oleh

Koko Viral Ucok Dibully Netizen KPAI : Stop Bullying !

Koko Viral Ucok di-bully Netizen
KPAI : Stop Bullying !

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Ditengah viralnya Koko Ardiansyah siswa SMK di Labuhanbatu yang gagal menjadi anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) karena digantikan oleh anak Pejabat Bupati Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Sempat menjadi perbincangan hangat Koko Ardiansyah kini justru mendapat undangan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ke Jakarta.

Namun dengan viral nya Koko, anak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe, S.T., M.T., sebut saja Ucok, kini harus terbiasa menelan pil pahit dari peristiwa itu. Pasalnya, ia mendapat berbagai ejekan dari kalangan pengguna Medsos yang menganggapnya ‘rendah’.

Seperti pantauan awak media Pamarta Nusantara saat mengunjungi Akun Facebook pribadi milik Ucok mendadak di-bully Netizen. hingga kini lebih dari 44.270 (empat puluh empat ribu dua ratus tujuh puluh) komentar mem-bully (mengolok-olok) Ucok lewat komentar di kronologi postingannya.

Baca juga:  Peresmian Pembukaan MTQ Dan Festival Seni Nasyid Ke IX Tahun 2019 Tingkat Kecamatan Tangjungbalai

Namun entah apa yang ada dipikirannya akibat dibully-an itu, sehingga ucok sempat membalas ocehan itu di kolom komentarnya,
“NGELADENI WARGA MISKIN KAYAK KALIAN INI NGGAK ADA FAEDAHNYA” Balas Ucok sang anak Pejabat itu.

Sontak pernyataan itu membuat para Netizen semakin tinggi. Hingga kecaman kemarahan dan kekesalan warga Netizen +68 (Indonesia) itu terus bertambah.

Melihat kondisi demikian, wartawan ini mencoba bersosialisasi dengan Retno Listyarti, Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta pusat. Dalam Perbincangan singkat melalui WhatsApp nya. KPAI menyampaikan turut prihatin atas bully yang diterima anak seorang Pejabat di Labuhanbatu (Sumut).

“Pembullyan harus dihentikan karena akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak korban bully tersebut. Perilaku bully tersebut menimbulkan banyak efek negatif bagi korban, di antaranya: Mengalami gangguan mental, seperti depresi, rendah diri, cemas, sulit tidur nyenyak, ingin menyakiti diri sendiri, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri. Menjadi pengguna obat-obatan terlarang dan Prestasi akademik juga akan menurun. Oleh karena itu, korban perlu mendapatkan layanan rehabilitasi psikologis.”

Baca juga:  Plt Bupati Serahkan SK CPNS Formasi Pegawai PTT Kemenkes TA 2019

Lanjut Retno melalui akun WhatsApp, “Rehabilitasi psikologis harus dilakukan psikolog. Dampak psikologis bullying khususnya pada korban tak bisa disepelekan begitu saja. Saat luka fisik sembuh, trauma yang dirasakan bisa jadi akan menghantui seumur hidup.”

Dirinya berharap agar para Netizen tidak lagi mem-bully anak dibawah umur. “Stop bullying, jarimu bisa membunuh seseorang yang kamu bully.” (Anju Sinaga)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed