oleh

Masih Ada Oknum Warga Kota Padangsidimpuan Tidak Peduli Dengan Lingkungan

PADANGSIDIMPUAN, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Program 100 hari kerja Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution, S.H. yang mana salah satu isi programnya menertibkan bangunan liar di trotoar dan masalah lingkungan hidup. Tetapi, masih ada saja oknum yang tidak sadar dengan program 100 hari kerja walikota itu, dengan mendirikan bangunan di atas Daerah Aliran Sungai (DAS)

Bangunan tersebut telah melanggar Perda No. 41 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2012  Tentang Pengelolaan DAS.

Sesuai ketentuan Pasal 3 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, dengan terjadinya penurunan daya dukung daerah aliran sungai yang dicirikan dengan terjadinya banjir, tanah longsor, erosi, sedimentasi dan kekeringan, yang dapat mengakibatkan terganggunya perekonomian dan tata kehidupan  masyarakat umum, maka daya dukung DAS harus ditingkatkan.

Menurut Pasal 18 UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, sebagian kewenangan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air, dapat diselenggarakan oleh pemerintah daerah, dalam rangka mendukung terselenggaranya pengelolaan DAS.

Baca juga:  Bupati Sukabumi : Berkoperasi Memberi Solusi

Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas, perlu menetapkan peraturan pemerintah tentang pengelolaan DAS.

Pemilik bangunan ini terkesan tidak peduli dengan DAS yang berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar, yang terpenting ia dapat memasarkan mobil yang mau dijualnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretartis Lempalhi M. Irsan Manullang, ketika ditemui di Kantornya di jalan Poken Lingkungan II Kelurahan Hutaimbaru, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru,  Padangsidimpuan, Minggu (3/2).

Ditempat yang sama M. Irsan menjelaskan, Ketika oknum tersebut membangun di atas DAS sudah pernah diingatkan oleh para tetangga dan Ketua Lempalhi (Lembaga Pelestarian Alam dan Lingkungan Hidup Indonesia) langsung, bahwa bangunan DEK penahan ini diduga menyalahi. Selain mempersempit aliran air sungai, juga dapat merugikan bagi tetangga, (tendangan air ke tanah tetangga makin keras_red).

Baca juga:  Dikunjungi Tim Monev Jabar Bupati Sukabumi Minta Semua Pihak bersinergi Wujudkan Sukabumi Sehat

Namun diluar dugaan, dengan nada sombong sambil meninggalkan ketua Lempalhi, ia mengatakan, “Sampai saat ini saya tidak dapat teguran dari walikota, jadi ini menjadi urusanku, bukan urusan mereka, apabila walikota memberikan surat teguran, saya siap bongkar,” Ujarnya.

M. Irsan juga telah menyampaikan hal ini ke dinas terkait namun tidak ada tanggapan, hanya janji-janji dari Dinas BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kota Padangsidimpuan, untuk segera menertibkanya, sayangnya sampai bangunan selesai dibangun tidak ada tindakan yang diambil.

Sementara, kita sudah menyampaikan kepada pihak kecamatan, dan dari pihak kecamatan juga sudah memberikan teguran terhadap pemilik lahan, “Agar tidak melanjutkan bangungan tersebut.” ujar Erijon DTT, Ketua Lempalhi dengan nada kesal.

Baca juga:  Galian di Jalinsum Simaninggir Jadi Perbincangan Sebahagian Insan Pers.

Begitu juga Satpol PP, Instansi Penegak Perda, jawaban yang di terima ketua ketika di komfirmasi di kantornya mengatakan tidak ada laporan dari Instansi terkait, ujar Kasat Pol PP.

Salah satu warga berharap, sebut pak Harahap, salah seorang masyarakat sekitar lokasi bangunan berdirinya bangunan di atas DAS “Semoga Walikota yang baru ini bapak Irsan Efendi Nasution dapat menertibkankannya,” ujar pak Harahap ketika di konfirmasi di sekitar lokasi.

Beliau berharap agar kiranya Walikota Padangsidimpuan mau memberikan surat teguran, “Agar kita dapat buktikan kata-kata oknum tersebut, siap membongkar bangunan kalau ada surat dari walikota, dengan adanya surat dari walikota, kita dapat mengukur tanah miliknya. Semoga saja Walikota Padangsidimpuan mau meresponnya,” Ujar warga mengakhiri. (C’jamS)

Editor : Arni Wahyu Ningsih, S.Pd.

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed