oleh

Lima Cobaan Hidup Bagi Orang yang Beriman.

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Lima Cobaan Hidup Bagi Orang yang Beriman.
Oleh : KHOIRUNNAS HARAHAP, S.Pd.

Dalam menghadapi hidup, manusia tentunya banyak menemukan berbagai macam tantangan, rintangan, bahkan cobaan yang kadang kala membuat manusia itu sendiri lemah bahkan ada yang lupa tentang tujuan hidupnya sebagai akibat dari ketidak sanggupan dalam menghadapi cobaan itu sendiri. Padahal cobaan tersebut di tujukan kepada kita manusia adalah untuk mematangkan cara berpikir kita untuk dapat berbuat yang lebih baik dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini.

Dalam sebuah buku buku La Tahzan Aid al-Qarni menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu menyegerakan shalat ketika dalam keadaan sedih atau ditimpa ketakutan.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia (Allah) akan memberikan petunjuk kepada hatinya (QS. Attagahbun : 11)

Sebagai seorang muslim yang beriman, mestinya kita memintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar dan shalat dan orang yang beriman itu tidak luput dari yang namanya cobaan hidup.

“Apakah kamu mengira, mereka dibiarkan saja dengan mengatakan “Kami beriman”, dan mereka tidak di uji.? (QS.Al-Ankabut : 2).

Ayat ini mengajarkan dan menjelaskan kepada manusia yang mengatakan dirinya beriman, jika mereka akan selalu di uji oleh Allah SWT dari setiap langkah hidupnya. semakin kuat keimanan seseorang maka semakin berat pulalah ujian yang akan dihadapinya.Ibarat pohon, semakin tinggi pohon tersebut maka semakin kencang pulalah angin yang menerpanya.

Baca juga:  Bupati Labuhanbatu Berikan 15 Hadiah Umrah Pemenang MTQH dan FSQ Tahun 2020

Dalam Al-Qur’an disampaikan bahwa ada beberapa Cobaan yang akan dihadapi manusia dalam hidupnya.

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.(QS.Al-Baqarah:155).

1. Sedikit Rasa Ketakutan.

Ketakutan dapat diartikan sebagai suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan. Sekarang ini, kita lagi di hadapkan rasa takut oleh yang Maha Kuasa dengan Rasa takut dan was-was terdahap Pandemi Virus Corona (Covid-19). Tapi yakinlah semua terjadi Karena izin Allah.

Boleh jadi, karena takut miskin, manusia rela berbuat apa saja, yang penting kenyang, masalah akhirat dikesampingkan. Sehingga tidak jarang didengar bahwa kekayaan seseorang tidak habis dimakan samapai tujuh turunan. Akibat cobaan rasa takut miskin, manusia menumpuk-numpuk hartanya untuk diri, keturunan bahkan sampi anak cucunya juga sudah dipersiapkan, meski dengan cara yang bathil. misalnya, menipu, merampok, korupsi, bahkan mengorbankan aqidah dan lain sebagainya.

Baca juga:  Bupati Hadiri Haul Ke-1 Pendiri Ponpes Bina Ulama Kisaran Asahan

2.Kelaparan.

Ditengah Pandemi (Covid-19) anjuran pemerintah agar lebih banyak berdiam diri di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Pertanyaan, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki gaji bulanan, mereka mencari nafkah diluar rumah, padahal pemerintah menganjurkan untuk di rumah saja.

Akibat lapar, manusia bisa gelap mata. akibat lapar manusia bisa saja mengundang kemurkaan Allah SWT. akibat tidak tahan lapar, manusia  bisa saja memakan apa saja yang penting perut terisi, Padahal kita tidak menyadari bahwa rasa lapar itu merupakan Ujian dari Allah SWT, dan akan memperoleh balasan atas apa yang telah kita lakukan.

Sebagai seorang muslim yang beriman, mestinya kita menyadari bahwa itu semua adalah ujian Allah yang harus dihadapi dengan keimanan yang kuat sehingga kita tidak perlu lari ketentuan Allah.

3. Kekurangan Harta.

Pada Umumnya manusia berlomba-lomba mengumpulkan harta dan bekerja keras untuk memperolehnya, kadang-kadang tidak kenal siang dan malam, halal dan haram yang penting harta bertambah, yang penting kaya-raya, padahal kita lupa jika suatu hari nanti kita akan meninggalkan itu semua.

Baca juga:  Deklarasi Pencanangan Pembangunan ZI Menuju WBK dan WBBM

Ujian kekurangan harta yang diberikan kepada manusia tidak jarang membuat manusia itu sendiri lupa akan keberadaan Allah SWT, sehingga boleh jadi manusia itu sendiri termasuk dalam golongan orang-orang merugi. Harta tidak menjamin kebahagiaan seseorang, bahkan harta dapat memjerumuskan manusia menjadi orang yang sombong, Misalnya Qorun.

4.Kekurangan Jiwa dan buah-buahan.

Berapa banyak sudah saudara, sepupu, kerabat kita yang sudah dipanggil Allah, ada pergi karena penyakit, ada juga yang pergi tiba-tiba tanpa sebab. Itu semua terjadi semata-mata mata untuk menguji kesabaran dan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT.

Semua ujian yang diberikan Allah SWT terhadap Manusia bukan tanpa sebab, Ujian yang diberikan kepada manusia semata-mata demi kebaikan dan kebahagiaan manusia itu sendiri jika bisa dihadapi dengan penuh kesabaran dan iman.

“Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa”. (HR. Bukhari).

Komentar Sahabat Pamarta

Lima Cobaan Hidup Bagi Orang yang Beriman.
Lima Cobaan Hidup Bagi Orang yang Beriman.
Lima Cobaan Hidup Bagi Orang yang Beriman.
Lima Cobaan Hidup Bagi Orang yang Beriman.
Lima Cobaan Hidup Bagi Orang yang Beriman.
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

News Feed