oleh

Korban KM Sinar Bangun Dapat Santunan, Korban: Itu Tidak Wajar

Korban KM Sinar Bangun Dapat Santunan, Korban: Itu Tidak Wajar
Korban KM Sinar Bangun Dapat Santunan, Korban: Itu Tidak Wajar

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.co.id | Masih berbekas dialam ingatan kita, saat tragedi kecelakaan kapal KM Sinar Bangun yang karam di perairan Danau Toba pada tanggal 18 Juni 2018 lalu, tepatnya seusai lebaran.

Ratusan penumpang menjadi korban, hingga saat ini semua korban yang hilang belum ditemukan, pencaharian korbanpunpun dihentikan, hanya sebahagian korban yang ditemukan selamat.

Terkait hal tersebut, 2 orang warga Dusun Perdamaian Kampung Tebing, Desa Persiapan Sukajadi, Kec. Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Riko Syahputra atau Riko Sijabat (26), dan Tomi Susanto (29) adalah korban yang selamat dari tragedi tersebut, yang pada hari ini menerima bantuan atau santunan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Bahwa, kedua korban tersebut mengatakan jika bantuan tersebut sangatlah tidak wajar.

Baca juga:  Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu Ricuh

“Benar kami menerima bantuan sebesar 2 juta lebih, tetapi bantuan tersebut tidaklah wajar mengingat biaya ongkos kami yang selama ini,” kata Riko, Selasa, (17/7) kediamannya.

“Kalau hanya segitu santunan yang diberikan Pemerintah lebih baik bantuan itu diberikan saja kepada korban yang tidak selamat,” ucap Tomi rekan Riko.

Menurut kedua korban, bahwa pada saat musibah itu mereka telah dirawat ke Rumah Sakit. Sementara pihak Jasa Raharja ketika ditanya korban mengatakan bahwa kecelakaan tersebut dilihat dari biaya perobatan luka-luka untuk sebagai penerima asuransi kecelakaan.

“Tidaklah sama kecelakaan darat dengan kecelakaan air, kami kan korban yang selamat dan bukan kecelakaan darat seperti luka-luka,” jelas Tomi.

Baca juga:  Walikota Padangsidimpuan Buka Pemantapan Kewirausahaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Barista Kopi Di Tor Simarsayang

“Kami berharap agar pemerintah memberikan solusi yang terbaik untuk kami yang telah menjadi korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun,” harap korban.

Sebelumnya diberitakan, bahwa pencarian korban dihentikan, namun petugas terkait menyatakan meski operasi pencarian diberhentikan, sejumlah personel tim SAR tetap mendapat tugas untuk melakukan pemantauan. Tidak hanya personel, peralatan seperti kapal dan perahu karet juga disiagakan di perairan Danau Toba.

Menurut pihak terkait, disiagakannya personel SAR beserta perlengkapan bertujuan untuk mengantisipasi apabila adanya laporan temuan jasad yang mengapung di perairan Danau Toba. Jika ada laporan seperti itu, personel Tim SAR segera melakukan evakuasi. (301A/B)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed