oleh

Kepala Desa Paran Gadung Dilaporkan Warganya Ke Inspektorat Paluta

Kepala Desa Paran Gadung Dilaporkan Warganya Ke Inspektorat Paluta

PALUTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Berdasarkan informasi dari masyarakat Desa Paran Gadung Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara bahwa pihak dari Inspektorat Padang Lawas Utara (Paluta) melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Paran Gadung berinisial (AS), yang dilaporkan oleh masyarakatnya sendiri atas dugaan penyelewengan anggaran dana desa tahun 2016 – 2018.

Atas informasi dari masyarakat tersebut salah seorang wartawan biro Paluta menuju tempat belangsungnya acara pemeriksaan tersebut, yang diketahui berlangsun di ruang rapat/aula Kantor Camat Padang Bolak Julu.

Sampai di tempat Kantor Camat Padang Bolak Julu, melihat sekilas dari jendela kaca bahwa pihak dari Inspektorat Paluta yang diwakili Irban 1 (satu) bapak Bermarga Tanjung, dan timnya sedang berada di ruangan tersebut dikarenakan acara berlangsung tertutup.

“Untuk mengetahui kejelasan kegiatan tersebut wartawan meminta konfirmasi kepada pihak kecamatan melalui kasi pemerintahan, beliau membenarkan bahwa pihak dari Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan kepada pihak dari Kepala Desa Paran Gadung dan masyarakat sebagai terlapor dan pelapor sudah berjalan dalam waktu empat hari berturut-turut, kemungkinan ini hari terakhir.” ungkap Bapak Kasipem tersebut. Jum’at (20/9/2019)

Untuk mengetahui detail kronologi pelaporan itu wartawan tersebut bergegas menuju Desa Paran gadung menemui beberapa warga untuk mendapat kan informasi yang akurat.

Baca juga:  Wali Kota Medan Hadiri Pembukaan Art Culture & Fashion Week 2019

Bak gayung bersambut tanpa ada halangan dan rintangan warga menyambut kedatangan dan menceritakan kronologi sembari memberikan dokumen bukti pelaporan, dan meminta agar ikut ke lapangan karna hari ini menurut rencana pihak dari Inspektorat akan turun ke lapangan, mengaudit bangunan fisik sembari memberikan bukti pertinggal surat laporan tersebut, yang berisikan dugaan penyelewengan anggaran Dana Desa (DD) 2016 – 2018.

1. Pengelolaan DD tidak transparan.

2. Dana kelembagaan tidak disalurkan.

3. Dana pembangunan bukaan jalan Siparau diduga tidak sesuai dengan RAB.

4. Dana kegiatan pembinaan NNB Di duga difiktif 2016 – 2018.

5. Diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan.

6. Musrembang desa dilibatkan masyarakat banyak.

7. BPD desa tidak dipilih secara langsung oleh masyarakat Desa Paran Gadung.

8. Kaur desa anak kandung kepala desa.

9. Pekerjaan dalam pembangunan fisik adalah dimitrakan/masyarakat tidak di ikut sertakan.

Nama dan tandatangan warga masyarakat terlampir, sembari meminta kepada kita agar ikut mempublikasikan mendampingi warga memantau pengauditan fisik bukaan jalan oleh Inspektorat ke lapangan.

“Dohot majolo abang tu lapangan naron arana giot terjun do alai tulapangan mangaligi mangukur fisik bukaan jalan ni kepala desa i (Red : Ikut Dulu abang ke lapangan, nanti karena mau turun nya mereka ke lapangan melihat, mengukur fisik bukaan jalan nya kepala desa ini),” Ungkap warga masyarakat Desa Paran Gadung berinisial (HG) bermarga Siregar.

Baca juga:  Kapolres Tapsel Lepas Keberangkatan Umroh Pemenang Doorprize

Sekitar pukul 4 sore ± bersama warga dan Inspektorat Paluta yang diwakili Irban 1 diketuai Bapak Tanjung dan tim menuju tempat fisik Desa Paran Gandung, ada kejanggalan tentang cara pengauditan tersebut di mata warga yang ikut memantau kegiatan tersebut, seperti cara mengukur tidak memakai alat ukur seperti meter namun memakai alat tempuh Km sepada motor, dan pertanyaan yang seharusnya bukan pertanyaan yang dilontarkankan salah seorang tim audit, yang bertanya kepada masyarakat.

“Di mana lagi biar kita lihat dan kita cek, karena yang keberatan adalah kalian masyarakat saya tidak keberatan,” ungkap salah satu tim Audit Inspektorat tersebut.

Mengenai bangunan fisik dana desa, Kepala Desa Paran Gadung tersebut warga masyarakat sempat kewalahan dikarenakan tak ada satupun (1) fisik yang memakai prasasti dari tahun ke tahun.

Saat dikonfirmasi ketua TPK yang di ketahuinmerupakan anak kandung dari kepala desa tersebut, bernama Inisial P Sregar mengatakan prasasti nya ada di warung/rumah tapi tidak dipasang.

Baca juga:  Terus Tumbuh, Kontribusi Manufaktur Terhadap PDB Nasional Capai 19,86%

“Adong di lopo tapi Inda dipasang (Red : Ada di warung tapi nggak dipasang),” ungkapan Ketua TPK Desa Paran Gadung.

Di lain tempat ketua Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Paran Gadung JN Siregar, saat dimintai konfirmasi terkait anggaran NNB mengatakan Kepala Desa Paran Gadung pernah menyalurkannya pada tahun 2016, tapi tidak sesuai dengan apa yang dimusyawarahkan karena pada saat musyawarah sebanyak Rp. 6.000.000,-tapi yang kami terima sebanyak Rp. 1.900.000.,-

Di tahun 2017 hasil musyawarah bukan lagi berbentuk materi, tapi berbentuk barang berupa taratak sebanyak enam taratak dan akan disewakan apabila ada hajatan pesta, hasil uang sewa tersebut sebagai pemasukan kas NNB Desa Paran Gadung.

“Namun ternyata yang terealisasi hanya 2 taratak dan hasil sewa taratak tidak pernah masuk ke kas NNB sampai saat ini.” Ungkapan ketua NNB Paran Gandung JN Siregar, senada dengan Heri Gunardi Siregar, sampai berita ini dikirim ke meja redaksi kepala desa dan Inspektorat belum dapat dikonfirmasi. (Febri)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed