oleh

Kerusuhan di Wamema Jayawijaya Makan Korban 23 Orang Dinyatakan Meninggal

PAPUA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Akibat aksi kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, menyebabkan 23 orang meninggal dunia dan 63 orang menderita luka-luka. “Sementara didapat di data 23 yang tewas update terbaru di Wamena. Luka-luka 63 orang,” kata  Kapendam Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto, Selasa (24/9).  Untuk korban dari aparat di Wamena, hingga kini masih didata. Dipastikan memastikan kondisi di Wamena maupun di Jayapura kondusif. Sedang korban demo berujung kerusuhan di Jayapura, kata Eko jumlah korban meninggal dunia 3 mahasiswa dan satu anggota TNI.  Dari informasi yang dihimpun, sebagian dari mereka tewas akibat terjebak dalam gedung yang terbakar..Menurut Lektol Cpl Eko Daryanto, berdasarkan informasi yang didapat ada gedung-gedung yang dibakar massa. Mayat korban ditemukan di dalam gedung maupun kios yang sudah hangus terbakar. “Sebagian lagi masih identifikasi lapangan,” kata Letkol sambil menambahkan, suasana di lokasi dalam kondisi kondusif, namun tim gabungan TNI/Polri tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya kerusuhan susulan.  Sementara Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Diyanto mengatakan, warga sipil yang tewas akibat aksi siswa SMA yang diduga berawal dari isu rasisme tercatat sejumlah orang meninggal dunia. Korban sipil yang meninggal itu akibat luka benda tajam dan warga yang menjadi korban kebakaran.  Selain meninggal, sebanyak 65 warga yang mengalami luka-luka harus dirawat di RSUD Wamena, Papua. Para korban ini mengalami luka benda tumpul dan tajam.  Sedang kerusuhan akibat pembubaran mahasiswa yang ingin mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di Universitas Cendrawasih, Papua menelan korban jiwa tiga mahasiswa. Diduga para korban ini terkena puluru karet.  Kerusuhan terjadi di kawasan Expo Waena, Jayapura, Papua terjadi setelah mahasiswa eksodus dipulangkan dari Universitas Cenderawasih (Uncen).  Seorang Prajurit Yonif 751/Raider, Praka Zulkifli, gugur dalam kerusuhan di Waena Expo Jayapura, Papua. Praka Zulkifli meninggal dunia akibat dibacokan massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang diangkut dari aula Universitas Cenderawasih (Uncen).  Praka Zulkifli ikut membantu pengamanan pemulangan mahasiswa eksodus yang sempat menduduki aula Uncen. Ratusan mahasiswa diangkut dari Uncen menggunakan truk dan bus umum.  Di aula Uncen, mahasiswa eksodus yang studi di luar Papua disebut menuntut pendirian posko. Massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum dengan dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.  Massa yang tiba di Expo Waena sekitar pukul 11.00 langsung menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang. Massa memprovokasi kelompok lainnya di Expo Waena untuk melakukan kerusuhan.  Saat itu Praka Zulkifli yang sedang beristirahat usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang.  Sejumlah anggota Brimob mengalami lula luka akibat hantaman benda keras dan lemparan batu. (Tim)
Kerusuhan di Wamema Jayawijaya Makan Korban 23 Orang Dinyatakan Meninggal

PAPUA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Akibat aksi kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, menyebabkan 23 orang meninggal dunia dan 63 orang menderita luka-luka. “Sementara didapat di data 23 yang tewas update terbaru di Wamena. Luka-luka 63 orang,” kata Kapendam Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto, Selasa (24/9).

Untuk korban dari aparat di Wamena, hingga kini masih didata. Dipastikan memastikan kondisi di Wamena maupun di Jayapura kondusif. Sedang korban demo berujung kerusuhan di Jayapura, kata Eko jumlah korban meninggal dunia 3 mahasiswa dan satu anggota TNI.

Dari informasi yang dihimpun, sebagian dari mereka tewas akibat terjebak dalam gedung yang terbakar..Menurut Lektol Cpl Eko Daryanto, berdasarkan informasi yang didapat ada gedung-gedung yang dibakar massa. Mayat korban ditemukan di dalam gedung maupun kios yang sudah hangus terbakar. “Sebagian lagi masih identifikasi lapangan,” kata Letkol sambil menambahkan, suasana di lokasi dalam kondisi kondusif, namun tim gabungan TNI/Polri tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya kerusuhan susulan.

Baca juga:  Panen Raya Padi Sawah di Desa Serdang Kecamatan Meranti

Sementara Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Diyanto mengatakan, warga sipil yang tewas akibat aksi siswa SMA yang diduga berawal dari isu rasisme tercatat sejumlah orang meninggal dunia. Korban sipil yang meninggal itu akibat luka benda tajam dan warga yang menjadi korban kebakaran.

Selain meninggal, sebanyak 65 warga yang mengalami luka-luka harus dirawat di RSUD Wamena, Papua. Para korban ini mengalami luka benda tumpul dan tajam.

Sedang kerusuhan akibat pembubaran mahasiswa yang ingin mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di Universitas Cendrawasih, Papua menelan korban jiwa tiga mahasiswa. Diduga para korban ini terkena puluru karet.

Kerusuhan terjadi di kawasan Expo Waena, Jayapura, Papua terjadi setelah mahasiswa eksodus dipulangkan dari Universitas Cenderawasih (Uncen).

Baca juga:  Bersepeda Pagi Hari di Toba, Kapolda : Ini Untuk Kesehatan Bukan Untuk Juara

Seorang Prajurit Yonif 751/Raider, Praka Zulkifli, gugur dalam kerusuhan di Waena Expo Jayapura, Papua. Praka Zulkifli meninggal dunia akibat dibacokan massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang diangkut dari aula Universitas Cenderawasih (Uncen).

Praka Zulkifli ikut membantu pengamanan pemulangan mahasiswa eksodus yang sempat menduduki aula Uncen. Ratusan mahasiswa diangkut dari Uncen menggunakan truk dan bus umum.

Di aula Uncen, mahasiswa eksodus yang studi di luar Papua disebut menuntut pendirian posko. Massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum dengan dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli.

Massa yang tiba di Expo Waena sekitar pukul 11.00 langsung menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang. Massa memprovokasi kelompok lainnya di Expo Waena untuk melakukan kerusuhan.

Baca juga:  Kemenperin Bikin Material Center IKM Logam dan Komponen Otomotif di Tegal

Saat itu Praka Zulkifli yang sedang beristirahat usai mengantar pasukan pengamanan tiba-tiba diserang oleh massa dengan menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang.

Sejumlah anggota Brimob mengalami lula luka akibat hantaman benda keras dan lemparan batu. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed