oleh

Kabupaten Beltim Tuan Rumah Kongres Anak Indonesia

BELTIM, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Sebanyak 110 anak dari 37 delgasi Kabupaten/Kota dan Provinsi dari seluruh Indonesia mengikuti Kongres Anak Indonesia ke 15 tahun 2018 di GOR Belitung Timur Kecamatan Damar. Kegiatan resmi dibuka oleh Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pribudiarta Nur Sitepu, Selasa (20/11).

Kongres Anak Indonesia (KAI) tahun ini mengambil tema Merajut Toleransi dan Perdamaian Menuju Anak Indonesia Hebat dan Berbhineka. KAI akan berlangsung selama empat hari, dari 19 – 22 November 2018.

Dalam KAI anak-anak perwakilan dari seluruh Indonesia akan membahas tentang masalah dan isu seputar anak, merumuskan kebijakan dan masukan bagi pemerintah lewat suara anak Indonesia. Pada hari terakhir, akan dikeluarkan resolusi dan terpilih 10 orang untuk menjadi Duta Anak Indonesia.

“Yang melakukan kongres adalah anak-anak, tidak ada orang tua yang ikut campur tangan, termasuk para pendamping dari seluruh Provinsi. Merekalah yang akan mencari solusi untuk berbagai permasalah yang dihadapi anak Indonesia saat ini dan memperjuangkannya,” jelas Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait saat Press Confrance.

Baca juga:  Sering mati lampu, Masyarakat Minta Kinerjanya PLN Rayon Kotapinang di Evaluasi.

Arist mengemukakan KAI merupakan agenda rutin tahunan yang digelar KPA. KAI merupakan implementasi dari konvensi PB tahun 1989 tentang Deklarasi Hak Anak dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Bersamaan dengan hari ini juga kita memperingati Hari Anak Universal. Tepat di hari ini anak-anak dapat menyalurkan hak-haknya, untuk mendapatkan perlindungan dan berbagai fasilitas, termasuk kesehatan dan pendidikan,” ungkap Arist.

Sementara itu Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan permasalahan dan tantangan yang dihadapi anak saat kian berat. Butuh kesungguhan, kesadaran, dan kepedulian yang tinggi untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut.

“Penyelesaian permasalahan anak saat ini tentu membutuhkan partisipasi anak. Kalian harus menjadi bagian dari solusi bukan menjadi bagian dari masalah,” kata Pribudiarta dalam sambutannya.

Baca juga:  Kasat Reskrim Bilah Hulu Berhasil Menangkap Pelaku Penggelapan

Pribudiarta menyatakan Forum Anak adalah wadah partisipasi anak untuk menampung aspirasi suara anak, bekerjasama dengan pemerintah dan berperan memberikan masukan dalam proses perencanaan, pemantauan dan evaluasi kebijakan program dan kegiatan pembangunan.

“Oleh sebab itulah KPPPA mempunyai kebijakan tentang Forum Anak, baik sebagai pelopor dan pelapor maupun partispasi anak dalam perencanaan pembangunan. Sebagai pelopor, Forum Anak berperan sebagai agen perubahan dalam pembangunan,” ujar Pribudiarta.

Ia pun berpesan agar seluruh anak-anak yang hadir dalam KAI dapat memanfaatkannya untuk menyampaikan informasi dan aspirasi tentang berbagai hal terkait anak.

Deklarasi Kabupaten Beltim Layak Anak

Di sela-sela acara Pembukaan KAI, juga dideklarasikan Kabupaten Layak Anak. Di mana Kabupaten Beltim, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak.

Baca juga:  Sejumlah Warga Padangsidimpuan Protes Peruntukan Bantuan RTLH

Pencanangan deklarasi ditandai dengan pembacaan deklarasi oleh Bupati, Beltim Yuslih Ihza, Penandatanganan Deklarasi, dan penyematan selempang Satgas Teman Anak kepada Bhabinkabtibmas, Babinsa serta pemasangan pin untuk duta anak Kabupaten Beltim.

“Kabupaten Beltim merupakan salah satu Kabupaten yang berinisiatif untuk mengambangkan kepedulian terhadap anak. Dengan dibentuknya Satgas Teman Anak yang telah didekrasikan di Kabupaten Beltim pada 31 Mei 2017 lalu,” kata Bupati.

Satgas Teman Anak adalah bentuk penggabungan potensi berbagai pemangku kepentingan di desa. Mulai dari Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Bidan Desa, PKK, dan lain sebagainya.

“Selain itu untuk menekan angka kekerasan terhadap anak, Pemkab Beltim juga sudah mennciptakan ‘Gerakan Sekampong Jaga Anak’. Di mana, setiap orang akan menganggap anak mu adalah anak ku,” ujar Yuslih. (@2! Diskominfo Beltim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed