
– 3 airsoft gun laras panjang
– 2 airsoft gun
– 2 botol gotri
– tabung air
– 146 amunisi airsoft gun
– tabung kuning
– serbuk putih
– beberapa jerigen alkohol

“Laras panjang ini sangat berbahaya, ini biasa digunakan berburu babi,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (17/10/2019).

AAS alias Ali di sebuah rumah kontrakan di rumah kawasan elite Grand Sharon, Kota Bandung, Jawa Barat:
– 2 pistol
– 1 senpi laras panjang
– 1 gotri

RF ditangkap di Indramayu pada Minggu (13/10) malam. Setelah itu Densus menggeledah rumah toko (ruko) yang tempat tinggal terduga RF di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Di ruko RF ditemukan:
– panah
– celurit
– double stick
– airsoft gun beserta peredam
– 1 kardus gas airsoft
– 2 tempat berisi gotri
– 1 plastik gotri
– buku berisi tentang ISIS

WBN ditangkap pada Kamis (10/10). Setelah itu Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah mes di Jalan Gunung Batu, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Dari mes, Densus 88 menyita:
– 1 pisau belati
– serbuk putih
– serbuk kuning
– serbuk hijau
– 1 kalender berisi rencana jihad. (Divhumas Polri)




Bareskrim Bongkar 3 Kasus Narkoba Salah Satunya Jaringan Internasional Afrika

Bareskrim Bongkar 3 Kasus Narkoba Salah Satunya Jaringan Internasional Afrika
Bareskrim Bongkar 3 Kasus Narkoba Salah Satunya Jaringan Internasional Afrika

Bareskrim Bongkar 3 Kasus Narkoba Salah Satunya Jaringan Internasional Afrika
Bareskrim Bongkar 3 Kasus Narkoba Salah Satunya Jaringan Internasional Afrika

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap tujuh tersangka kurir narkoba dari tiga kasus yang berbeda. Kasus pertama melibatkan jaringan internasional Afrika Barat.

Dalam kasus ini, penyidik menangkap seorang WNA asal Pantai Gading bernama Assi Cedric (32) saat tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten setelah terbang dari Kamerun. Assi diketahui menyelundupkan paket narkoba dengan cara menelan 61 butir kapsul sabu.

“Dia (Assi) telan 61 kapsul sabu supaya lolos. Ketika ditangkap dan diperiksa, ternyata ada 61 kapsul sabu itu di dalam perutnya,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar di Kantor Bareskrim, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Paket sabu yang dibawa Assi diduga dari seseorang bernama Frangklin (WNA Kamerun). Sebagai kurir, Assi dijanjikan akan diberi upah 2.000 USD bila barang sampai di tangan penerima di Indonesia.

Kasus kedua, penyidik menangkap tiga tersangka, yang dua diantaranya perempuan. Awalnya penyidik menangkap dua perempuan asal Thailand yakni Chiangka Wandee dan Changjit Jinatta. Keduanya membawa narkoba jenis sabu seberat 586 gram.

“Keduanya mengaku diperintahkan untuk membawa sabu oleh dua orang di Thailand dengan bayaran untuk Changjit 30.000 THB, tapi baru diterima 4.500 THB. Untuk Chiangka upahnya 5.000 THB. Sisanya diterima setelah barang sampai di Indonesia,” katanya.

Modusnya sabu dimasukkan ke dalam kemaluan kurir perempuan. Kemudian penyidik menangkap Hendro alias Kebot, seorang kurir yang hendak menjemput paket sabu tersebut.

Pada kasus ketiga, penyidik menangkap tiga tersangka (dua WNA Thailand, satu WNI). Awalnya penyidik menangkap Phijittra Thepaut alias Ploy (24) dan Pitchanan Thongpon alias Daw (22) di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan saat keduanya menerima dua dus paket sabu.

Dua dus tersebut berisi sabu berbobot 31 kg yang terbagi dalam 30 kemasan berbungkus teh Cina. Kemudian penyidik menangkap seorang pria bernama Januar Rifai (26) di hotel yang sama.

“JR ditangkap sewaktu mengambil dua kardus isi sabu,” katanya.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat(2) Jo Pasal 132 (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 113 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (Divhumas Polri)




Densus Tangkap 40 Terduga Teroris Dalam Sepekan

Densus Tangkap 40 Terduga Teroris Dalam Sepekan
Densus Tangkap 40 Terduga Teroris Dalam Sepekan

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Mabes Polri mengupdate jumlah tersangka terduga teroris yang diamankan pasca penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto. Total 40 terduga teroris ditangkap tim Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu sepekan.

“Sampai hari ini 40 orang terduga teroris diamankan sejak tanggal 10-17 Oktober 2019. Tambahan 4 orang hari ini ditangkap,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (17/10/2019).

Empat orang tambahan yang ditangkap yaitu OA ditangkap di Bandung. OA tergabung dalam jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Cirebon.

“Peran OA merakit bom dan mempersiapkan menyerang mako Polri, tempat ibadah dan polisi yang bertugas,” ujar Brigjen Dedi.

Selanjutnya, 2 terduga teroris ditangkap di Cirebon yaitu W dan A. Keduanya tergabung dalam JAD Cirebon. Mereka juga hendak melakukan amaliyah dengan menyerang polisi dan tempat-tempat ibadah.

“Barang bukti yang diamankan ada buku-buku, alat komunikasi, senjata tajam,” ucapnya.

Terakhir, A alias Aulia alias Gondrong. Terduga teroris ini ditangkap di Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

“Barang bukti dari A alias Gondrong ada bahan peledak, switching bom, alat komunikasi, baut ada paku-paku kemudian buku-buku,” ungkapnya. (Divhumas Polri)




Selain Nesti, 1 Polwan Lagi Ditangkap

Selain Nesti, 1 Polwan Lagi Ditangkap
Selain Nesti, 1 Polwan Lagi Ditangkap

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Usai Nesti, eks Polwan yang ditangkap tim Densus 88 di Yogyakarta, Polri mengatakan ada 1 Polwan lagi yang ditangkap. Polwan itu juga ditangkap karena diduga terpapar radikalisme.

“Pasca ditangkapnya Abu Rara di Pandeglang, 36 orang kita tangkap, termasuk dua polwan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, Kamis (17/10/2019).

Oknum polwan tersebut bernama Rini Ilyas (21), asal Maluku Utara. Dia ditangkap di Pringgading Guwosari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 27 September kemarin, tepatnya pukul 18.18 WIB.

Rini sama seperti Nesti, berafiliasi dengan ISIS dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Irjen Iqbal menyampaikan Polri akan melakukan evaluasi internal terkait hal ini.

“Polri introspeksi ke dalam. Untuk polwan ini kita akan melakukan pengawasan internal, sanksinya apa? Dapat dipecat tetapi bukan karena aksi terorisnya, mereka dipecat atas pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian yaitu melakukan desersi” ujarnya.

Untuk kasus terorisme, Jenderal bintang dua ini menjelaskan Nesti dan Rini tetap menjalani proses peradilan umum.

Dalam kasus ini, Nesti dipecat dari Polri. Nesti dikeluarkan dari institusi di pangkat brigadir dua (bripda) setelah dua kali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri. (Divhumas Polri)