1

Pengaruh Bullying Terhadap Psikologis Korban

Oleh Nengsih Sri Wahyuni (Dosen Psikologi UNIMUDA Sorong)

PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Setiap manusia memiliki beberapa fase kehidupan. Setiap anak manusia memulai fase kehidupan di dunia dengan dilahirkan lalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda pada setiap keluarganya masing-masing. Disadari atau tidak, pada setiap tahapan kehidupan anak akan banyak belajar dari lingkungan keluarga. Mulai dari proses interaksi sehari-hari hingga proses pengambilan keputusan dalam keluarga. Seringkali dari keluarga maka anak kan mencontoh dan menjadikan orangtua sebagai teladan, khususnya dalam berperilaku.

Pada fase selanjutnya, setiap anak akan belajar menjadi individu yang lebih aktif karena keharusan beraktifitas di sekolah. Tak hanya dengan teman sebaya, setiap anak akan belajar nilai baru yang ia serap dari interaksinya dengan teman bermain ataupun interaksi dengan guru. Setelah melewati proses sosial yang lebih luas maka bisa dipastikan keterampilan individu akan terus menerus mengalami peningkatan. 

Bagian yang perlu digaris bawahi pada tulisan ini yakni, jika anak-anak mampu menyerap nilai-nilai sosial dengan baik pada masa kecil, maka bisa diyakini anak tersebut juga akan memegang nilai-nilai tersebut hingga ia tumbuh menjadi dewasa. Namun, hal yang disayangkan yakni tidak semua anak mampu menyerap nilai-nilai tersebut saat kecil, sehingga padasaat dewasa bisa jadi akan terjadi masalah pada keterampilan sosialnya. 

Manusia bertumbuh dan berkembang dari fase ke fase dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kehidupan yang ia peroleh pada fase kehidupan sebelumnya. Keterampilan sosial yang bermasalah bisa diidentifikasi dari beberapa perilaku yang tidak sehat secara psikologi, misalnya perilaku bullying atau yang lebih akrab disebut dengan perundungan. 

Olweus dalam bukunya mendefinisikan bullying sebagai masalah psikososial dengan menghina dan merendahkan orang lain secara berulang-ulang dengan dampak negatif terhadap pelaku dan korban bullying di mana pelaku mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan korban(Olweus, 1999).  

Secara ilmiah perundungan diartikan sebagai perilaku kekerasan kepada orang lain yang dianggap lebih “lemah”, baik secara psikologis  maupun secara fisik. (Ela, Sahadi dan Meilanny, 2017). Sedangkan berdasarkan pemahaman yang dituliskan Olweus menjelaskan bahwa perundungan merupakan murni masalah psikososial yang diekpresikan dengan menghina, merendahkan orang lain secara terus menerus. (Olweus, 1999).  

Data mencengangkan juga dirilis oleh Komisi Perlindungan Anak bahwa di 18 Provinsi kasus bullying di sekolah menempati urutan kedua setelah kasus kekerasan pada anak yang terjadi dalam keluarga. Data ini harus menjadi perhatian serius oleh para ilmuan psikologi sebab perilaku perundungan mempunyai sebab musabab yang sangat erat dengan kajian-kajian psikologi, baik sebagai korban maupun pelaku bullying. 

Perilaku perundungan dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental. Hal ini terjadi pada korban perundungan. Ketika tindakan perundungan terjadi pada mereka baik verbal, fisik, maupun psikologis/mental, korban akan mengalami sejumlah gangguan psikologis. 

Berdasarkan studi yang dirilis oleh sebuah Lembaga studi di Yunani menyebutkan bahwa setiap anak yang mengalami bullying maka akan menimbulkan gangguan psikologis yang bisa jadi berdampak serius bagi tumbuh kembang anak. Adapun gangguan tersebut yakni sering mengalami rasa cemas yang berlebihan, depresi, bahkan ada yang sampai memilih jalan mengakhiri kehidupannya sendiri. Pada kajian lain, banyak juga studi yang menyebutkan bahwa korban perundungan akan merasa tidak percaya diri jika hidup di tengah kehidupan sosial. Bahkan, banyak di antara mereka lebih memilih menarik diri darilingkungan sosial.




Menyiapkan Mental Anak jadi Pembelajar Mandiri

Oleh Adinda Shofia (Dosen Psikologi UNIMUDA Sorong)

PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Menghadapi masa pandemic yang tidak menentu kapan ujungnya, maka setiap orang harus memberikan ruang dan dorongan bagi anak-anaknya agar memiliki mental yang siap secara mental menjadi pembelajar yang mandiri. 

Wabah Corona yang terus bermutasi dan seringkali menimbulkan situasi yang guncang  di setiap lini lapisan kehidupan masyarakat, termasuk lini dunia Pendidikan memaksa orangtua untuk bisa menjadi supporter utama bagi setiap anaknya khususnya dalam proses belajar, diskusi, hingga memberi motivasi. 

Kekhawatiran terkait menurunnya motivasi belajar anak akibat sistem pembelajaran daring ini sudah pernah diteliti oleh para akdemisi. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh para akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dengan judul Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Selama Pembelajaran Daring” menunjukkan hasil penelitian bahwa motivasi belajar siswa secara eksternal sangat dipengaruhi oleh keadaan keluarga, lingkungan di rumah, serta sarana dan dan prasarana yang mendukung. 

Mayam Mursadi selaku Pemerhati Dunia Pendidikan juga menyarakan agar orangtua bisa membantu kesiapan mental anak saat belajar selama masa pandemi, misalnya dengan lebih sering mendengarkan apa yang anak sampaikan. Hal ini bertujuan agar anak tidak lepas kontrol atau mengambil keputusan yang salah. Buatlah anak merasa nyaman dan memiliki tempat pulang yang hangat, sehingga ketika ada masalah maka anak akan berpikir “Saya akan cerita masalah ini kepada orangtua karena orangtua saya mau mendengarkan”.

Pada hasil penelitian ini juga memaparkan bahwa secara umum motivasi para siswa belajar dipengaruhi oleh dua hal, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal siswa meliputi kejenuhan, minat belajar, kesehatan fisik dan mental. Sedangkan faktor eksternal siswa adalah keadaan keluarga, lingkungan di rumah, dan sarana prasarana. 

Solusinya selama pembelajaran daring ini orang tua harus memberikan pendampingan dalam mengawasi masalah belajar anak, memberikan dukungan untuk belajar dengan baik, serta guru harus bisa menciptakan pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan media dan metode belajar yang tepat. Karena pembelajaran daring merupakan pembelajaran dengan cara yang baru bagi siswa.

Meski masih banyak kontroversi terkait dampak negative dan positif dari pembelajaran daring, para praktisi psikologi juga mengakui bahwa belajar secara daring bisa memancing anak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri.

Jadi setiap orangtua harus memiliki porsi yang pas saat membantu anak, yakni dengan membantu namun tidak secara harfiah. Biarkan anak menyelesaikan sendiri masalahnya, berikan kesempatan untuk mengambil keputusan dan berani mengambil resiko. Peran orangtua di sini yakni cukup mendengarkan, mengawasi, mengarahkan tanpa memaksa, memberikan pertimbangan, serta bersiap dengan segala bentuk resiko semaksimal yang anak bisa. 

Menyiapkan mental anak agar siap menjadi pembelajar mandiri merupakan bekal yang paling penting bagi anak untuk saat ini dan saat yang akan datang yang syarat akan ketidakpastian.




Dinilai Kurang Optimal Kepengurusan IKAMBARA Sebelumnya, Aktivis Omnibus Law Zukri Al-Siddiq Angkat Bicara

 

Pelantikan Ikatan Mahasiswa Kabupaten Batubara Yogyakarta Turut dihadiri Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Prima, SE dan  Kepala Bea Cukai Kualanamu, H. Elfi Haris, SH., M.Hum.
Pelantikan Ikatan Mahasiswa Kabupaten Batubara Yogyakarta, Turut dihadiri Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Prima, SE dan  Kepala Bea Cukai Kualanamu, H. Elfi Haris, SH., M.Hum.

YOGYAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Kepengurusan IKAMBARA 2020-2021  diwarnai aksi intrupsi kepada pimpinan sidang saat Musyawara Besar (MUBES) ke V Ikatan Mahasiswa Batubara Yogyakarta, pada Sabtu (16/01/22) di Karang Asri Sleman.

Dalam aksinya Zukri Al-Siddiq mengungkapkan kekecewaanya kepada Indra Fahreza Sinaga selaku Ketua umum IKAMBARA Periode 2020-2021 yang telah demisioner.

“kepengurusan ini hanya beberapa persen saja yang berjalan program kerjanya, banya program kerja yang tidak berjalan, artinya stagnan begitu saja,”ujarnya.

Dalam aksinya Zukri Al-Siddiq mengungkapkan kekecewaanya kepada Indra Fahreza Sinaga selaku Ketua umum IKAMBARA Periode 2020-2021 yang telah demisioner.

“Kepengurusan ini hanya beberapa persen saja yang berjalan program kerjanya, banya program kerja yang tidak berjalan, artinya stagnan begitu saja”, ujarnya.

Dirinya sangat menyayangkan, alasan-alasan yang dibuat oleh ketua Umum IKAMBARA Periode 2020-2021 yang selalu menyinggung pandemi covid-19.

“Jangan kita kambing hitamkan covid-19 ini sebagai alasan program kerja susah dijalankan, masa iya hampir semua program kerja tidak berjalan, terus apa kerjaan kelen selama kepengurusan”. ungkap mahasiswa kelahiran Tanjung Tiram Batubara tersebut.

Mantan Aktivis omnibuslaw tahun 2020 berharap untuk kepengurusan yang baru agar lebih baik dari yang sebelumnya dan mampu membawa anak-anak kabupaten batubara untuk menempuh pendidikannya di Kota Yogyakarta.

“Saya berharap, semoga kepengurusan IKAMBARA yang baru nanti dapat membawa perubahan yang lebih baik dari ini. semoga tidak ada lagi alasan-alasan karena pandemi covid-19”, Imbuhnya.

Zukri juga menambahkan. Bagaimana setelah menyelesaikan aktivitas perkuliahan, bisa pulang ke daerah dengan membawa semangat perubahan yang konstruktif, membawa nama harum IKAMBARA dan yang terpenting dapat berkontribusi lebih besar kepada masyarakat. Tutupnya.




Bupati Labusel Resmikan Gedung Refah.

Bupati Labusel Resmikan Gedung Refah.
Bupati Labusel Resmikan Gedung Refah.

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID| Hari ini Sabtu (08/01/2022), Bupati Labuhanbatu Selatan, H. Edimin resmikan gedung baru Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Refaah di Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Sumatera Utara.

Gedung baru yang diresmikan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Labuhanbatu Selatan.

Diokasi peresmian Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Refah tersebut, turut juga hadir Wakil Bupati Labusel, Ketua TP PKK dan juga Anggota DPRD dari PKS, H.Lahmudin, ketua umum yayasan, Ustadz H. Muhammad Damrin, Lc, Ketua pengawas yayasan, Ilham Siregar, S.Pdi, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H.Edimin memberikan apresiasi kepada pengurus yayasan serta siap mendukung kegiatan kegiatan yang memajukan pendisikan di kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Bupati juga kembali mengingatkan dan menekankan kepada ketua yayasan untuk bersosialisasi tentang vaksin anak usia 6 sampai 12 tahun di yayasan tersebut.

(Red)




Bau Busuk UINSU Sampai Jakarta, PW IPNU Sumut Minta Rektor Mundur Dari Jabatannya

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumatera Utara secara terbuka dan tegas meminta Rektor UINSU agar segera mundur dari jabatannya
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumatera Utara secara terbuka dan tegas meminta Rektor UINSU segera mundur dari jabatannya.

MEDAN, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Citra buruk Univerisitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dibawah kepemimpinan Rektor Prof. Syahrin Harahap sudah sampai Jakarta.

Kementerian Agama RI merespon aroma tak sedap itu dan berjanji segera menurunkan tim untuk mengusut tuntas berbagai kasus yang terjadi di Universitas Islam Negri Sumatera Utara.

Kasubdit Ketenagaan Dirjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI, Rahman Bashori memastikan tim segera turun ke UINSU.

Sebelumnya, perwakilan beberapa elemen di Sumatera Utara termasuk mahasiswa UINSU sendiri telah menyatakan, sejak kepemimpinan Prof. Syahrin Harahap sebagai rektor, UINSU terus menerus dilanda masalah yang membuat kampus UINSU jelek di masyarakat dan terus terdegradasi hingga ke titik terendah.

Berbagai kasus yang mendera seperti kasus dugaan plagiasi yang dilakukan oleh Prof. Syahrin Harahap, kasus dugaan jual beli jabatan dan pengaturan proyek, kasus amoral dugaan perselingkuhan, dan yang terbaru adanya dugaan KKN dalam perekrutan Dosen Tetap BLU non ASN yang viral di masyarakat Sumatera Utara.

Persoalan ini juga menjadi perhatian khusu Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumatera Utara yang menilai bahwa rektor UINSU telah gagal dalam memimpin, melalui Sekretaris PW IPNU Sumut Surya Hasibuan mengatakan, deretan kasus mulai dari dugaan plagiasi yang menyeret nama Prof. Syahrin, telah meresahkan civitas akademika UINSU, namun hingga kini belum ada penyelesaian dan penjelasannnya. Dugaan jual beli jabatan dan pengaturan proyek atas pengaduan masyarakat, mahasiswa dan alumni UINSU ke Polda dan Kejatisu.

Kasus sangat memalukan dan menjadi perbincangan masyarakat juga terjadi, yaitu dugaan amoral perselingkuhan yang melibatkan petinggi UINSU. Kemudian kasus perekrutan dosen tetap BLU yang diduga sarat dengan permainan dan aroma KKN.

“Dugaan adanya permainan dan KKN itu terlihat dengan singkatnya waktu mulai dari pengumuman perekrutan hingga pengumuman akhir hasil seleksi, sehingga diduga perekrutan dilakukan hanya formalitas saja, sementara sudah ada orang orang yang dipersiapkan untuk mengisi formasi yang disediakan.

Salah satu bukti adanya dugaan permainan dan KKN dalam penerimaan dosen tetap BLU itu di antaranya, masuknya nama anak WR2 yang juga Ketua Pansel berinisial SK sebagai calon dosen tetap yang lulus seleksi akhir, padahal yang bersangkutan baru saja selesai sidang S2, bisa mengalahkan puluhan senior senior yang sudah memiliki pengalaman dalam mengajar, Terang Surya.

Surya menambahkan, Ada juga inisial FY yang merupakan tim sukses rektor, padahal diketahui, dia masih menjabat sebagai komisaris di salah satu BUMN, selain itu juga ada sejumlah nama lainnya sebagai peserta diduga “titipan” yang lulus dosen tetap BLU, adanya dugaan permainan semakin kuat karena dalam pengumuman seleksi akhir calon dosen tetap BLU itu tidak ditandatangani oleh Prof. Syahrin Harahap selaku rektor seperti pengumuman tahapan seleksi lainnya. Dalam pengumuman hanya tertera Tim Pansel, tetapi juga tidak ditandatangani satupun anggota Pansel yang diketuai WR2, Tegas Surya.

Berbagai kasus yang terjadi itu, jelas sudah merusak nilai nilai kejujuran dan hilangnya integritas keilmuan di UINSU sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam. Citra UINSU menjadi jelek di masyarakat hingga banyak orang tua yang menjadi enggan mengkuliahkan anak-anaknya, dan itu terbukti dengan menurunnya jumlah pendaftar pada penerimaan mahasiswa pada Tahun Akademik 2021/2022 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Untuk itu Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumatera Utara secara terbuka dan tegas meminta Rektor UINSU agar segera mundur dari jabatannya karena jelas kehadirannya tidak membawa dampak positif justru sebaliknya, kemudian meminta Kemenag agar memerintahkan UINSU melakukan perekrutan ulang calon dosen tetap BLU non ASN secara transparan dengan terlebih dahulu membatalkan hasil seleksi dan mengganti seluruh pansel.

“Kita akan membuat surat resmi ke Menteri Agama Republik Indonesia agar rektor segera di copot”, Pungkas Surya Hasibuan.

(Tim).




Siswi SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan Terpilih Sebagai Delegasi (DKT) dari Sumatera Utara

siswi SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan ini terpilih menjadi Delegasi Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dari Sumatera Utara.
Siswi SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan ini terpilih menjadi Delegasi Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dari Sumatera Utara.

LABURA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID. |  Kodillah Bismi Siswi SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan terpilih menjadi Delegasi (DKT) dari Sumatera Utara, siswi SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan ini terpilih menjadi Delegasi Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dari Sumatera Utara, dalam rangka pemenuhan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021.

Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek melaksanakan kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) untuk mengukur pemahaman, pemanfaatan, serta dampak konten keberagaman yang dihasilkan oleh Puspeka terhadap pemangku kepentingan khususnya di bidang Pendidikan, Kegiatan ini diselenggarakan di Jakarta mulai Tanggal 4 sampaidengan 6 November 2021.

Rahma Deni Silaen, S.Pd selaku guru pembimbing memberikan harapan agar setelah mengikuti kegiatan ini siswa/i khususnya yang berada di kabupaten Labuhanbatu Utara dapat menjadi patron perubahan anti perundungan dan meminimalisir bullying yang belakangan menjadi fokus para pendidik, Sebutnya.

Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) yang menjadi unit organisasi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), didirikan untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dengan harapan bisa diintepretasikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, Harapnya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa pelaksanaan program Puspeka di antaranya, penguatan pendidikan karakter sebagai program prioritas Kemendikbud yang diterapkan di sekolah seluruh Indonesia, Terangnya.

Sementara itu Islami Fatwa, M.Pd Wakil Kepala Bidang Humas dan Hubungan Industri SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan, Mengucapkan terimakasih yang seluas luasnya atas kepercayaan Kemendikbud atas dipilihnya siswa kami sebagai delegasi pada kegiatan DKT ini semoga ini dapat menjadi solusi dari degradasi sosial yang terjadi pada anak usia sekolah sehingga mampu memilah dan memilih informasi yang bertebaran di media sosial sesuai sumber yang terpercaya. (I.F. Lubis)




Gedung Baru SMK IT Di Resmikan Bupati Dan Wakil Bupati.

Gedung Baru SMK IT Di Resmikan Bupati Dan Wakil Bupati.
Gedung Baru SMK IT Di Resmikan Bupati Dan Wakil Bupati.

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA. CO. ID| Bupati dan wakil Bupati Labuhanbatu Selatan resmikan gedung baru Sekolah Menengah Kejuruan Swasta IT, Yayasan Pendidikan Anugrah Tanjung Medan, Sabtu (30/10/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, H. Ahmad Padli Tanjung, S.Ag, Ketua TP PKK Ny. Hj Darni Hatna Sama Edimin, Kepala Dinas Pendidikan serta undangan lainnya.

Yayasan pendidikan yang terletak di kecamatan Kampung Rakyat, Labuhanbatu Selatan tersebu, diresmikan dengan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Tuan Syekh K.H Syahrul Hasibuan, dan penaburan beras santan.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan dan mengingatkan bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan tempat mencetak generasi muda yang bekiwalitas dan berakhlak mulia demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

Bupati juga berharap agar Pemerintah Daerah dapat membantu melakukan pemantauan perkembangan Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di Labuhanbatu Selatan ini sehingga dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dengan baik dalam perkembangan dunia pendidikan.

Sementara itu, ketua yayasan Pendidikan Anugrah Tanjung Medan, Hj. Darni Hatna Saima Edimin, berharap dengan adanya gedung baru tersebut dapat mendukung proses belajar mengajar di yayasan tersebut dan dapat membawa keberkahan bagi dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

(Red/tim)




Identitas Pelaku Pencurian Kamera CCTV di MTS AL-Azhar Bagan Bilah Sudah Diketahu

Pihak sekolah telah mengetahui identitas pelaku pencurian yang terjadi di MTS Al-Azhar, Dusun VI Gajahmati, Desa Bagan Bilah pada Jum'at (15/10/2021) kemarin.
Pihak Sekolah Telah Mengetahui Identitas Pelaku Pencurian yang Terjadi di MTS Al-Azhar, Dusun VI Gajahmati, Desa Bagan Bilah.

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Kamera CCTV milik MTS Al-Azhar, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, hilang diduga dirusak maling.

Pihak sekolah telah mengetahui identitas pelaku pencurian yang terjadi di MTS Al-Azhar, Dusun VI Gajahmati, Desa Bagan Bilah pada Jum’at (15/10/2021) kemarin, meskipun CCTV yang dipasang di gedung MTS tersebut telah dicuri pelaku, namun pelaku pencurian sempat terekam.

Kepala Sekolah MTS Al-Azhar Bagan Bilah. Ustazd Syawaluddin,S.Pd. mengatakan, bahwa kejadian hilangnya kamera CCTV tersebut terjadi pada Kamis, 14 Oktober 2021, pelaku sengaja merusak kamera pengintai dengan mematikan instalasi listrik sekolah.

Saat itu, kata Ustazd Awal, pencuri masuk dengan cara mematikan meteran listrik sekolah agar instalasi padam, namun kamera CCTV tetap dalam keadaan hidup, sebab masih menyimpan daya walau keadaan listrik padam, Sehingga, wajah pelaku terlihat jelas.

“Pelaku terlihat dalam rekaman CCTV mematikan meteran listrik, lalu setelah itu mencabut sebuah kamera CCTV, walau keadaan listrik mati, kamera tetap menyala dalam keadaan listrik padam”, Sebutnya.

Kepala Sekolah MTS Al-Azhar Bagan Bilah. Ustazd Syawaluddin,S.Pd. Ketika awak media menanyakan Kronologi Kejadian.
Kepala Sekolah MTS Al-Azhar Bagan Bilah. Ustazd Syawaluddin,S.Pd.

Ketika awak media menanyakan tujuan pelaku mengambil kamera CCTV, kepala sekolah MTS Al-Azhar ini mengatakan, sepertinya pelaku ingin mengambil mesin pompa air sekolah.

“Belajar dari kejadian selama ini, sepertinya pelaku ingin mengambil mesin pompa air sekolah, karena ada CCTV pelaku mengamankan kamera penginta terlebih dahulu” Ucapnya.

Terkait identitas pelaku sudah diketahui, saat ini pihak sekolah tengah menunggu itikad pelaku untuk mengembalikan kamera CCTV yang dicuri.

“Dari sekolah kami inginnya damai dulu, karena kami menunggu itikad baik pelaku tersebut, kalau tidak terealisasi kita lihat nanti, mungkin kita akan berikan efek jera,” Jelasnya.

Ustazd Syawaluddin menambahkan, meski sudah ada CCTV yang terpasang di berbagai sudut sekolah, dia tak ingin kejadian ini terulang lagi.

“Memang di sekolah Madrasah Al-Azhar ini sering terjadi pencurian. Pasalnya bukan sekali dua kali. Sebelumnya Mesin pompa air milik sekolah hilang, Walaupun dijual harganya juga tidak seberapa,” Ucapnya Kesal.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang warga yang berada disekitaran Madrasah tersebut, Kamel. Menurutnya, kejadian seperti itu bukan sekali, dua kali, bahkan sudah berulang kali.

“Kejadian seperti ini bukan sekali, dua kali, sudah sering dan kali ini CCTV yang hilang, sebelumnya Mesin pompa air juga raib dicuri. Bahkan sudah empat kali kejadian seperti ini,” katanya. (Akmal Sagala)




Kepala SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan Sebagai Pemateri PKTM IPM Kualuh Hulu & Aek Kanopan

Pengkaderan Organisasi Siswa yang di Miliki Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Kabupaten Labuhanbatu Utara
Pengkaderan Organisasi Siswa yang di Miliki Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Labura, PAMARTANUSANTARA.CO.ID |
Pelatihan Kader Taruna Melati (PKTM) merupakan proses dasar dari pengkaderan Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menuju tahap pengkaderan yang lebih tinggi di IPM.

Sebagai proses perkaderan organisasi siswa yang di miliki Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Kabupaten Labuhanbatu Utara menekankan beberapa aspek proses diantaranya adalah pemahaman, pengamalan, pendalaman organisasi secara riil serta pengembangan kreatifitas dan keterampilan.

H.Taufik Hidayat, S.Ag.,M.M, Menitip Harapan dari Kegiatan ini Agar Dapat Mencetak Para Generasi Pimpinan IPM yang Terampil, Berilmu, Berakhlaq Mulia
H.Taufik Hidayat, S.Ag.,M.M, Menitip Harapan dari Kegiatan ini Agar Dapat Mencetak Para Generasi Pimpinan IPM yang Terampil, Berilmu, Berakhlaq Mulia.

Dengan adanya kesadaran kader untuk mengkaji maksud serta tujuan organisasi ke dalam kehidupan pribadi dalam bermasyarakat dapat dimulai dari pembentukan kelompok kajian rutin ke-IPM-an sampai dengan membentuk komunitas-komunitas di masyarakat.

Adapun maksud dari pengembangan kreatifitas dan keterampilan adalah upaya pengembangkan bakat dan potensi kader serta memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisir, dan mengelola gerakan IPM di tingkat pimpinan masing-masing.

Kegiatan Pelatihan Kader Taruna Melati (PKTM) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Kualuh Hulu & Aek Kanopan di Kabupaten Labuhanbatu Utara turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Labuhanbatu Utara Syahrul Chaniago dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kualuh Hulu, Agus Mahendra. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at hingga Minggu, mulai tanggal 24 sampai dengan 26 September 2021 ini dipusatkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Aek Kanopan.

Dari beberapa pemateri unggulan yang di undang oleh panitia, salahsatunya merupakan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan, H.Taufik Hidayat, S.Ag.,M.M.

Dalam penyampaiannya, H.Taufik Hidayat, S.Ag.,M.M, menitip harapan dari kegiatan ini agar dapat mencetak para generasi pimpinan IPM yang terampil, berilmu, berakhlaq mulia, mampumenjadi pelopor dan menjadi pemimpin yang amanah dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang, Harapnya.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa dalam kegiatan ini banyak ilmu yang didapat para peserta antara lain pengetahuan kepemimpinan, keorganisasian, keislaman, kemuhammadiyahan, tatacara upacara dan kedisiplinan yang menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari, Ucapnya.

Tambahnya lagi. Pelatihan Kader Taruna Melati menggunakan model pelatihan yang lebih menekankan pada aspek penyadaran, yaitu penyadaran akan pentingnya berkelompok untuk menggerakkan Islam yang Rahmatan Lil’alamin dan Ke Indonesia-an serta keberanian akan beraktualisasi diri, dengan demikian proses pelatihan ditekankan pada proses humanis dan kreatifitas kelompok untuk mencapai target dan tujuan, Pungkasnya.

Sementara itu ditempat terpisah Humas SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan Islami Fatwa, M.Pd, mengapresiasi dan menyambut baik Kegiatan Pelatihan Kader Taruna Melati (PKTM) dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan.

“Ini merupakan pelatihan atau wadah menempah kader dalam rangka menjadikan kader lebih militan, cerdas, kritis, loyal serta agamis”

Sehingga, kata Islami, terbangun regenerasi perjuangan Pelajar Muhammadiyah diseluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sebutnya. (I.F.Lubis)




Monitoring Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Jenjang SMK, di SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan

Monitoring Asesmen Nasional (ANBK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dihadiri oleh Bapak J. Butar Butar, S.Pd dan Ibu Nova Syahrida, SS.,M.Pd beserta TIM pendamping.
Monitoring Asesmen Nasional (ANBK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dihadiri oleh Bapak J. Butar Butar, S.Pd dan Ibu Nova Syahrida, SS.,M.Pd beserta TIM pendamping.

Labura, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Asesmen Nasional merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Kini mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar seperti. Literasi, Numerasi dan Karakter, serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran, Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Monitoring Asesmen Nasional (ANBK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dihadiri oleh Bapak J. Butar Butar, S.Pd dan Ibu Nova Syahrida, SS.,M.Pd beserta TIM pendamping pada Senin (20/09/2021), di SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan.

Pada kegiatan ini didampingi oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan H.Taufik Hidayat, S.Ag.,M.M, Wakasek bidang kurikulum Bapak Khairil Ikhwan Siregar, ST. beserta kepala laboratorium Muhammad Afrizal Lubis.

Dalam kesempatan ini Kepala SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan H.Taufik Hidayat, S.Ag., MM berterimakasih dan menyambut baik kedatangan TIM Monitoring ke SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan.
Asesmen Nasional ini perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid, Sebutnya.

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan serta memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut, Pungkasnya. (I.F.Lubis)