oleh

KNPI Tapsel Bentuk Tim Pencari Fakta Penyebab Banjir Bandang Di Mosa

TAPSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Banjir bandang yang baru saja menerjang desa Mosa Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) beberapa hari yang lalu, menyentuh hati nurani para pentolan DPD KNPI Tapsel.

Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Tapanuli Selatan, Hajaratul Azwad, mengatakan ketika dikonfirmasi melalui selulernya disela-sela acara Silatnas (Silaturahim Nasional) antar pengurus DPD KNPI di Bogor mulai 2-5 Desember 2018, yang baru pertama kali dilaksanakan, dan akan menjadi program rutin tahunan DPD KNPI se-Indonesia.

“Saat ini kita masih di Bogor bang, setelah sampai di Tapsel kita akan segera membentuk team pencari fakta penyebab banjir bandang yang telah memporak-porandakan daerah yang kita cintai, yaitu bahagian dari wilayah Pemkab Tapanuli Selatan, di Desa Mosa Kecamatan Angkola Sangkunur,” kata Hajaratul Azwad, Selasa (4/11).

Baca juga:  Masyarakat Simarpinggan Hibahkan Tanahnya untuk Pembangunan Tribun MTQN, Bupati Tapsel Letakkan Batu Pertama

Menurut Informasi yang dapat dipercaya,  penyebab banjir bandang tersebut diduga adalah akibat penebangan liar (illegal loging), akan dibentuk tim pencari fakta penyebab banjir bandang yang bekerja sama dengan Pimpinan Kecamatan KNPI dan LKLH (Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup) Tapanuli Selatan.

“Setelah data-data akurat bahwa penyebabnya akibat dari penebangan liar, kita akan membuat LP (laporan) kepada aparatur hukum, dan juga mengawal proses hukumnya sampai ke persidangan,” ujar Azwad.

Selain itu, Ketua DPD KNPI Tapsel juga akan memprogramkan kegiatan penanaman 20.000-50.000 batang pohon setiap tahunnya ke depan, “Memang hasil penanaman baru akan dapat dirasakan 10-15 tahun ke depan, tetapi itu adalah upaya penyelamatan lingkungan. Sekarang hutan sudah kritis akibat dari ulah tangan-tangan yang tidak bertabggungjawab, dan kami nyatakan, perang, terhadap ilegal loging,” pungkasnya.

Baca juga:  Syahrul, Jangan Permalukan Tapsel

Di tempat terpisah, Koordinator LKLH (Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup)  Tabagsel, Chairul Jamal,  S.Sos.I. berharap kepada masyarakat agar mau bekerjasama dalam memelihara kawasan hutan dari pelaku atau pembalak liar,  jika ada menemukan pelaku pembalak hutan hendaknya warga menegur atau melarangnya, atau menghubungi pihak berwajib dan bahkan bisa menghubungi Pengurus KNPI Tapsel serta Pengurus LKLH Tapsel dengan nomor HP 0823-7025-0100, “Kalau bukan kita yang menjaga hutan kita lantas siapa lagi,” pinta Jamal.

Dia menambahkan, kiranya aparatur hukum dan Polisi Kehutanan agar mau lebih aktif dan perhatian lagi atas bahaya laten illegal loging tersebut,  baru terasa kalau kejadian seperti kemarin di Desa Mosa yang menerjang perumahan atau permukiman sampai-sampai memakan atau menelan korban harta benda dan jiwa, “Kiranya ke depan hal ini tidak terjadi lagi, dan semoga pelaku pembalakan hutan terbuka hati nuraninya agar menghentikan bisnis yang sangat berdampak negatif terhadap masyarakat luas,” imbuhnya.(C’jamS)

Baca juga:  Wabup Tapsel Menjadi Irup Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Ketua DPD KNPI Tapsel, sebelah kanan (berkacamata) disela-sela acara Silatnas, 2-5 Desember 2018, di Alun-alun Gumati Sentul Bogor.

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed