oleh

Dalih Razia “Operasi Patuh” Petugas Pos Polisi Aek Nabara Diduga Lakukan Pungli

Labuhanbatu, pamartanusantara.co.id-Dalam pelaksanaan tugas kontrol sosial Tim (Jamal cs_red), melakukan perjalanan dari Tapanuli Selatan menuju Kotapinang, Senin (30/04/18) untuk berkoordinasi dengan Pemimpin Redaksi pamartanusantara.co.id, terkait adanya temuan di lapangan tentang keluhan dugaan “Pungli” di salah satu SKPD di Labuhanbatu Selatan.

“Setibanya di Kotapinang keadaan sudah tidak memungkinkan untuk bertemu dengan orang yang dituju, karena sudah larut malam.
Akhirnya kami sepakat mencari penginapan untuk beristirahat,” kata Jamal.

Dan kami pun meneruskan perjalanan sambil mencari penginapan, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari/pagi hari, Selasa (1/5/2018) sampai di Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, tiba-tiba kendaraan Xenia BB 1309 yang kami kendarai diberhentikan oleh Polisi sambil membunyikan pluitnya.

Baca juga:  Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun untuk Dukung Industri 4.0

“Lalu kami diberhentikan beberapa Polisi memakai rompi dan masker wajah. Selamat malam pak, kita sedang razia operasi patuh. Tolong tunjukkan SIM dan surat-suratnya pak,” kata Jamal sambil menirukan sikap Polisi.

Dan kami tidak bisa mengenali Polisi tersebut, karena memakai rompi dan masker.

“Kami tidak bisa mengenali wajah mereka. Dengan nada membentak kepada kami, SIM nya sudah mati satu bulan, jadi bapak sudah tau apa kesalahan bapak, bapak kami tilang sembari menuliskan pulpen di secarik kertas tilang,” ungkap Jamal menirukan kata kata Polisi tersebut.

Dan tidak begitu lama, Pos tersebut semakin ramai karena banyak sopir-sopir bernasib sama. Petugas lalu mengambil STNK kendaraan kami, “Nanti bapak masukkan uang minum anggota kemari, dengan nada berbisik sambil menggoyangkan jarinya mengodekan ke STNK kami,” ungkap Jamal lagi.

Baca juga:  Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan Launching Rumah Pintar Pemilu

Pantauan langsung kegiatan petugas-petugas Pos Polisi Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terlihat melakukan pungutan-pungutan dengan kutipan yang berpariasi dari Rp 50.000,- hingga Rp 200.000,- dengan menggiring sopir-sopir mobil pribadi.

Sedangkan untuk truk pengangkut, seperti Colt Dieselt dan truk besar lainnya hanya cincai-cincai dipinggir jalan.

Ibu Harahap yang mobil nya pun ditahan petugas Pos Polisi Aek Nabara, dia mengatakan padahal mereka kan sudah mendapat gaji besar dari negara tetapi mengapa masih mencari uang masuk dengan cara ini.

“Naikkan saja berita nya bang, agar Kapolres atau komandan nya tau tingkah laku mereka,” tukasnya sambil menunggu suaminya keluar dari Pos Polisi tersebut.

Baca juga:  Alumni SMU Kemala Bhayangkari 2001/2002 Gelar Pertemuan di RM Bambu Resto

Hal senada juga diungkapkan, Bang Piliang salah satu korban pengutipan oleh oknum Polisi, dia mengatakan seharusnya mereka bertugas sebagai pengayom dan pelindung bagi masyarakat, “Bukan seperti ini malah memeras masyarakat,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, kami mengonfirmasikan kepada Humas Polres Labuhanbatu, melalui telepon selulernya, dengan pertanyaan, apakah dibenarkan kalau para Petugas tersebut melakukan Pungli? Humas Polres Labuhanbatu tidak berkomentar hingga saat berita ini diturunkan. (JamS)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed