oleh

MAN 1 Tapsel Jadi Perhatian Warga Di Acara Haornas Ke 35

TAPSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Atraksi pencak silat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1, Tapanuli Selatan (Tapsel), pukau warga yang hadir di lapangan Sarasi, Batang Angkola, pada acara peringatan Hari Olah Raga Nasional ke 35.

Atraksi dimulai dengan memperagakan loncatan harimau. Atraksi dilanjutkan oleh memperagakan tangan kosong melawan atlet pencak silat yang memegang parang. Tidak hanya sampai disitu, atraksi berbahaya lainnya juga diperagakan.

Oloan Dalimunthe, salah seorang atlet mengatakan, untuk memperagakan semua aksi yang berbahaya itu, ganda campuran putra-putri yang ikut atraksi harus berlatih dua bulan. “Kami harus latihan dua bulan, karena atraksi banyak yang berbahaya,” jelasnya.

Semua adegan yang ditunjukkan harus dilakukan oleh orang-orang yang ahli. Para pesilat yang tampil harus mempunyai ketenangan dalam memperagakan setiap gerakan sehingga tidak ada efek yang berbahaya.

Baca juga:  Sukseskan Pemilu 2019 Polres Tapsel Adakan Tatap Muka Dengan Pimpinan Perusahaan

Pernyataan yang sama juga datang dari Rizki Rahmadani dan Annisa. Kedua pesilat ini mengaku sudah mempersiapkan mental sejak dua bulan yang lalu, karena adegan yang ditampilkan cukup berbahaya dan bisa melukai diri.

”Latihan sudah dua bulan, perlu persiapan yang matang. Seminggu kami harus latihan minimal empat kali,” terangnya.

Ganda putri yang sudah meraih perak pada Pekan Olah Raga Pelajar Provinsi Sumut ini mengaku sudah 3 tahunbelajar ilmu bela diri pencak silat. ”Sejak kelas 1, kami sudah belajar ilmu beladiri ini,” akui Rizki (Mart)

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed