oleh

Kapolri Hadiri Acara Dies Natalis ke-73 tahun 2019

Kapolri Hadiri Acara Dies Natalis ke-73 tahun 2019

JAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Tri Tito Karnavian Menghadiri Acara Dies Natalis ke-73 tahun 2019 dan Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan Strata 1 (S1) angkatan ke-74, 75, 76 serta Program Pendidikan Pasca Sarjana (S2) angkatan ke-7 dan (S3) angkatan ke-1 di Auditorium PTIK. Senin, 17 Juni 2019 pukul 08.00 WIB.

Acara diawali dengan orasi ilmiah oleh AS SDM Kapolri Irjen Pol. Eko Indra Heri S, M.M., tentang “Tantangan Pengembangan Sumber Daya Manusia Polri di Era Revolusi Industri 4.0”.

Dalam acara Dies Natalis ke-73 tahun 2019 dan Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian ini Kapolri didampingi Kalemdiklat dan Ketua STIK melantik para Wisudawan dan Wisudawati sebanyak 358 Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan S-1, S-2 dan S-3.

Baca juga:  Ini Dia Program Dana Desa Perkebunan Batang Saponggol Yang Di Soal.

Dalam amanatnya, Kapolri berharap para wisudawan kelak akan menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat atau strong leader. Ada tiga unsur yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk menjadi seorang strong leader, yaitu power atau kewenangan, follower atau anggota, serta konsep.

Sebagai seorang perwira Polri, dua dari tiga unsur di atas secara otomatis akan dimiliki dalam penugasan, yaitu power atau kewenangan dan follower atau anggota. Dengan demikian konsep akan menjadi unsur yang paling menentukan.

Konsep adalah kemampuan seseorang untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi secara tajam, menentukan alternatif-alternatif solusi, menimbang kebaikan dan keburukan dari setiap alternatif solusi, serta menentukan keputusan, strategi, dan cara terbaik. Konsep akan membedakan kepemimpinan seorang dengan orang lain.

Baca juga:  Target Kontribusi Rp 1.000 Triliun, Kemenperin Suburkan Industri Kreatif

Konsep diperoleh dengan knowledge atau ilmu pengetahuan, yang berasal dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain. Karena pengalaman pribadi sangat terbatas, maka pengalaman orang lain merupakan sumber pengetahuan yang sangat luas. Baik diperoleh secara informal maupun secara formal dengan pendidikan.

Oleh karena itu, dalam menempuh pendidikan, maka knowledge adalah yang utama, bukan gelar. “Bukan gelar itu yang anda cari tetapi knowledge lah yang dicari sehingga kita mampu untuk mengidentifikasi masalah, mampu menjadi strong leader dan menjadi pimimpin yang memiliki konsep,” tegas Kapolri.

Di akhir amanatnya Kapolri mengucapkan selamat kepada para Wisudawan serta PTIK kedepan memiliki tantangan yaitu menjadikan mahasiswa lulusan PTIK menjadi contoh, menjadikan PTIK sebagai center/tempat untuk memberikan masukan terhadap Polri serta PTIK dapat dijadikan tempat pendidikan inklusif yaitu tidak hanya Polri saja melainkan untuk umum.

Baca juga:  Ibunda Kepala BKD Wafat, Bupati Labusel Turut Berduka.

Pada kesempatan tersebut juga Kapolri melaksanakan Penandatanganan Prasasti Ruang Kuliah Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A. dilanjutkan Penyerahan Buku Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A. oleh Kapolri kepada: Keluarga Prof. Dr. Awaloedin Djamin, M.P.A., Perwakilan Sesepuh Polri dan Perwakilan Wisudawan.

Dalam kegiatan tersebut Kapolri didampingi dengan Wakapolri dan Pejabat Utama Mabes Polri serta turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Kapolri pada massa Jenderal Pol. (P) Drs. Roesmanhadi, S.H. dan Jenderal Pol. (P) Drs. Badrodin Haiti serta beberapa Rektor Universitas, Ketua Senat, Anggota Senat beserta Guru Besar STIK – PTIK serta Sekretaris Kompolnas. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed