oleh

Diminta Kinerja PUD Tapanuli Selatan Segera Diaudit, Pembangunan Jalan Sitinjak Terkesan Asal Jadi

Tapanuli Selatan, pamartanusantara.co.id-Terkait menindaklanjuti pemberitaan tentang mutu pekerjaan proyek di Dinas PUD Kabupaten Tapanuli Selatan TA. 2017. Pembangunan Jalan Bukaan Di Sitinjak yang pengerjaan proyek tersebut terkesan asal jadi.Ironisnya, pengerjaan proyek itu bisa berjalan mulus proses pencairannya yang diduga akibat dari sistem pengawasan di lapangan dari pihak Dinas PUD Tapsel terkesan lemah.

Masyarakat disekitar lokasi pembangunan jalan bukaan tersebut, warga desa Siuhom-Sitinjak merasa kecewa akan hasil pengerjaan proyek jalan bukaan yg menghubungkan jalan antar desa tersebut yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan salak.

Bayo Munthe merupakan salah seorang warga Desa Siuhom mengatakan awalnya kami sangat senang akan pembangunan jalan baru dari desanya ke Sitinjak, karena akan melancarkan proses transportasi peangkutan hasil pertanian mereka.

Baca juga:  May Day di Labuhanbatu Aman dan Tertib

“Sebelumnya sudah ada jalan dari simpang Sitinjak, tempat pekanan didaerah sini setiap Sabtu nya. Dan masyarakat di sekitar sini belanja untuk perbekalan se-pekan. Sebelum dibangun jalan bukaan ini sering terjadi antrean. Tetapi sangat disayangkan pekerjaannya terkesan asal-asalan,” ucapnya dengan nada kesal, Selasa (24/4/2018).

Hal senada, dikatakan Pasaribu bahwa awalnya saja mereka senang dengan pembangunan jalan bukaan tersebut. Setelah melihat hasil pengerjaannya mereka merasa kecewa.

“Giotna dilaporkondo pemborong nai tu aparat harana korupsi nai (maunya dilaporkan pemborongnya ke penegak hukum karena korupsinya_red),” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua NGO-BP2PAD (Badan Pemantau Pelaksana Pendapatan Asli Daerah) Padangsidimpuan-Tapsel, Chairul Jamal, S.Sos.I, di ruang kerjanya, Jl. Sudirman Gg. Setia Padangsidimpian, mengatakan kiranya pihak Dinas PUD Tapanuli Selatan, baik Kadis hingga Pengawas agar dapat bekerja lebih profesional, tidak terkesan main mata dengan para kontraktor.

Baca juga:  Syahrul M Pasaribu Resmi Tutup Acara MTQN Ke-50

Jamal juga menambahkan, inilah akibat dari dugaan permainan disana, terindikasi bahwa Dinas PUD Tapanuli Selatan menetapkan fee (persen) kepada rekanan sebesar 15 persen. Nah tentu saja rekanan lebih memikirkan bagaimana agar dapat untung, bukan lagi terfokus kepada mutu pekerjaan.

“Belum lagi beban biaya pajak, ppn dan pph berjumlah 12,5 persen. Coba kita tambah 15+12.5 = 27.5 persen. Sebesar itulah telah atau wajib hilang dari dana pagu anggarannya,” katanya lagi.

Diharapkan penegak hukum mau perduli akan situasi atau kondisi dugaan permainan Korupsi berjemaah di Dinas PUD Tapsel, agar mutu pembangunan sesuai harapan masyarakat dan sesuai dengan program pembangunan Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M Pasaribu.

Baca juga:  Tingkatkan Pelayanan Disdukcapil Labuhanbatu Bekerjasama Dengan RSUD Rantauptapat

Sementara dari Tingkat Propinsi, Pengurus DPD LSM LPRI Sumut, Indra Mingka mengatakan jika kita lihat dari gambar hasil pengerjaan proyek jalan tersebut, disinyalir mutu agregat yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan mutu proses dalam pengerjaannya dan tidak sesuai pedoman spesifikasi teknis.

“Jika lihat dari gambar, kegiatan pembukaan jalan dari desa Siuhom-Sitinjak diduga pengerjaannya asal jadi. Dan menjadi pertanyaan besar adalah, apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknis bina marga,” Ucapnya. (Jams)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed