oleh

Kasus Korban Pencabulan Ayah Kandung Beku Di Polres Labuhanbatu

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Sudah menjadi suratan hidup wanita berusia 42 tahun warga Pasar Lama, Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu ini, (SF) Harus menelan pil pahit kehidupan di dunia ini.

Hidup dibawah garis kemiskinan membuat keluarganya berantakan, setelah bercerai dari suami, anak kandungnya menjadi korban nafsu bejat suaminya sendiri Aryanto yang notabenenya adalah ayah kandung korban, dan lebih mirisnya untuk memperoleh keadilan sang anak hingga berita ini diterbitkan tidak diperolehnya dari pihak Kepolisian Resort Labuhanbatu.

(SF) Telah melaporkan Peristiwa yang menimpa anaknya sejak tanggal 2 Oktober 2018 silam dengan laporan polisi No: LP/1359/IX/2018/SU/RES-LBH atas tindakan kejahatan pencabulan anak dibawah umur, dengan terlapor Aryanto. Namun hingga hari ini rabu (23/1/2018) kepastian hukum belum di dapatkan dan belum ada proses yang berlanjut hingga pelaku bebas berkeliaran.

Kasatreskrim Polres Labuhanbatu AKP Jamakita Purba saat di konfirmasi melalui WhatsAap mengatakan, masih ada hambatan terkait kasus ini, karena saksi belum bisa diperiksa karena berada di luar kota sedang bersekolah.

Baca juga:  DLH Labuhanbatu Sterilkan Kantor Dari Virus Covid-19

Sementara (SF) ibu korban kepada tim awak media membenarkan, bahwa anaknya yang diketahui adik si korban sedang di luar kota karena sekolah, dan dengan wajah murung ibu korban ini menceritakan perjalanan kasus ini yang sudah dilaporkanya kepihak polres Labuhanbatu dan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.

“Saya minta tolong kepada bapak polisi penegak hukum, berilah saya keadilan untuk anak saya, sudah tiga bulan laporan saya belum ada tanggapan dan tindakan, memang saya diminta untuk menghadirkan saksi yaitu anak saya adik si korban yang di luar kota, tapi bagaimana saya mau menghadirkan, untuk biaya makan sehari -hari saja serba kekurangan, bagaimana pula harus mencari uang untuk memulangkan anak saya yang di luar kota. Kerja saya serabutan dan suami saya yang sekarang ini hanya tukang becak, ucap SF.

Lebih lanjut SF menceritakan bahwa dirinya pernah di panggil oleh penyidik, dari penyidik diperoleh keterangan kasus ini akan segera di tutup jika pihaknya tidak bisa menghadirkan saksi yang berada di luar kota.

Baca juga:  Kapoldasu Lepas 1.100 Rider Peserta MAX II 2019 Jelajah Bumi Asahan

Dari keterangan keluarga korban, dapat di simpulkan ada keanehan dalam penanganan kasus ini, dan timbul pendapat bahwa Polres Labuhanbatu tidak serius memberikan bantuan hukum terhadap masyarakat yang tidak mampu.

Kasus pencabulan bukan hal yang sepele, keberadaannya akan menjadi beban sosial seumur hidup bagi si korban, dalam hal ini mestinya pihak terkait harus serius menanganinya, karena menyangkut masa depan generasi bangsa.

Disaat yang sama didampingi keluarganya, korban berinisial (WASS) 16 tahun yang masih duduk di bangku Aliyah sebuah sekolah di Rantau Prapat, membenarkan bahwa dirinya telah menjadi korban kebiadaban ayah kandungnya sendiri di tahun 2017 Lalu hingga sampai lima kali,

Saat kejadian kali pertamanya, WASS tidak bisa berbuat apa-apa karena peristiwa itu terjadi pada tengah malam yang saat itu sang ibu ada di luar kota dan si adik yang kini dinyatakan sebagai saksi tidur lelap di kamarnya, WASS dibekap di dalam kamarnya dan di ancam oleh pelaku jika menceritakan hal tersebut kepada ibunya, hingga peristiwa itu terjadi hingga lima kali,

Baca juga:  Anak Didik SMP Muhamdiyah TA 1997 Adakan Reunian

Karena tidak tahan dengan perilaku bejat sang ayah, WASS menceritakan hal tersebut kepada keluarga ibunya dalam hal ini nenek dan juga paman korban, namun anehnya tidak satupun dari mereka yang mempercayainya walaupun hasil visum korban positif mengalami kekerasan seksual.

Dari pengakuan korban, korban malah pernah mendapat perlakuan kasar hingga penganiayaan dari sang paman, yang kini juga sudah di laporkanya ke Polres Labuhanbatu, namun juga tidak ada tindakan dari penegak hukum di Labuhanbatu ini. Apakah karena garis kemiskinan membatasi untuk memperoleh keadilan. (Riski Pratama)

Editor : Rizal/Arni

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed