oleh

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Aksi di Gedung DPRD

Bandung, Pamarta Nusantara-Harkitnas yang jatuh pada 20 Mei kemarin menjadi peringatan 20 tahun reformasi di Indonesia, di Bandung peringatan hari kebangkitan diwarnai dengan aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh puluhan Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Aksi tersebut di lakukan di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (21/5).

Massa yang tergabung didalam Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan orasi unjuk rasa. Didalam orasinya Acep Jamaludin selaku kordinator lapangan mengungkapkan agar pemerintah harus lakukan tindakan tegas dan mengambil langkah massif terkait dengan problem dan masalah yang terjadi di negara Indonesia.

Didalam tuntutannya terdapat 7 point yang menjadi sikap yang dikeluarkan dalam press realise aksi tersebut, diantaranya,

Baca juga:  Pererat Silaturrahmi, H. Sangkot Dalimunthe Gelar Safari Ramadhan

1. Seluruh Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung ikut berduka cita terhadap korban maupun keluarga korban yang menjadi target teror bom di Surabaya.

2. Mengutuk segala bentuk terorisme yang mengatas namakan agama, baik berupa sikap maupun tindakan yang mengancam keutuhan Bangsa dan Negara.

3. Mahasiswa UIN Bandung menegaskan bahwa terorisme baik dalam sikap maupun tindakan bukan bersumber dari agama, karena agama mengajarkan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

4. Mendukung permerintah melakukan tindakan tegas terhadap politisasi indentitas termasuk tindak terorisme, untuk selanjutnya mengambil langkah sistematis, terstruktur dan massif guna mencegah persebaran faham tersebut.

5. Tindak tegas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ’98 yang belum dituntaskan hingga sekarang.

Baca juga:  Dispora Labuhanbatu Jadikan Areal Lapangan Binaraga Bebas Dari Kendaraan

6. Mendorong kepada seluruh elit politik dan negarawan agar tidak membuat kegaduhan dan terlibat dalam isu politisasi identitas terutama menggunakan agama sebagai alat politik.

7. Cabut segala gelar dan penghargaan kepada negarawan yang membuat kekacauan serta mengancam perpecahan Bangsa dan Negara.

Setelah orasi, massa bergerak membubarkan diri dengan tertib. (309)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed